Apa Arti Yareu? Istilah Korea Viral di Konten Mukbang TikTok dan Cara Menggunakannya

Apa arti yareu? Kenali makna istilah Korea viral di konten mukbang TikTok, asal-usul dari Kwon Hoe Hoon, dan cara menggunakannya di media sosial.

Diterbitkan 28 Juni 2026, 09:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Belakangan ini, kata "yareu" menjadi sangat populer di berbagai platform media sosial, terutama TikTok dan Instagram. Banyak orang yang bertanya-tanya apa arti yareu, khususnya setelah mendengar kata ini diucapkan oleh para kreator konten mukbang Korea dengan ekspresi khas yang menggemaskan.

Kata yareu (야르) sebenarnya tidak memiliki arti khusus dalam bahasa Korea standar. Meski begitu, istilah ini mulai dikenal dan menyebar ke berbagai negara sebagai salah satu bahasa gaul Korea yang digunakan untuk menunjukkan ekspresi kegembiraan atau antusiasme, terutama ketika seseorang menikmati makanan yang lezat.

Dilansir dari Wikipedia, kata mukbang (먹방; meokbang) sendiri merupakan gabungan dari dua kata dalam bahasa Korea, yaitu meokneun (먹는) yang berarti "makan" dan bangsong (방송) yang berarti "siaran".

Dari budaya mukbang inilah istilah yareu kemudian dikenal dan menyebar ke berbagai negara, hingga menjadi salah satu bagian dari tren kuliner digital yang digemari oleh jutaan orang. Memahami arti yareu juga dapat membantu kamu menikmati berbagai konten mukbang Korea yang sedang populer dengan lebih mudah.

Apa Arti Yareu dalam Bahasa Korea?

Pertanyaan mengenai apa arti yareu kerap muncul di kolom pencarian karena banyak penonton konten mukbang yang penasaran. Secara linguistik, yareu bukanlah kata yang tercantum dalam kamus bahasa Korea resmi. Istilah yareu bisa dikategorikan sebagai kata slang atau bahasa gaul yang sedang populer. Pakar bahasa menilai kata ini tergolong interjeksi atau kata seru, yakni ungkapan ekspresif yang dipakai untuk menambah efek dramatis tanpa memiliki makna leksikal yang baku.

Sebagaimana dikutip dari Korea Compass, bahasa Korea memiliki singkatan dan slang yang unik dan kreatif, yang telah berkembang menjadi berbagai bentuk seperti initialisme, slang, neologisme, dan pinjaman dari bahasa asing. Yareu termasuk dalam kategori neologisme, yakni istilah baru yang muncul akibat perubahan budaya dan teknologi digital. Neologisme seperti ini mencerminkan tren linguistik terbaru dari generasi muda Korea dan menyebar dengan sangat cepat.

Dalam konteks penggunaannya, remaja Korea biasanya menggunakan yareu untuk mengekspresikan rasa kagum, terkejut, atau sekadar menunjukkan suasana hati. Dalam konteks mukbang, kata ini bisa dianggap sebagai cara santai untuk menunjukkan betapa lezatnya makanan yang sedang disantap. Sehingga, arti yareu bisa dipahami sebagai seruan positif yang sepadan dengan ungkapan seperti "yum!", "wow, enak banget!", atau sekadar ekspresi kekinian untuk membangun antusiasme.

Kata yareu juga dianggap sebagai bentuk onomatope atau mimetik, yaitu kata yang menirukan bunyi atau ekspresi tanpa makna khusus. Fenomena semacam ini sejatinya lazim dalam dinamika bahasa gaul Gen Z, di mana sebuah kata bisa menjadi viral tanpa memerlukan definisi formal. Mengacu pada Kylian.ai, bahasa slang Korea berevolusi secepat perkembangan media sosial dan mencerminkan nuansa kultural yang sering kali luput dari bahasa formal.

Asal-Usul Kata Yareu dan Peran Kwon Hoe Hoon

Menelusuri asal-usul yareu tak bisa dilepaskan dari sosok seorang kreator mukbang Korea Selatan. Kreator mukbang pertama yang memopulerkan kata yareu masih menjadi perdebatan hangat di kalangan warganet. Namun, kebanyakan orang beranggapan bahwa kreator mukbang yang membuat kata ini viral adalah Kwon Hoe Hoon. Ia merupakan YouTuber asal Korea Selatan yang aktif mengunggah konten kuliner sejak 2015.

Hoe Hoon sering mengunggah konten mukbang dengan berbagai menu lezat. Uniknya, durasi video yang ia unggah tergolong singkat, di bawah 10 menit. Hoe Hoon kerap menggunakan kata yareu untuk mengungkapkan betapa enaknya makanan yang disantapnya. Kata tersebut ia sampaikan dengan ekspresi wajah yang disertai kedipan mata, seakan mengutarakan kepuasannya atas hidangan tersebut. Gaya ini kemudian menjadi ciri khas yang mudah dikenali dan ditiru oleh banyak kreator lainnya.

Berdasarkan penelusuran dari situs berbahasa Korea khti.tistory.com, selain kata yareu, Kwon Hoe Hoon juga memiliki ciri khas unik lainnya. Ia sering menggunakan idiom kreatif untuk menggambarkan makanan, seperti [nama makanan]+s, yummy, dan haveski. Seluruh elemen ini membentuk persona kontennya yang ekspresif dan spontan, menjadikan yareu semakin mudah diingat penonton.

Mulanya hanya di kalangan subscriber Kwon Hoe Hoon, lalu penggunaan yareu menjalar sampai ke negara-negara lain. Wajar saja, mengingat mukbang memang salah satu jenis konten yang paling digemari secara global. Yareu kini juga dipakai oleh anak muda dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Banyak kreator konten yang ikut menirukan gaya ucapan ini ketika membuat video makanan. Di Indonesia sendiri, beberapa kreator seperti Janice Kaori turut mengadaptasi tren yareu dengan sentuhan kuliner lokal.

Cara Menggunakan Ekspresi Yareu di Media Sosial

Bagi kamu yang ingin ikut meramaikan tren ini, memahami cara menggunakan yareu dengan tepat sangat penting agar konten terasa autentik. Umumnya, kata yareu digunakan sebagai bagian akhir suatu kalimat sehingga terasa seperti hook di dalam konten. Susunan kalimat yang biasa dipakai ialah "Yorobun, onereun mukbangen [nama makanan], yareu!" yang berarti "Semuanya, hari ini mukbang-nya [nama makanan], yareu!" Berikut langkah-langkah praktis yang bisa kamu ikuti:

  1. Siapkan makanan dan posisi nyaman. Pastikan makanan yang akan kamu nikmati terlihat jelas di dalam frame video. Angkat makanan yang mudah dipegang agar lebih menarik secara visual.
  2. Ucapkan kalimat pembuka khas mukbang. Gunakan sapaan "Yorobun!" (여러분, artinya "semuanya") diikuti dengan nama makanan yang akan disantap.
  3. Serukan "Yareu!" dengan penuh semangat. Ucapkan kata yareu di akhir kalimat sambil menatap kamera dengan ekspresi bahagia dan antusias.
  4. Tambahkan kedipan mata. Saat kata yareu terucap, seseorang biasanya akan menambahkan ekspresi tertentu, seperti kedipan mata. Gerakan ini menjadi signature yang membuat konten semakin ikonik.
  5. Gunakan kata penguat jika perlu. Tak jarang, mereka juga menambahkan kata lain sebagai penguat, seperti "Jinjja daebak" yang berarti "benar-benar luar biasa".
  6. Selamat menikmati makanan. Setelah menyerukan yareu, langsung santap hidangan dengan ekspresi menikmati. Suara kunyahan yang jelas juga bisa menambah daya tarik konten TikTok kamu.

Perlu diingat bahwa yareu bersifat fleksibel dan tidak terbatas hanya pada konten mukbang saja. Meskipun awalnya populer dalam konten mukbang, yareu kini digunakan dalam berbagai jenis konten sebagai cara mengekspresikan antusiasme atau kepuasan. Fleksibilitas ini membuat yareu semakin populer di kalangan content creator.

Fenomena Yareu dalam Budaya Mukbang Digital

Viralnya yareu tidak bisa dipisahkan dari besarnya pengaruh budaya mukbang di ranah digital. Mukbang pertama kali menjadi populer di platform AfreecaTV di Korea Selatan sebelum akhirnya menyebar ke YouTube dan media sosial lainnya.

Sebuah studi yang tercatat di National Library of Medicine, dikutip dari The Cardinal Times, menemukan bahwa konten mukbang "telah menjadi bentuk hiburan populer karena dapat meredakan perasaan isolasi dengan menciptakan kesan makan bersama." Dalam ekosistem inilah istilah-istilah seperti yareu tumbuh subur dan menyebar lintas negara.

Dalam artikel Distraction Magazine, Dr. Paddieh Lovan, adjunct professor di University of Miami sekaligus ahli nutrisi, menyebut bahwa mukbang memiliki "semacam globalisasi makanan". Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana konten makan asal Korea mampu melampaui batas geografis dan memperkenalkan berbagai budaya kuliner kepada audiens global.

Seiring berkembangnya fenomena mukbang di media sosial, berbagai istilah khas yang muncul dari komunitas tersebut, termasuk kosakata populer seperti yareu, turut semakin dikenal oleh penonton di berbagai negara. Dengan lebih dari 5,3 juta video TikTok menggunakan tagar #mukbang, fenomena mukbang telah menjadi salah satu kekuatan budaya digital yang tidak dapat diabaikan.

Mengacu pada penelitian yang dipublikasikan di Atlantis Press berjudul The Use of Neologism and Trending Habits among Generation Z in Korea, artikel tersebut mengeksplorasi kebiasaan dan tren umum di kalangan Generasi Z di Korea, dengan fokus khusus pada penggunaan neologisme dan pengaruh platform media sosial.

Generasi Z yang sering disebut sebagai individu yang lahir antara 1997 dan 2003, dikenal karena penggunaan media sosial yang ekstensif dalam berbagai aspek kehidupan mereka. Yareu merupakan salah satu produk dari ekosistem linguistik digital yang terus bertumbuh ini.

Sampai sekarang, kata yareu terus dipakai di berbagai konten kuliner, baik di Korea maupun di Indonesia. Meski tidak punya arti baku, kata ini berhasil menjadi bagian dari tren budaya digital yang membuat interaksi di media sosial jadi lebih seru. Di Indonesia, tren ini turut diadaptasi dengan sentuhan lokal, di mana kreator menggabungkan yareu dengan makanan khas Nusantara seperti sate, pempek, atau martabak.

Kata Slang Korea Lainnya yang Populer Selain Yareu

Memahami apa arti yareu tentu akan lebih lengkap jika kamu juga mengenal kosakata slang Korea lainnya yang kerap digunakan dalam percakapan sehari-hari maupun konten media sosial. Sebagaimana disampaikan situs 90DayKorean.com, tren media sosial di Korea bergerak sangat cepat, dan memahami istilah-istilah ini penting untuk menangkap apa yang sedang tren di TikTok Korea. Berikut beberapa kata slang Korea populer yang sering terdengar:

  1. Daebak (대박) — Berarti "wow" atau "hebat", biasa dipakai untuk menunjukkan kegembiraan atau keterkejutan. Istilah ini sering muncul bersamaan dengan yareu dalam konten mukbang.
  2. Hwaiting (화이팅) — Diambil dari bahasa Inggris fighting yang berarti semangat. Kata ini lazim diucapkan sebagai penyemangat di berbagai situasi.
  3. Aegyo (애교) — Dipakai untuk menggambarkan tingkah lucu seperti anak kecil. Konsep aegyo sangat melekat dalam budaya hiburan Korea.
  4. Kol (콜) — Ungkapan yang menyatakan persetujuan, misalnya "Tentu!" atau "Oke, setuju!"
  5. Heol (헐) — Kata yang diucapkan saat merasa kaget, mirip seperti OMG dalam bahasa Inggris.
  6. Menbung (멘붕) — Singkatan dari frasa mental buggoe yang berarti stres atau mengalami mental breakdown.
  7. Jonmat (존맛) — Mengacu pada situs Migaku, istilah jonmat mencerminkan budaya makanan Korea yang masif. Kata ini berarti "sangat lezat" dan sering dipakai di konten kuliner.

Semua istilah di atas memiliki kesamaan dengan yareu, yakni lahir dari budaya digital dan percakapan informal anak muda Korea. Bahasa slang Korea memenuhi tiga fungsi penting yaitu menandakan kesadaran kultural, membangun rasa kebersamaan sosial, dan menunjukkan kecanggihan linguistik di luar kemampuan buku teks. Memahami slang-slang ini akan membuat pengalaman menikmati konten Korea, mulai dari frasa viral di TikTok hingga drama dan K-Pop, terasa jauh lebih menyenangkan.

Baca juga: 50+ Kata-kata Gaul dan Artinya, Variasi Bahasa Slang Kekinian

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Yareu

Apa arti yareu dalam bahasa Korea?

Kata yareu (야르) sebenarnya tidak memiliki makna yang jelas dalam bahasa Korea. Istilah yareu bisa dikategorikan sebagai kata slang atau bahasa gaul yang sedang populer. Remaja Korea biasanya menggunakannya untuk mengekspresikan emosi tertentu, misalnya rasa terkejut atau kagum. Dalam konteks mukbang, yareu berfungsi sebagai seruan positif yang menunjukkan kenikmatan saat menyantap makanan.

Siapa yang pertama kali mempopulerkan kata yareu?

Kata yareu menjadi populer berkat kreator mukbang Korea Selatan, Kwon Hoe Hoon, yang sering mengucapkannya saat menemukan makanan yang sangat enak. Ungkapan ini berfungsi untuk menunjukkan betapa ia menikmati hidangannya. Meski demikian, siapa pencetus pertama kata ini masih diperdebatkan di kalangan warganet.

Bagaimana cara menggunakan yareu dengan benar?

Yareu biasanya diucapkan di akhir kalimat pembuka konten mukbang, dengan format "Yorobun, onereun mukbangen [nama makanan], yareu!" sambil mengedipkan sebelah mata. Kata ini dilafalkan dengan nada ceria dan penuh semangat. Meskipun awalnya populer dalam konten mukbang, yareu kini bisa digunakan dalam berbagai jenis konten sebagai cara mengekspresikan antusiasme. Tidak ada aturan baku, sehingga kamu bebas menggunakannya selama konteksnya positif dan menyenangkan.

Baca juga: Bucin Artinya dalam Bahasa Gaul dan Istilah Kekinian Lainnya

Tren yareu membuktikan bagaimana satu kata sederhana mampu menyatukan jutaan orang dari berbagai latar belakang budaya melalui kegembiraan universal: menikmati makanan lezat. Walaupun tidak memiliki arti resmi, yareu berhasil menjadi bagian dari budaya digital yang membuat interaksi di media sosial terasa lebih seru. Fenomena ini juga mengingatkan kita bahwa bahasa gaul di era digital akan terus bertumbuh, membawa warna baru dalam cara kita berkomunikasi dan terhubung satu sama lain.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang oleh redaksi dengan menggunakan Artificial Intelligence