Liputan6.com, Jakarta Cara menanam durian dimulai dari pemilihan bibit sambung unggul, penyiapan lahan subur yang berdrainase baik, lalu penanaman pada awal musim hujan. Setelah bibit tertanam, pohon membutuhkan penyiraman teratur, pemupukan bertahap, pemangkasan, dan pengendalian hama agar tumbuh sehat serta produktif.
Durian menyukai iklim tropis panas dengan tanah gembur ber-pH 6 hingga 7 serta sinar matahari penuh. Dengan teknik yang tepat, cara menanam durian dapat diterapkan di kebun luas maupun di pekarangan rumah yang cukup lapang.
Berdasarkan panduan Haifa Group, durian tumbuh optimal pada suhu 25 hingga 32 derajat Celsius dengan kelembapan 75 hingga 85 persen, serta memerlukan periode kering satu hingga dua bulan untuk memicu pembungaan . Pemahaman syarat tumbuh inilah yang menjadi fondasi sebelum menempuh langkah teknis berikutnya.
Advertisement
Cara Menyiapkan Lahan dan Memenuhi Syarat Tumbuh Durian
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4473960/original/061790400_1687254439-image1__6_.jpeg)
Tahap paling menentukan dalam cara menanam durian adalah menyiapkan lokasi dan lahan yang sesuai dengan karakter tanaman. Lokasi yang tepat memastikan akar berkembang leluasa, air tidak menggenang, dan pohon memperoleh cahaya cukup sepanjang hari.
Mengacu pada Vivero Durian, durian menyukai tanah lempung yang dalam dan berdrainase baik dengan pH ideal 5,5 hingga 6,5, karena akarnya mudah membusuk pada kondisi tergenang. Karena itu, lahan miring landai atau lokasi yang sedikit ditinggikan sering dipilih agar drainase berjalan alami, terutama bagi yang tertarik menanam durian di dataran rendah.
          Â
| Parameter | Kondisi Ideal |
|---|---|
| Suhu | 25 - 32 derajat Celsius |
| Kelembapan | 75 - 85 persen |
| Ketinggian | 50 - 800 mdpl |
| Curah hujan | 1.500 - 3.000 mm per tahun |
| pH tanah | 6 - 7 (agak masam hingga netral) |
| Sinar matahari | Minimal 6 jam per hari |
- Pilih lokasi beriklim tropis: Tanam durian di daerah panas dan lembap dengan paparan sinar matahari penuh minimal enam jam sehari. Dilansir dari Agrownet, durian sangat sensitif terhadap suhu di bawah 10 derajat Celsius, dan bibit muda paling rentan terhadap paparan dingin yang dapat menghambat pertumbuhan.
- Perhatikan ketinggian dan curah hujan: Ketinggian ideal berkisar 50 hingga 800 mdpl dengan curah hujan 1.500 sampai 3.000 mm per tahun. Hujan sebaiknya turun merata sepanjang tahun tanpa periode kering yang terlalu panjang agar pertumbuhan tidak terhambat.
- Uji dan atur pH tanah: Ukur pH tanah sebelum menanam; kisaran ideal 6 hingga 7. Bila terlalu masam, tambahkan kapur dolomit, sedangkan bila kurang subur, perkaya dengan bahan organik dan agen hayati seperti Trichoderma.
- Bersihkan dan gemburkan lahan: Singkirkan gulma, rumput liar, sisa akar, dan bebatuan yang dapat menghambat pertumbuhan, lalu gemburkan tanah hingga kedalaman sekitar 30 hingga 40 cm.
- Buat lubang tanam dengan jarak tepat: Gali lubang berukuran 50 x 50 x 50 cm hingga 60 x 60 x 60 cm. Sebagaimana dilaporkan Durian Supplier, pohon durian memerlukan
- jarak tanam 8 hingga 12 meter agar sirkulasi udara dan penetrasi cahaya optimal, dan umumnya ditanam pada ketinggian 100 hingga 800 meter di atas permukaan laut.
- Isi dan diamkan lubang tanam: Campurkan tanah galian dengan kompos matang, lalu biarkan lubang terbuka terkena sinar matahari selama satu hingga dua minggu untuk menekan risiko hama dan penyakit sebelum ditanami.
Advertisement
Cara Memilih Bibit Unggul dan Menanam Durian
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3430070/original/098474200_1618503734-20210404_075257.jpg)
Setelah lahan siap, pemilihan bibit yang tepat menjadi inti dari cara menanam durian yang berhasil. Bibit berkualitas menentukan kecepatan berbuah, ketahanan terhadap penyakit, serta konsistensi rasa buah di kemudian hari.
Merujuk laporan Rehoboth Organic Farms, tanaman hasil sambung sangat dianjurkan karena mulai berbuah dalam 3 hingga 4 tahun dan menghasilkan buah yang sesuai indukan, sedangkan tanaman dari biji baru berbuah setelah 7 hingga 8 tahun lebih dengan karakter bervariasi. Inilah alasan penting memahami cara memilih benih durian sejak awal.
- Utamakan bibit sambung bersertifikat: Pilih bibit hasil perbanyakan vegetatif seperti sambung pucuk atau okulasi dari indukan unggul agar pohon lebih cepat berbuah dan seragam kualitasnya.
- Periksa fisik bibit: Bibit ideal berumur 6 hingga 12 bulan, berbatang kokoh dan lurus, berdaun hijau segar, serta bebas dari gejala hama maupun penyakit.
- Aklimatisasi bibit: Diamkan bibit di tempat teduh minimal satu minggu sebelum ditanam agar benar-benar bugar dan tidak stres saat dipindah ke lahan.
- Tentukan waktu tanam: Idealnya tanam pada awal hingga pertengahan musim hujan agar pasokan air terjaga selama masa awal pertumbuhan yang kritis.
- Keluarkan bibit dari polybag: Robek polybag secara hati-hati tanpa merusak bola tanah dan perakaran, sehingga akar tidak terganggu saat dipindahkan.
- Tanam pada kedalaman yang benar: Tanam bibit setinggi leher akar dan pastikan sambungan tetap berada di atas permukaan tanah. Bila lahan berpotensi tergenang, buat gundukan; beri naungan sementara lalu siram hingga lembap.
Â
Cara Merawat Pohon Durian hingga Berbuah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260015/original/098138900_1781530757-Penyiraman_Pohon_Durian.jpeg)
Perawatan merupakan bagian terpanjang dalam cara menanam durian karena berlangsung dari fase vegetatif hingga generatif. Konsistensi penyiraman, pemupukan, pemangkasan, dan pengendalian hama sangat menentukan produktivitas pohon. Banyak teknik alami untuk membuat pohon durian berbuah lebat yang bisa diterapkan sejak dini.
Sebagaimana dikutip dari Epic Gardening, nitrogen dan kalium adalah dua nutrisi paling penting bagi pohon durian, meskipun fosfor juga tetap dibutuhkan. Perlu diingat pula bahwa sistem perakaran durian sangat dangkal, kurang dari 30 cm, sehingga irigasi tambahan penting di semua fase pertumbuhan.
- Penyiraman teratur: Siram setiap satu hingga tiga hari sekali sesuai kelembapan tanah, merata seluas tajuk. Tiga hingga lima bulan pertama adalah periode kritis, tetapi hindari genangan yang memicu busuk akar.
- Pemupukan bertahap: Berikan pupuk di area selebar tajuk dan jangan terlalu dekat batang. Sesuaikan komposisi pupuk dengan fase pertumbuhan seperti pada tabel di bawah.
- Pemangkasan rutin: Bentuk tajuk yang seimbang, buang cabang mati, sakit, atau tidak produktif agar sirkulasi udara dan cahaya membaik. Krasimir Bozhurin, Sales Director Vaki-Chim LTD, dikutip dari growplant.org, menyatakan, "Pemangkasan menjaga pohon durian tetap berukuran ideal. Saya kerap memangkas batang utama dan cabangnya."
- Pengendalian hama dan penyakit: Waspadai penyakit jamur Phytophthora penyebab busuk akar dan kanker batang, serta hama penggerek batang dan kutu daun. Sirkulasi udara yang baik membantu menurunkan kelembapan dan menekan risiko penyakit jamur lakukan rotasi bahan aktif agar hama tidak resisten.
- Penjarangan buah: Kurangi jumlah buah per cabang agar ukuran lebih besar. Buah yang berlebihan harus dijarangkan karena akan bersaing memperebutkan nutrisi dan akhirnya rontok.
- Pemanenan: Ikat buah yang mendekati matang ke ranting agar tidak pecah saat jatuh, lalu tunggu hingga jatuh alami untuk mutu daging terbaik. Pohon durian sambung umumnya mulai berbuah pada usia 4 hingga 6 tahun. Jika buah dipanen sebelum benar-benar matang, pelajari cara mematangkan buah durian secara sederhana.
Secara umum, pupuk NPK seimbang diberikan saat awal tanam, formula tinggi nitrogen pada fase pertumbuhan daun, lalu pupuk tinggi fosfor dan kalium menjelang pembungaan serta formula kaya nitrogen ketika pohon sedang menumbuhkan daun. Berikut ringkasan panduan pemupukan berdasarkan fase:
| Fase Pertumbuhan | Fokus Nutrisi | Contoh Formula Pupuk |
|---|---|---|
| Awal tanam | Nutrisi seimbang untuk adaptasi akar | NPK 16-16-16 + pupuk organik |
| Vegetatif (pertumbuhan daun) | Nitrogen tinggi | Pupuk kaya nitrogen + kompos |
| Menjelang berbunga (generatif) | Fosfor dan kalium tinggi | MKP (Mono Kalium Fosfat) |
| Pembentukan buah | Kalium tinggi + hara mikro (boron) | KNO3 atau kalium sulfat |
Advertisement
Faktor Penentu Keberhasilan Budidaya Durian
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6578834/original/084195200_1779421747-durian.jpg)
Kecepatan durian memasuki masa berbuah bukan kebetulan, melainkan hasil kombinasi banyak faktor budidaya yang saling berkaitan. Faktor pertama adalah genetik bibit. Indonesia memiliki banyak varietas unggul, sehingga pekebun dapat memilih dari beragam jenis durian lokal yang cepat berbuah hingga varietas populer seperti Musang King dan Bawor. Pemilihan varietas yang adaptif terhadap kondisi lahan sangat menentukan produktivitas jangka panjang.
Faktor kedua adalah iklim dan penyerbukan. Mengutip How to Grow, durian umumnya diserbuki oleh kelelawar, sehingga di area yang jarang kelelawar penyerbukan dapat dibantu manual menggunakan kuas lembut pada malam hari. Berdasarkan keterangan PlotMyGarden, bunga durian tumbuh langsung dari batang dan cabang, sifat yang dikenal sebagai cauliflory, sementara bijinya bersifat rekalsitran sehingga harus segera ditanam beberapa hari setelah dikeluarkan dari buah. Pemahaman ini membantu pekebun mengelola pembungaan dan perbanyakan secara lebih akurat.
Faktor ketiga, dan sering diremehkan, adalah kesehatan tanah. Tanah yang kaya bahan organik membuat akar berkembang optimal dan mempercepat pembungaan. Bao Sheng Durian Farm, kebun durian ternama di Malaysia, dikutip dari durianhaven.com, menyatakan, "Rahasianya ada pada tanah. Pupuk organik akan memperbaiki tanah dengan menyeimbangkan tingkat pH-nya." Perbaikan struktur tanah secara berkelanjutan berdampak langsung pada kuantitas maupun kualitas buah.
Faktor terakhir adalah nilai ekonomi dan standar mutu yang menjadikan durian layak dibudidayakan secara serius. Tan Sri Zainal Dahalan, Ketua Otoritas Organisasi Petani (LPP) Malaysia, dikutip dari Malay Mail, menyatakan, "Ekonomi durian dapat menguntungkan semua pihak dalam rantai nilai, dari penyedia benih, petani, hingga pemasok pupuk."
Sebagaimana diungkapkan Diptia, keberhasilan budidaya dapat diukur melalui ukuran buah, kadar gula atau tingkat Brix, konsistensi hasil, serta kesehatan pohon secara keseluruhan. Untuk mengikuti perkembangan seputar tanaman durian dan tren informasi durian terbaru, pekebun dapat terus memperbarui wawasan agar hasil panen tetap kompetitif.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menanam Durian
Berapa lama pohon durian mulai berbuah setelah ditanam?
Waktunya bergantung pada jenis bibit dan perawatan. Bibit sambung atau okulasi umumnya mulai berbuah pada usia 3 hingga 5 tahun, sedangkan bibit dari biji baru berbuah setelah 7 hingga 8 tahun atau lebih. Varietas, kesuburan tanah, iklim, serta konsistensi pemupukan dan penyiraman turut memengaruhi kecepatan berbuah. Teknik budidaya yang tepat memang dirancang untuk menerapkan cara menanam durian agar cepat berbuah.
Apakah durian bisa ditanam di pekarangan atau di dalam pot?
Durian dapat dibudidayakan di pekarangan rumah asalkan lahannya cukup luas, karena akarnya menjalar dan tajuknya lebar. Menanam permanen di dalam pot tidak disarankan pot hanya cocok untuk pembesaran sementara sebelum bibit dipindah ke tanah. Banyak praktik budidaya durian di pekarangan rumah menegaskan bahwa durian sebaiknya ditanam langsung di tanah, dan setelah besar tetap harus dipindahkan ke lahan.
Lebih baik menanam durian dari biji atau dari bibit sambung?
Untuk tujuan produksi buah, bibit sambung lebih dianjurkan karena berbuah lebih cepat dan kualitasnya sesuai indukan. Tanaman hasil sambung lebih disukai karena berbuah lebih awal dan cenderung menghasilkan durian bermutu tinggi. Menanam dari biji memang lebih murah dan mudah, tetapi butuh waktu jauh lebih lama dengan hasil yang kualitasnya bervariasi.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329801/original/040098200_1787296595-HOAX__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4824890/original/015114700_1715084293-IMG_0156.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560136/original/057890300_1776659894-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-20T113652.901.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3033320/original/056331500_1580109526-20200127-Ekspresi-Peserta-Tes-CPNS-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344140/original/084749500_1788936883-Gemini_Generated_Image_t872cmt872cmt872.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343928/original/029365100_1788925942-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_09.14.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343054/original/075440100_1788842362-WhatsApp_Image_2026-09-08_at_11.15.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342609/original/043600500_1788780135-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335025/original/098290700_1787908288-01M13P9GMMKSCQF1Q36A5DTY1X.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289489/original/067820100_1783406531-Sentuhan_Kayu_dan_Pucuk_Merah_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343406/original/099928400_1788856015-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__15.25.08.jpg)