Liputan6.com, Jakarta Seorang politisi India telah menjadi topik pembicaraan karena mengeluarkan pernyataan yang kontroversial. Trivendra Singh Rawat, yang juga mantan Menteri Utama negara bagian Uttarakhand membuat pernyataan yang mengejutkan banyak orang.
Melansir dari Hindustan Times, menurut pria itu, virus Covid-19 adalah organisme hidup yang punya hak untuk hidup. Pernyataan tersebut tak hanya menuai ejekan dari para pemimpin oposisi di negara itu, tapi juga mengejutkan banyak orang. Terutama mengingat bagaimana virus itu telah membuat India kacau balau belakangan ini.
Advertisement
Â
Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:
Pernyataan kontroversial
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/3442325/original/051478300_1619604541-IMG_20210428_161445.jpg)
"Kalau kita bicara filosofis, maka virus Covid-19 juga merupakan organisme hidup yang ingin hidup dan berhak hidup layaknya manusia."
Demikian pernyataan Rawat seperti dikutip dari sesi wawancara denggan salah satu saluran berita lokal.
"Namun, kita (manusia, red) menganggap diri kita lebih cerdas daripada organisme hidup lainnya. Kita sekarang mengejarnya dan untuk melarikan diri, virus terus berubah bentuknya.
Â
Advertisement
Dicerca lawan politiknya
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/3433380/original/005831000_1618826031-IMG_20210419_152301.jpg)
Kongres Uttarakhand tak terkesan dengan pernyataan Rawat dan banyak yang menghina klaim tersebut. Salah satunya adalah wakil presiden Kongres Uttarakhand Suryakany Dhasmana.
"Apa yang dikatakan Rawat, yang adalah mantan menteri negara bagian, tidak lain adalah bodoh dan tidak masuk akal. Dia sudah gila dan tidak punya penglihatan, karena itu dia tiba-tiba digantikan oleh partainya."
Â
Dianggap memalukan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3097069/original/020875100_1586332642-corona_ilustrasi.jpg)
Sekretaris negara bagian Uttarakhan dari Indian Medical Association (IMA) Dr Ajay Khanna turut mengecam Rawat dengan mengatakan, "Itu memalukan dan menghina semua orang yang kehilangan nyawanya karena virus mematikan itu."
Uttarakhand, sebuah negara bagian di India utara, sama seperti bagian lain negara itu, telah mengalami peningkatan kasus Covid-19 yang telah menyebabkan sistem perawatan kesehatannya berada di ambang kehancuran. Pada 15 Mei, lebih dari 4.100 orang telah terbunuh karena virus itu di Uttarakhand saja.
Â
Advertisement
Bukan kali pertama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3290384/original/002336400_1604821802-8_November_2020-3.jpg)
Rawat tidak asing dengan kontroversi. Pada tahun 2019 lalu, seperti dilansir The Hindustan Times , dia mengejutkan orang-orang dengan mengklaim bahwa sapi adalah satu-satunya hewan yang menghirup dan menghembuskan oksigen.
Pada bulan Maret tahun ini, partai yang berkuasa di India, Partai Bharatiya Janata (BJP) mengeluarkannya dari partai tersebut, yang diyakini secara luas karena tindakannya yang gegabah dan kontroversial.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295706/original/066644800_1783939615-cek_fakta_-_prasetyo_hadi_umumkan_dana_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317894/original/043579200_1786076765-Screenshot_2026-08-07_110222.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318485/original/050923200_1786098399-Cek_fakta_-_blt_umkm_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3457565/original/096362800_1621230062-india.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411690/original/061832400_1479707390-India.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4958108/original/084997400_1727840128-20241002-Topan_Kraton-AFP_5.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Buku dari Warga untuk Warga di HUT Jakarta](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/EyKU3eLgkKpcPpD5ZVoZieqU4Qo=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8583700/original/080762500_1782546052-Prof_Tjandra_Yoga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8303352/original/055143700_1782168148-Sidang_kasus_korupsi_wastafel_Covid-19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3910505/original/020707300_1642741792-20220121-FOTO---BERBAGI-SAYURAN-HERMAN-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579807/original/001907400_1778075970-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5421566/original/097314800_1763950193-WhatsApp_Image_2025-11-24_at_09.07.44.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3334658/original/040696600_1609125218-martin-sanchez-Tzoe6VCvQYg-unsplash.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: 75 Mutasi Varian Baru COVID-19 Cicada](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/reSd7PVafZjUwHScr4SWjBnOLrk=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542694/original/067258800_1774950743-WhatsApp_Image_2026-03-31_at_3.38.47_PM.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Varian Baru Lagi COVID-19, Kini BA.3.2 'Cicada' dan Sudah Masuk Variant Under Monitoring](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/qRruizMJKhQEA4WLv378Rz_SNKw=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5541266/original/050683200_1774856802-WhatsApp_Image_2026-03-30_at_14.26.27.jpeg)