Kumpulan Hoaks Terkait Peristiwa di Pati, Simak Daftarnya

Peristiwa di kota tertentu seperti Pati kerap diiringi hoaks, simak daftarnya dalam artikel ini!

Diterbitkan 08 Mei 2026, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hoaks kerap mewarnai peristiwa di kota tertentu tak terkecuali Pati. Hoaks ini menyebar melalui media sosial maupun aplikasi percakapan.

Lalu apa saja hoaks tersebut? Berikut beberapa di antaranya:

1. Cek Fakta: Hoaks Kemenag Mewajarkan Kasus Pencabulan Santri di Pati

Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan yang mengklaim Kemenag mewajarkan kasus pencabulan santri di Pati. Postingan itu beredar sejak tengah pekan ini.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 6 Mei 2026.

Dalam unggahannya terdapat foto Menag Nasaruddin Umar dengan narasi:

"Kemenag menegaskan pencabulan 50 santri di Pati bukan termasuk kejahatan agama melainkan nafsu manusiawi, itu wajar"

Akun itu menambahkan narasi:

"Menteri Agama ngomong bukan kejahatan agama.

Mana jempolnya dan komennya wahai netizen."

Lalu benarkah postingan yang mengklaim Kemenag mewajarkan kasus pencabulan santri di Pati? Simak dalam artikel berikut ini...

3. Cek Fakta: Hoaks Wartawan Meninggal Saat Liput Aksi Demo di Pati

Beredar di media sosial unggahan ada wartawan yang meninggal dunia saat meliput demo warga di Pati, Jawa Tengah pada Rabu 13 Agustus 2025. Demo ini menuntut Bupati Pati Sudewo mundur karena kebijakannya yang dianggap arogan dan tidak berpihak pada rakyat.

Postingan itu beredar di Facebook pada 13 Agustus 2025.

Berikut isi unggahannya:

"Innalillahi wa inna lillahi rojiun Tlah meninggal dunia wartawan yg meliput aksi demo di pati . Mas husein juga pingsan semoga baik2 saja . demo pati hilang nyawa aksi polri tni

Korban ada 3

1 wartawan

2 anak2

#fotoviral#demopati#jangkauanluas#fyp #jangkauan #semuaorang"

Unggahan tersebut juga menyertakan kartu pers dari media Tuturpedia.

Benarkah postingan ada wartawan meninggal saat meliput demo di Pati? Simak dalam artikel berikut ini...

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.