Sukses

6 Hoaks Seputar Covid-19 dalam Sepekan

Liputan6.com, Jakarta- Informasi hoaks seputar Covid-19 masih terus beredar di tengah masyarakat, isinya pun beragam ada yang informatif hingga menimbulkan kekhawatiran penerimannya. 

Agar tidak menjadi korban informasi hoaks, kita perlu teliti memastikan terlebih dahulu informasi yang beredar.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri sejumlah informasi seputar Covid-19, hasilnya informasi tersebut palsu alias hoaks.

Berikut 6 informasi hoaks seputar Covid-19 dalam sepekan:

1. Tidak Perlu Terapkan Protokol Kesehatan usai Divaksin Covid-19

Beredar di media sosial postingan terkait ajakan untuk tidak menerapkan protokol kesehatan usai mendapatkan vaksin Covid-19. Postingan ini ramai dibagikan sejak pekan lalu.

Salah satu akun yang mempostingnya bernama Gaes Pardi. Dia mengunggahnya di Facebook pada 16 Januari 2021.

Dalam postingannya terdapat foto mantan komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai dengan tulisan isi UU Kesehatan RI Nomor 36 tahun 2009 bagian kesatu pasal 5. Sedangkan di narasi postingan bertuliskan sebagai berikut:

"VAKSIN ITU ARTINYA ZAT YG SENGAJA DIBUAT UNTUK MEMBUAT KEKEBALAN TUBUH TERHADAP PENYAKIT TERTENTU.JADI,VAKSIN COVID19 YG DISUNTIKKAN KE DALAM TUBUH ANDA TUJUANNYA AGAR TUBUH ANDA KEBAL TERHADAP VIRUS COVID19.

JIKA ANDA SUDAH DISUNTIK VAKSIN COVID19, MAKA ANDA TIDAK PERLU LAGI PAKEK MASKER,CUCI TANGAN,DUDUK BERJAUHAN DAN SEBAGAINYA KARENA ANDA SUDAH KEBAL TERHADAP VIRUS COVID19.

TAPI,JIKA ANDA SUDAH DI SUNTIK VAKSIN COVID19, TAPI MASIH SAJA DISURUH PAKEK MASKER,DISURUH CUCI TANGAN,DUDUK BERJAUHAN DAN SEBAGAINYA,BERARTI YG DISUNTIKKAN KE ANDA ITU BUKAN VAKSIN TAPI VAKCIN(VALUTA KEUANGAN CINA)...

VAKSIN KALAU NGAK MEMBUAT KITA KEBAL DARI VIRUS,ITU SIH VAKSIN BOHONG BOHONGAN.."

Lalu benarkah ajak untuk tidak menerapkan protokol kesehatan usai mendapatkan vaksin Covid-19?

 

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, postingan yang mengajak untuk tidak menerapkan protokol kesehatan usai mendapat vaksin Covid-19 adalah tidak benar.  

 

2. Gelang Warna-Warni Ini Bisa Menangkal Virus Corona Covid-19

 

Klaim gelang penangkal covid-19. (Twitter)

Pada 20 Januari 2021, pengguna Twitter atas nama @Ammarah_07 menggunggah sebuah klaim yang menebut gelang warna-warni bisa menangkal virus corona Covid-19 yang setahun ini menghantui dunia.

Begini narasi yang dibuat oleh @Ammarah_07:

"Only these bands will save us from Corona Virus".

Bila diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi:

"Hanya gelang ini yang bisa menyembuhkan kita dari Virus Corona".

Lalu, benarkah klaim kalung warna-warni itu bisa menangkal covid-19?.

Klaim yang menyebut gelang warna-warni Power Balance bisa menangkan Covid-19 adalah hoaks. Faktanya, persepsi ini mempengaruhi pola pikir yang menggunakannya.

 

3. Resep Murah Meriah Obat untuk Membunuh Covid-19

Tangkapan layar dari klaim uap panas yang dicampur minyak kayu putih bisa membunuh covid-19.

Beredar sebuah video yang mengklaim resep paling ampuh untuk membunuh Covid-19. Resep membunuh Covid-19 yang dimaksud, yakni menghirup uap panas yang sudah dicampurkan minyak kayu putih.

Di dalam video berdurasi 51 detik tersebut, tampak seorang pria paruh baya sedang menghirup uap panas dari ketel. Dia juga mengklaim kalau uap panas yang dihirupnya sudah ditambahkan dengan minyak kayu putih.

Pria paruh baya itu pun mengklaimnya sebagai resep murah meriah untuk membunuh Covid-19 .

Begini perkataan yang dikeluarkan pria paruh baya dalam video tersebut:

"Membunuh virus corona paling yahud. Joosss.

Ketel uap diberi minyak kayu putih.

Inilah resep murah meriah.

(pria paruh baya itu menghirup uap panas dari ketel)

Saya berasa batuk-batuk langsung hilang.

(pria paruh baya itu menghirup uap panas dari ketel)"

Lalu, benarkah uap panas yang dicampur minyak kayu putih bisa membunuh Covid-19 seperti dalam klaim video tersebut?

Klaim uap panas yang dicampur minyak kayu putih bisa membunuh Covid-19 adalah tidak benar. Belum ada uji klinis pada minyak kayu putih bisa menyembuhkan atau menangkal virus corona Covid-19.

 

4. Video 48 Orang Tewas di Korsel dan 23 di Norwegia setelah Divaksin Covid-19

 

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video 48 orang tewas di Korsel dan 23 di Norwegia setelah divaksin Covid-19

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim 48 orang tewas di Korea Selatan (Korsel) dan 23 di Norwegia setelah divaksin Covid-19.

Klaim 48 orang tewas di Korsel dan 23 di Norwegia setelah divaksin Covid-19 diunggah akun Facebook Wahyu DA, pada Sabtu (16/1/2021).

Akun Facebook Wahyu DA mengunggah tangkapan layar halaman muka vido di YouTube berjudul "BERITA TERBARU HARI INI ~ 48 ORANG DIKORSEL, 23 ORANG NORWEGIA TE.WAS SETELAH DI VAKSIN CORO.NA" yang diunggah akun YouTube CATATAN HITAM.

Benarkah klaim 48 orang tewas di Korsel dan 23 di Norwegia setelah divaksin Covid-19? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com,  klaim video 48 orang tewas di Korsel dan 23 di Norwegia setelah divaksin Covid-19 sebagian salah.

Informasi yang ada dalam video tersebut tidak sesuai antara narasi yang disajikan dengan video, terdapat informasi yang salah dan ada sebagian yang benar.

 

5. Danramil di Gresik Meninggal Dunia Setelah Disuntik Vaksin Covid-19

Beredar pesan berantai di WhatsApp yang menyebut Kasdim 0817/Gresik Mayor Inf Sugeng Riyadi meninggal dunia setelah mendapat vaksin covid-19 buatan China, Sinovac.

Kabar itu beredar di WhatsApp Group sejak Minggu (17/1/2021). Disebutkan juga kalau Kasdim 0817/Gresik Mayor Inf Sugeng Riyadi proses pemakaman bakal dilakukan pada Senin (18/1/2021) yang diklaim meninggal akibat vaksin covid-19 .

"Inalillahi wainalillahi roziun. Vaksin pertama, Kasdim 0817 Gresik, Mayor Sugeng Riyadi.tadi malam Dan ramil kebumas gresik meninggal akibat siangnya disuntik vaksin...pagi ini proses pemakaman...hati2 bahaya vaksin ini nyata."

Informasi itu disertai dengan foto dengan pria berseragam TNI yang mendapat lingkaran biru. Pria bereseragam TNI itu diklaim sebagai Kasdim 0817/Gresik Mayor Inf Sugeng Riyadi.

Lalu, benarkah Kasdim 0817/Gresik Mayor Inf Sugeng Riyadi meninggal dunia setelah mendapat vaksin covid-19 pada Minggu (17/1/2021)?

Klaim Kasdim 0817/Gresik Mayor Inf Sugeng Riyadi meninggal dunia setelah mendapat vaksin covid-19 adalah informasi hoaks. Sugeng Riyadi masih dalam keadaan sehat.

Pria berbaju TNI yang yang dilingkari adalah Alm Mayor (Har) Kav Gatot Supriyono, Jabatan Danramil 0817/07 Kebomas, yang meninggal dunia karena serangan jantung dan belum mendapat vaksin covid-19.

 

6. Foto Ini Perubahan Wajah Sebelum dan Sesudah Divaksin Covid-19

 

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim foto perubahan wajah sebelum dan sesudah divaksin Covid-19

 Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim foto perubahan wajah sebelum dan sesudah divaksin Covid-19.

Klaim foto perubahan wajah sebelum dan sesudah divaksin Covid-19 diunggah Binta Wulan Lintang, pada 19 Januari 2021.

Foto yang diunggah menampilkan dua wanita dengan wajah yang terlihat muda di sebelah kiri disertai dengan tulisan "Sebelum" dan wajah wanita nampak tua dan keriput pada sebelah kanan dengan tulisan "Sesudah". Di antara foto tersebut terdapat tulisan "VAKSIN".

Foto tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Cebong pasti siap utk di vaksin Sinovac. Malu dong jadi cebong kalau sampai gk mau di vaksin?? ..."

Benarkah klaim foto perubahan wajah sebelum dan sesudah divaksin Covid-19?.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim foto perubahan wajah sebelum dan sesudah divaksin Covid-19 tidak benar.

Foto tersebut beredar sebelum progam vaksinasi Covid-19 dimulai, pada 13 Januari 2021.

2 dari 3 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

3 dari 3 halaman

Simak Video Berikut