Ular Emprit Sering Masuk Rumah? Ini Cara Mengusirnya yang Aman Tanpa Racun

Waspada jika ular emprit sering masuk rumah. Kenali penyebabnya dan temukan cara mengusir ular ini dengan aman tanpa racun, menjaga keluarga tetap nyaman.

Diterbitkan 03 November 2025, 10:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Ular emprit atau dikenal juga sebagai ular cicak/ular genteng (Lycodon capucinus) adalah reptil yang sering ditemui di area pemukiman. Meski kerap membuat penghuni rumah khawatir, jenis ular ini umumnya tidak berbahaya dan banyak ditemukan di berbagai wilayah Indonesia seperti Sumatera, Jawa, Bali, hingga Kalimantan. Kemunculannya di sekitar rumah sering terjadi karena faktor lingkungan yang mendukung, mulai dari keberadaan cicak hingga celah bangunan.

Walau tidak berbisa, keberadaan Ular Emprit tetap perlu ditangani dengan tepat dan aman. Memahami penyebab ular ini masuk rumah membantu kita melakukan pencegahan efektif tanpa merusak ekosistem. Artikel ini akan membahas alasan ular ini muncul, tingkat bahayanya, serta panduan mengusirnya dengan cara aman dan tanpa bahan kimia. Simak informasi lengkapnya berikut ini.

5 Cara Mengusir Ular Emprit yang Sering Masuk Rumah dengan Aman Tanpa Racun

Mengusir ular emprit dari rumah harus dilakukan dengan cara yang aman, efektif, dan tanpa menggunakan racun. Pendekatan ini tidak hanya melindungi keluarga dan hewan peliharaan, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan. Berikut adalah lima metode yang dapat diterapkan:

1. Menjaga Kebersihan dan Kerapian Lingkungan Rumah

Langkah fundamental dalam mencegah ular emprit masuk rumah adalah dengan menjaga kebersihan dan kerapian, baik di dalam maupun di sekitar hunian. Ular menyukai tempat yang gelap, lembap, dan rimbun sebagai tempat berlindung dan bersembunyi.

Oleh karena itu, pastikan untuk memotong rumput secara teratur agar tidak terlalu tinggi, memangkas semak-semak yang rimbun, dan membersihkan tumpukan barang bekas seperti kayu, batu, atau dedaunan kering. Ular cenderung mencari tempat persembunyian yang gelap, lembap, dan rimbun, menjadikan area yang berantakan sebagai habitat ideal bagi mereka. Lingkungan yang bersih, terang, dan rapi akan membuat rumah kurang menarik bagi ular emprit, sehingga mereka enggan mendekat.

2. Menghilangkan Sumber Makanan Ular

Karena ular emprit adalah predator spesialis cicak dan kadal, serta kadang memangsa tikus kecil, mengurangi populasi mangsa ini di rumah akan secara signifikan mengurangi daya tarik bagi ular. Jika tidak ada makanan, ular tidak akan memiliki alasan untuk berlama-lama di area tersebut. Ular sering ditemukan di tempat tinggal hewan pengerat karena itu adalah salah satu sumber makanannya. 

Untuk diketahui, tikus merupakan salah satu sumber makanan utama bagi ular. Oleh sebab itu, ular bisa masuk ke rumah karena menemukan adanya sarang tikus. Pastikan tidak ada tikus yang berkeliaran di sekitar rumah dengan melakukan pengendalian hama rutin atau memasang perangkap tikus jika diperlukan. Selain itu, jangan membuang sampah makanan sembarangan karena dapat memancing hewan pengerat dan serangga, yang pada gilirannya menarik ular emprit.

3. Memanfaatkan Aroma yang Tidak Disukai Ular

Ular memiliki indra penciuman yang sangat sensitif melalui organ Jacobson mereka. Oleh karena itu, beberapa aroma menyengat tertentu dapat menjadi repelan alami yang efektif untuk mengusir mereka. 

  • Bawang Putih dan Bawang Bombay: Keduanya mengandung asam sulfonat yang sangat tidak disukai ular. Anda bisa menanamnya di sekitar rumah atau menaburkan campuran bawang putih/bombay yang sudah dihaluskan dengan garam di area yang rawan menjadi jalur masuk ular.
  • Kapur Barus (Naftalena): Bau menyengat dari kapur barus dapat mengiritasi sistem pernapasan ular. Letakkan kapur barus di sudut-sudut rumah, celah, atau area yang dicurigai sebagai jalur masuk ular. Namun, perlu kehati-hatian jika ada anak-anak atau hewan peliharaan karena kapur barus bisa beracun jika tertelan.
  • Minyak Cengkih dan Kayu Manis: Campuran minyak esensial ini memiliki aroma kuat yang tidak disukai ular. Anda bisa menyemprotkannya langsung ke ular dari jarak aman atau menggunakan diffuser di area yang sering dilewati ular.
  • Cuka: Cuka putih efektif mengusir ular, terutama di area dekat air seperti kolam renang atau saluran pembuangan. Tuangkan cuka di sekeliling area tersebut untuk menciptakan penghalang bau.
  • Cabai: Menaburkan bubuk cabai atau potongan cabai di sekitar rumah juga bisa menjadi cara yang ampuh karena baunya yang menyengat dan rasa pedasnya yang mengganggu bagi ular.

4. Menanam Tanaman Pengusir Ular

Beberapa jenis tanaman memiliki aroma atau karakteristik fisik yang tidak disukai ular, sehingga dapat berfungsi sebagai penghalang alami di sekitar rumah. 

  • Serai Wangi (Cymbopogon nardus): Tanaman ini mengeluarkan aroma kuat yang tidak disukai oleh ular. Menanam serai wangi di sekeliling pekarangan rumah dapat menciptakan zona penyangga yang efektif.
  • Lidah Mertua (Sansevieria): Bentuk daunnya yang tajam, keras, dan tegak membuat ular merasa tidak nyaman untuk melintasinya. Menempatkan tanaman lidah mertua di dekat pintu masuk atau jendela dapat menjadi penghalang fisik.
  • Mint (Mentha spp.): Aroma menyengat dari daun mint juga efektif dalam mengusir ular. Tanaman ini bisa ditanam di pot atau langsung di tanah sekitar rumah.

Penggunaan tanaman ini tidak hanya mengusir ular tetapi juga mempercantik pekarangan rumah.

Ular dapat masuk ke dalam rumah melalui celah sekecil apapun. Oleh karena itu, inspeksi menyeluruh dan penutupan semua celah atau lubang pada bangunan adalah langkah pencegahan yang sangat penting. Periksa dan tutup setiap celah di dinding, pondasi, sekitar pipa, di bawah pintu, dan jendela.

Gunakan dempul, semen, atau kawat kasa untuk menutupi lubang-lubang tersebut. Memasang penutup celah di bawah pintu atau jendela juga dapat mencegah ular menyelinap masuk. Selain itu, perbaiki kerusakan pada atap atau genteng yang longgar, serta pastikan saluran pembuangan air dan got memiliki saringan yang rapat. Langkah-langkah ini akan meminimalkan jalur masuk bagi ular emprit, sehingga rumah menjadi lebih aman dan terlindungi dari invasi reptil ini.

Alasan Ular Emprit Sering Masuk Rumah

Ular emprit memiliki beberapa alasan kuat mengapa mereka kerap ditemukan di dalam atau sekitar rumah warga. Faktor-faktor ini berkaitan erat dengan kebutuhan dasar mereka untuk bertahan hidup, yaitu mencari makanan, tempat berlindung, dan kondisi lingkungan yang mendukung.

1. Mencari Mangsa (Cicak dan Kadal)

Salah satu daya tarik utama bagi ular emprit untuk masuk rumah adalah ketersediaan mangsa. Ular ini merupakan predator spesialis cicak dan kadal kecil, yang populasinya sangat melimpah di dalam dan sekitar bangunan. Keberadaan cicak yang berkeliaran di dinding atau plafon rumah menjadi undangan terbuka bagi ular emprit untuk berburu.

Dengan demikian, rumah yang banyak dihuni cicak atau kadal secara otomatis akan menjadi target perburuan bagi ular emprit. Mengurangi populasi mangsa ini menjadi salah satu kunci untuk mencegah kedatangan ular.

2. Mencari Tempat Berlindung dan Kehangatan

Sebagai reptil berdarah dingin, ular emprit membutuhkan sumber panas eksternal untuk mengatur suhu tubuhnya. Rumah menawarkan banyak tempat persembunyian yang hangat dan aman, terutama saat cuaca dingin atau musim hujan. Tempat-tempat seperti rangka genteng, plafon, sudut rumah, di bawah lemari es, belakang mesin cuci piring, atau di balik tumpukan barang menjadi lokasi ideal bagi ular untuk bersembunyi.

Ular emprit juga dikenal sebagai “ular genteng” karena kemampuannya memanjat dan merambat di sekitar genteng rumah. Ular ini “bisa memanjat dinding vertikal memanfaatkan tekstur-tekstur dan lekukan yang terbatas, meski tidak bisa menempel seperti cicak. Ini memungkinkan mereka mengakses area tinggi di rumah yang seringkali hangat dan tersembunyi.

3. Perubahan Habitat dan Lingkungan Rimbun

Pembangunan dan perubahan fungsi lahan yang masif seringkali mengikis habitat alami ular. Akibatnya, ular terpaksa mencari tempat baru untuk hidup dan mencari makan, termasuk di area pemukiman manusia. Ini menunjukkan bahwa invasi ular ke rumah seringkali merupakan respons terhadap hilangnya lingkungan aslinya.

Selain itu, lingkungan rumah yang rimbun dengan semak tinggi, tumpukan kayu, bebatuan, atau dedaunan kering juga sangat menarik bagi ular. Area-area ini menyediakan tempat persembunyian yang aman dari predator dan cuaca ekstrem. Menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan sekitar rumah sangat penting untuk menghilangkan daya tarik ini.

4. Celah dan Lubang pada Bangunan

Ular memiliki kemampuan luar biasa untuk menyelinap melalui celah yang sangat kecil. Bahkan, celah seukuran pensil sudah cukup bagi ular emprit untuk masuk ke dalam rumah. Mereka memanfaatkan celah-celah di sekitar pintu, jendela, tembok retak, atau lubang lainnya untuk mencari akses masuk. Oleh karena itu, pemeriksaan rutin dan penutupan celah atau lubang pada bangunan menjadi langkah krusial dalam mencegah ular emprit masuk ke dalam rumah.

Apakah Ular Emprit Berbahaya?

Meskipun sering masuk rumah dan menimbulkan kepanikan, ular emprit (Lycodon capucinus) umumnya tidak berbahaya bagi manusia. Pemahaman yang benar mengenai karakteristik ular ini dapat membantu mengurangi rasa takut dan memungkinkan penanganan yang lebih tenang dan aman.

1. Tidak Berbisa

Ular emprit tergolong sebagai ular non-bisa. Jenis giginya adalah Aglypha, yang berarti tidak memiliki taring bisa. Ini berbeda dengan ular berbisa yang memiliki taring khusus untuk menyuntikkan racun. Meskipun demikian, ular ini mungkin akan mencoba menggigit jika merasa terancam, terpojok, atau dipegang. Namun, gigitannya tidak mengandung racun dan tidak menimbulkan rasa sakit yang signifikan atau efek medis yang serius. Paling-paling, gigitan ular emprit hanya akan menyebabkan luka kecil seperti goresan yang dapat diobati dengan pertolongan pertama sederhana.

2. Ukuran Tubuh

Ular emprit memiliki ukuran tubuh yang relatif kecil hingga sedang. Ular dewasa umumnya memiliki panjang sekitar 60-70 cm. Panjang maksimumnya bisa mencapai 76 cm. Ukuran ini jauh lebih kecil dibandingkan ular besar seperti sanca, sehingga ular emprit tidak memiliki kemampuan untuk melilit atau melumpuhkan manusia. Kecilnya ukuran tubuh ini juga berkontribusi pada minimnya bahaya yang ditimbulkan. Ular ini tidak akan menimbulkan ancaman fisik yang serius bagi orang dewasa maupun anak-anak.

3. Perilaku

Ular emprit memiliki sifat nokturnal, artinya mereka aktif mencari makan di malam hari. Mereka cenderung menghindari kontak dengan manusia dan akan berusaha melarikan diri jika merasa ada kehadiran. Perilaku defensif ini berarti ular emprit hanya akan menggigit sebagai upaya terakhir untuk membela diri ketika merasa terpojok atau dipegang. Memahami perilaku ini penting agar kita tidak panik dan dapat menangani situasi dengan tenang, menghindari tindakan yang dapat memprovokasi ular.

People Also Ask

1. Apa itu Ular Emprit dan apakah berbahaya bagi manusia?

Jawaban: Ular emprit atau ular cicak adalah jenis ular yang sering ditemukan di pemukiman. Ular ini tidak berbisa dan gigitannya tidak berbahaya bagi manusia, hanya menyebabkan luka kecil jika merasa terancam.

2. Mengapa Ular Emprit sering masuk ke dalam rumah?

Jawaban: Ular emprit masuk rumah untuk mencari mangsa seperti cicak dan kadal, mencari tempat berlindung yang hangat, serta akibat perubahan habitat dan adanya celah pada bangunan.

3. Bagaimana cara mengusir Ular Emprit dari rumah tanpa menggunakan racun?

Jawaban: Cara aman mengusir ular meliputi menjaga kebersihan rumah, menghilangkan sumber makanan (cicak/tikus), memanfaatkan aroma tidak disukai ular (bawang, cuka), menanam tanaman pengusir ular, dan menutup celah bangunan.

4. Tanaman apa saja yang bisa mengusir Ular Emprit?

Jawaban: Tanaman yang efektif mengusir ular emprit antara lain serai wangi, lidah mertua, dan mint karena aroma atau karakteristik fisiknya yang tidak disukai ular.

5. Apakah gigitan Ular Emprit berbisa?

Jawaban: Tidak, ular emprit memiliki jenis gigi Aglypha yang berarti tidak memiliki taring bisa, sehingga gigitannya tidak mengandung racun dan tidak berbahaya bagi manusia.