Sukses

Kucing Virtual Dijual hingga Ratusan Juta Rupiah, Kamu Mau Beli?

Liputan6.com, Jakarta - Memiliki hewan peliharaan virtual sudah tidak asing lagi bagi kita. Sejak zaman tamagotchi hingga kini, konsep peliharaan virtual memikat banyak orang untuk ikut memelihara dan bermain dengan binatang maya.

Kini ada binatang virtual yang mencengangkan banyak orang karena kemahalannya. Game ini membuat pemainnya rela mengeluarkan uang ratusan juta rupiah demi seekor kucing virtual.

CryptoKitties, merupakan sebuah permainan yang tampilannya sederhana, tidak serumit game yang ada di permainan playstation dan sejenisnya. Permainan ini menjadikan kita sebagai peternak kucing virtual yang memiliki harga fantastis. Game ini menjadi pembicaraan hangat dan sangat populer meskipun baru dibuat beberapa bulan lalu.

Menurut beberapa perkiraan, lebih dari 6.000 orang telah melakukan perdagangan kucing virtual di dalam game ini, dengan total volume transaksi melebihi $ 7 juta atau Rp 94,8 miliar sepanjang pekan lalu.

CryptoKitties adalah game yang di ciptakan oleh Aksioma Zen dan berjalan di platform Ethereal. Untuk bertransaksi kucing virtual di game ini, pemain harus menggunakan uang virtual yang dinamakan Ethereum. Ethereum adalah uang virtual yang paling populer setelah Bitcoin.

 

 

1 dari 2 halaman

Kucing Virtual Seharga 55 Juta Rupiah Bisa Menjadi Rp 854 Juta

Pemain menggunakan token Ethereum (koin digital yang disebut Eter) untuk membayar kucing virtual. Ketika mereka membeli kucing, mereka bisa mengembangbiakkannya dan menghasilkan yang baru. Nilai seekor hewan ditentukan oleh sifat-sifatnya dan juga generasinya. "Generasi nol" menjadi generasi asli yang diciptakan oleh Aksioma Zen sebagai pebuat gim tersebut. Setiap kucing memiliki identitas unik. 

Harga kucing berkisar antara 270 ribu rupiah sampai lebih dari 700 juta rupiah. Lonjakan harga seekor kucing virtual ini menjadi ketertarikan orang untuk memainkan gim ini. Pernah ada seekor kucing virtual yang bernama “Kitten number 23”, terjual seharga 55 juta rupiah. Namun dua hari kemudian harga "Kitten number 23" menjadi 434 juta rupiah. Bahkan, keesokan harinya "Kitten number 23" dibayar seharga 854 juta rupiah.

Setiap pemain tidak perlu khawatir dengan uang virtual mereka yang ada di dalam gim ini. Gim ini memiliki sistem blockchain. Blockchain adalah bank di dunia virtual. Melalui blockchain uang yang kita masukan ke gim dan transaksi di dalam gim akan dicatat di dalam blockchain

Semua transaksi dan penyimpanan data terjamin keamanannya karena tereplikasi di seluruh jaringan blockchain. Sehingga untuk mengubah satu data, maka si peretas juga harus mengubah data yang sama di semua komputer pengguna yang lain di saat yang sama.

Hal ini sangat tidak mungkin untuk dilakukan. Blockchain bersifat seperti sebuah buku besar di mana semua transaksi bersifat transparan dan bisa dicek oleh semua orang, sehingga kredibilitasnya dapat dipastikan.

Saat ini, masalah bagi Ethereum adalah popularitas gim CryptoKitties yang melonjak memenuhi jaringannya dan memperlambat kecepatan transaksi. 

 

Penulis

Reza Sugiharto

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

Artikel Selanjutnya
Simak Deretan Mobil dan Motor Mewah yang Mejeng di IIMS 2018
Artikel Selanjutnya
Masih Laris, Berapa Diskon Mitsubishi Xpander di IIMS 2018?