Sukses

Kabar Gembira, Harapan Baru Elang Jawa yang Terancam Punah

Liputan6.com, Bogor - Kabar baik dari kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Bogor (TNGHS). Ada penambahan populasi Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) setelah menetas seekor anakan baru di habitat aslinya.

Tim CSR Perlindungan Keanekaragaman Hayati PT. Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI), menyaksikan seekor anak burung Elang Jawa, yang baru lahir pada 8 Juli 2020, di kandang yang dihibahkan oleh PT. PPLI kepada Kepala Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak beberapa waktu lalu.

Menetasnya Parama, begitu nama si bayi Elang Jawa ini diberikan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Dr. Siti Nurbaya Bakar, sebuah nama yang berarti paling unggul.

Peristiwa bersejarah dan menggembirakan ini merupakan sebuah awal kesuksesan program kerjasama konservasi Elang Jawa PT. PPLI di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Bogor.

"PPLI menghibahkan kandang Elang dengan ukuran panjang 20 meter lebar 10 meter tinggi 17 meter dan ternyata desain kandang tersebut mampu membiakkan Elang Jawa. Kepedulian PPLI akan kelestarian alam dalam hal ini konservasi Elang Jawa akan ditindak lanjuti dengan dijalinnya kerjasama konservasi Elang Jawa selama tiga tahun ke depan," kata Manajer Local Stakeholders & Security PT. PPLI, Ahmad Farid dalam keterangan persnya, Kamis (13/8/2020).

 

2 dari 4 halaman

Perkembangan Bayi Elang Selalu Dipantau

Ahmad Farid menambahkan, "Sebagai bagian dari komitmen kepada masyarakat sekitar kawasan konservasi, selain pembiakan, pemeliharaan sarana dan membuat riset, kedepannya PT. PPLI juga akan mengembangkan program CSR untuk masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan ini."

Untuk mengontrol kegiatan konservasi ini, PT. PPLI dapat melihat melalui CCTV perkembangan si bayi Elang Jawa dan juga melaporkan secara bulanan progres kegiatan perlindungan keanekaragaman hayati lainnya yang dicocokkan dengan rencana kegiatan tahunan CSR PT. PPLI.

3 dari 4 halaman

Perlu Memiliki Kandang Baru untuk Upaya Konservasi Elang Jawa

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Ahmad Munawir, S.Hut., MSi. mengatakan bahwa kegiatan pemeliharaan konservasi Elang Jawa ke depannya, standar kandangnya akan merujuk pada kandang yang dihibahkan PT. PPLI yang berukuran panjang 20 meter lebar 10 meter dan tinggi 17 meter, dan terbuat dari baja dan jaring nilon.

“Kejadian kawin, bertelur dan mengerami secara alami sampai menetas di kandang rehabilitasi berstandar seperti yang dihibahkan PT. PPLI ini, menjadi sangat penting dalam upaya konservasi Elang Jawa yang saat ini masuk kategori jenis satwa terancam punah Endangered Species menurut Red List yang diterbitkan oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN)," tegas Ahmad Munawir.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: