Matsama Artinya Masa Ta'aruf Siswa Madrasah, Ini Pengertian, Tujuan, dan Manfaatnya

Matsama artinya Masa Ta'aruf Siswa Madrasah, berikut ini adalah pengertian tujuan, serta manfaatnya.

Diterbitkan 28 Juni 2026, 09:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Matsama artinya Masa Ta'aruf Siswa Madrasah, yakni masa orientasi atau kegiatan pertama masuk sekolah untuk pengkondisian agar siswa baru merasa senang, nyaman, dan bahagia. Kegiatan ini termasuk kegiatan transisi agar siswa benar-benar secara mental siap mengikuti proses pembelajaran di lingkungan belajar yang baru.

Matsama dilaksanakan di setiap jenjang pendidikan yang berada di lingkungan Kementerian Agama mulai dari tingkat RA, MI, MTs, dan MA. Memahami matsama artinya penting bagi setiap orang tua dan calon peserta didik baru agar bisa mempersiapkan diri menghadapi hari-hari pertama di lingkungan madrasah secara optimal.

Matsama merupakan kegiatan pengenalan lingkungan madrasah bagi peserta didik baru, dan dalam konteks pendidikan umum, kegiatan serupa dikenal dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Keduanya sama-sama bertujuan memfasilitasi proses adaptasi siswa dengan lingkungan pendidikan yang baru secara positif, aman, dan inspiratif.

Pengertian Matsama dan Asal Kata Ta'aruf

Matsama adalah singkatan dari Masa Ta'aruf Siswa Madrasah, yaitu proses pengenalan lingkungan madrasah bagi siswa baru yang berlangsung pada awal tahun ajaran. Kata ta'aruf sendiri secara harfiah artinya saling mengenal satu sama lain. Dalam tradisi Islam, konsep ta'aruf menekankan pentingnya membangun hubungan melalui proses saling mengenal yang penuh adab dan kehangatan, sehingga menciptakan ikatan yang kuat antarindividu di lingkungan baru.

Matsama adalah sebuah kegiatan orientasi atau pengenalan lingkungan madrasah bagi siswa baru yang bertujuan untuk pengkondisian agar siswa baru merasa senang, nyaman, dan bahagia dengan lingkungan belajar yang baru. Oleh karena itu, madrasah harus membuat pengalaman pertama yang sangat berkesan secara positif kepada siswa baru.

Dalam konteks pendidikan madrasah, ta'aruf memiliki arti lebih luas dari sekadar "pengenalan" karena ia menjadi ajang menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah, penguatan karakter, serta pelatihan hidup bersosial di bawah naungan nilai keislaman dan kebangsaan. Berbeda dengan masa orientasi di sekolah umum, Matsama memiliki pendekatan yang lebih humanis, religius, dan mendidik.

Dilansir dari Teachers Institute, "orientasi adalah layanan bimbingan formal yang diberikan kepada siswa baru, dirancang untuk membuat siswa mengenal lingkungan sekolah, sejarah, tradisi, aturan, program akademik, dan fasilitas pendukung." Prinsip yang sama mendasari pelaksanaan Matsama di seluruh madrasah Indonesia, dengan tambahan dimensi spiritual yang menjadi ciri khas pendidikan karakter madrasah.

Baca juga: Apa Itu Orientasi? Kenali Tujuannya di Lingkungan Sekolah dan Kerja

Tujuan Utama Pelaksanaan Matsama di Madrasah

Tujuan utama dari Matsama adalah membangun suasana belajar yang kondusif, menanamkan nilai-nilai karakter Islami, serta mempererat hubungan antara siswa, guru, dan lingkungan madrasah. Pelaksanaan kegiatan ini diatur melalui petunjuk teknis resmi yang diterbitkan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama.

Berdasarkan juknis pelaksanaan Matsama, berikut tujuan-tujuan utama yang hendak dicapai:

  1. Mengenalkan lingkungan belajar baru. Peserta didik baru dikenalkan terkait lingkungan belajar yang baru, mengenali keadaan diri dan sosialnya agar memiliki kesiapan mental dan dapat mudah menyesuaikan diri dalam mengikuti proses pembelajaran selanjutnya.
  2. Menumbuhkan kebanggaan terhadap madrasah. Tujuannya menumbuhkan kebanggaan kepada para siswa-siswi baru terhadap madrasah, memahami nilai-nilai madrasah, mencintai dan menjaga nama baik almamaternya.
  3. Mengenalkan nilai moderasi beragama. Matsama bertujuan mengenalkan nilai-nilai moderasi beragama, menumbuhkan budaya dan jiwa inklusif tidak eksklusif, ramah, anti kekerasan dan bullying, anti pelecehan seksual, dan menghargai harkat-martabat kemanusiaan.
  4. Membangun pola hidup sehat. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mengenalkan pola kebiasaan hidup bersih, sehat, dan halal di lingkungan madrasah, menumbuhkan sikap disiplin dan tanggung jawab, serta mental mandiri berprestasi.
  5. Membangun hubungan sosial positif. Matsama bertujuan membantu siswa menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, memahami kurikulum dan kegiatan madrasah, serta membangun hubungan yang baik dengan guru-guru dan teman-teman.
  6. Membentuk karakter Islami sejak dini. Seluruh kegiatan diarahkan untuk membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia, berdisiplin, dan cinta madrasah.

Baca juga: 5 Alasan Pentingnya MPLS untuk Siswa Baru

Materi yang Disampaikan Selama Kegiatan Matsama

Melalui kegiatan Matsama, siswa baru diperkenalkan dengan lingkungan madrasah, tata tertib, kebiasaan, sistem pembelajaran, budaya yang terdapat di madrasah, guru, tenaga kependidikan, keunikan dan keunggulan madrasah, serta nilai-nilai prinsip tata kehidupan bagi warga madrasah agar tercipta iklim belajar yang kondusif sarat dengan nilai-nilai akhlakul karimah.

Merujuk pedoman Matsama terbaru dari Kementerian Agama, berikut lima materi wajib yang harus disampaikan selama pelaksanaan:

  1. Kemadrasahan. Materi ini bertujuan agar peserta didik baru mengenal lebih dekat tempat mereka akan menimba ilmu sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap almamaternya, termasuk profil singkat madrasah, visi-misi, sejarah, dan keunggulan sekolah.
  2. Nilai-nilai Madrasah (Akhlak). Materi ini menitikberatkan pada pembentukan cara berpikir, bersikap, dan bertindak sesuai dengan karakter kekhasan dunia madrasah. Termasuk etika bergaul dengan guru, karyawan, dan teman sebaya.
  3. Madrasah-ku Surga-ku. Sejalan dengan komitmen Kemenag menciptakan ruang belajar yang inklusif dan humanis, materi ini wajib diberikan guna mencegah berbagai tindakan negatif di lingkungan sekolah, meliputi edukasi tentang bullying dan cara menghindarinya.
  4. Moderasi Beragama. Sebagai ciri khas utama di bawah Kementerian Agama, materi ini penting untuk menanamkan pemahaman keagamaan yang inklusif, toleran, dan selaras dengan komitmen kebangsaan, termasuk penerimaan utuh terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
  5. Budaya Hidup Sehat (Ekoteologi). Materi penutup ini diarahkan untuk membangun kemandirian, kedisiplinan, serta kesadaran siswa terhadap kebersihan lingkungan sekitar.

Seluruh rangkaian kegiatan Matsama harus didesain sedemikian rupa sehingga memberi pengalaman yang menyenangkan, membahagiakan, dan tidak menegangkan. 

Baca juga: Pertanyaan untuk MPLS yang Bantu Siswa Mengenal Lebih Jauh Tentang Sekolah

Perbedaan Matsama dengan MPLS dan MOS

Banyak orang tua dan siswa baru bertanya tentang perbedaan antara Matsama, MPLS, dan MOS. Meskipun ketiganya sama-sama merupakan kegiatan orientasi bagi peserta didik baru, terdapat perbedaan mendasar yang perlu dipahami. 

Berikut perbandingan ketiganya secara rinci:

  1. Matsama (Masa Ta'aruf Siswa Madrasah). Kegiatan orientasi khusus untuk lembaga pendidikan madrasah di bawah naungan Kementerian Agama. Matsama memiliki pendekatan yang lebih humanis, religius, dan mendidik dibandingkan program serupa di sekolah umum. Cakupannya meliputi jenjang RA, MI, MTs, dan MA.
  2. MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah). Perubahan nama dari MOS menjadi MPLS terjadi pada tahun 2016 melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru. Kegiatan ini berlaku di sekolah umum di bawah Kemendikbud.
  3. MOS (Masa Orientasi Siswa). Seiring berjalannya waktu, praktik-praktik yang terjadi di MOS sering kali menimbulkan kontroversi, karena banyak kasus yang diidentikkan dengan perilaku perpeloncoan atau intimidasi terhadap siswa baru. Istilah ini kini sudah tidak digunakan lagi secara resmi.
  4. Naungan kelembagaan. Matsama berada di bawah regulasi Kementerian Agama, sementara MPLS berada di bawah Kementerian Pendidikan. Penyelenggaraan Matsama perlu merujuk dalam Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 dan petunjuk teknisnya yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.
  5. Muatan keagamaan. Matsama memiliki muatan keislaman yang kental, termasuk tadarus Al-Qur'an, salat berjamaah, dan materi moderasi beragama. MPLS lebih berfokus pada aspek umum pengenalan lingkungan sekolah.
  6. Anti kekerasan. Seluruh kegiatan Matsama harus bersifat mendidik, tidak menimbulkan ketakutan, serta menghormati hak dan martabat peserta didik, dan tidak diperkenankan ada praktik yang menjurus pada kekerasan fisik maupun psikis.

Baca juga: 140 Caption untuk MPLS Bagi Siswa Baru

Manfaat Mengikuti Kegiatan Matsama bagi Siswa Baru

Pelaksanaan Matsama memberikan dampak positif yang signifikan bagi perkembangan mental, sosial, dan akademik peserta didik baru. New Student Orientation (NSO) dirancang untuk membangun pemahaman siswa terhadap ekspektasi dan rutinitas serta membangun rasa aman dan koneksi melalui aktivitas pembangunan komunitas. 

Berikut sejumlah manfaat nyata dari kegiatan Matsama yang perlu diketahui:

  1. Mengurangi kecemasan siswa baru. Siswa yang baru masuk sekolah mungkin merasa gugup tentang hari pertama mereka, dan menerima gambaran awal dalam suasana yang mendukung memberi mereka perasaan percaya diri serta mengurangi ketidakpastian.
  2. Meningkatkan kesiapan mental. Saat memasuki tahun pelajaran baru, siswa baru akan merasa penasaran dan cemas karena akan memasuki ekosistem baru; oleh karena itu, warga madrasah harus mampu menghadirkan suasana yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
  3. Mempercepat adaptasi sosial. Dengan menghubungkan siswa dengan teman sebayanya selama orientasi, organisasi dapat memastikan siswa baru mampu bertemu berbagai orang dan menjalin kenalan.
  4. Membangun rasa memiliki. Dengan kegiatan Matsama, diharapkan para peserta didik dapat beradaptasi dengan cepat dan tumbuh rasa memiliki terhadap madrasah.
  5. Meningkatkan keterlibatan akademik. Orientasi siswa berperan krusial dalam mempersiapkan siswa untuk keterlibatan di kelas, membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan belajar, dan mendorong partisipasi aktif, sehingga sesi orientasi yang terencana baik dapat menentukan nada seluruh pengalaman akademik.
  6. Menanamkan karakter dan nilai-nilai Islami. Seluruh rangkaian kegiatan Matsama diharapkan mencerminkan nilai-nilai keislaman seperti kejujuran, kedisiplinan, kerja sama, serta tanggung jawab.
  7. Mencegah perilaku negatif. Dengan meningkatnya rasa aman dan prediktabilitas, guru melihat lebih sedikit masalah perilaku saat sekolah dimulai karena siswa merasa lebih terhubung dengan sekolah.

Baca juga: 100 Kata-Kata untuk Mempromosikan Sekolah yang Menarik

Tips Mengikuti Matsama agar Mendapat Manfaat Maksimal

Mengikuti Matsama dengan persiapan yang matang akan membantu siswa baru mendapatkan pengalaman awal yang berkesan di madrasah. Tidak hanya menjadi sekadar formalitas, Matsama dapat menjadi momen transformatif jika dijalani dengan sikap yang tepat. Orientasi siswa baru dirancang untuk membangun pemahaman siswa terhadap ekspektasi dan rutinitas sekolah, serta membangun rasa koneksi melalui aktivitas komunitas.

Setiap peserta Matsama diharapkan mampu memanfaatkan momen ini dengan sebaik-baiknya. Dalam pelaksanaan Matsama, peran orang tua siswa sangat penting, dan orang tua diharapkan memberikan dukungan dalam bentuk izin dan pengawasan terhadap putra-putrinya. Berikut beberapa tips praktis yang dapat diterapkan selama kegiatan berlangsung.

Bersikap terbuka dan antusias menjadi kunci utama agar siswa dapat membangun koneksi sosial dengan cepat. Siswa perlu menyesuaikan diri dengan lingkungan baru agar dapat belajar dengan nyaman di sekolah. Sebab, beberapa siswa masih merasa kesulitan beradaptasi dan mengalami rasa canggung, gugup, asing, atau takut ketika berada di lingkungan yang belum mereka kenal. Langkah sederhana seperti mengikuti setiap kegiatan secara aktif, memperkenalkan diri kepada teman baru, dan mencatat informasi penting dari setiap sesi materi akan membuat proses adaptasi lebih lancar.

Selain itu, siswa perlu memanfaatkan Matsama untuk memahami sistem penilaian dan kurikulum madrasah, mengenal seluruh fasilitas yang tersedia, serta membangun hubungan baik dengan guru dan kakak kelas. Orientasi dirancang untuk menjawab pertanyaan sebelum pertanyaan itu diajukan dan menyediakan solusi sebelum masalah terjadi, sehingga dengan perencanaan yang tepat, orientasi seharusnya meredakan kecemasan dan mempersiapkan siswa baru untuk meraih kesuksesan.

Baca juga: Keseruan Kegiatan MPLS untuk Siswa Baru

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Matsama

Apa kepanjangan dan arti Matsama?

Matsama adalah sebuah singkatan dari Masa Ta'aruf Siswa Madrasah, yakni program pengenalan siswa baru dengan lingkungan sekolah/madrasah yang baru, baik pengenalan dengan tenaga pendidik, kependidikan, sarana dan prasarana serta kegiatan-kegiatan yang ada di sekolah/madrasah seperti OSIS, Pramuka, PMR, dan Ekstrakurikuler. Kegiatan ini berlangsung di awal tahun ajaran baru pada seluruh jenjang madrasah di Indonesia.

Berapa lama kegiatan Matsama dilaksanakan?

Kegiatan Matsama dilaksanakan selama minimal 3 hari pada minggu pertama tahun pelajaran, namun madrasah berhak memperpanjang sesuai kebutuhan. Kegiatan dilakukan pada jam sekolah dan di lingkungan madrasah. Beberapa madrasah bahkan melaksanakan Matsama hingga empat atau lima hari tergantung pada kebijakan masing-masing lembaga.

Apakah kegiatan Matsama wajib diikuti oleh semua siswa baru madrasah?

Matsama merupakan persyaratan mutlak yang harus diikuti oleh calon siswa untuk bisa menjadi siswa dan mengikuti proses pembelajaran selanjutnya. Pedoman Matsama menjadi instrumen penting dalam membentuk karakter siswa baru sejak hari pertama mereka masuk madrasah, dan dengan pendekatan yang edukatif, religius, serta inklusif, Matsama diharapkan mampu menciptakan pengalaman awal yang positif.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang oleh redaksi dengan menggunakan Artificial Intelligence