Sukses

Live Report Dunia Darurat Wabah Virus Corona, Fakta Vs Hoaks

Liputan6.com, Jakarta - Berawal dari Wuhan di China, Virus Corona (2019-nCoV) atau Covid-19 kini menyebar ke seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat, Jerman, Prancis, Australia, dan Rusia.

Kematian pertama akibat Virus Corona di luar China dilaporkan terjadi di Filipina pada Minggu 2 Februari 2020.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan Virus Corona sebagai darurat kesehatan global, karena wabah terus menyebar ke sejumlah negara di luar China.

"Alasan utama penyataan ini bukanlah apa yang terjadi di China, tetapi apa yang terjadi di negara lain," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus seperti dikutip dari BBC.

Jumlah kasus positif Virus Corona telah melampaui penyebaran SARS, yang menginfeksi 8.098 orang dan memicu 774 kematian sejak November 2002 hingga Juli 2003.

Sejumlah ilmuwan, seperti dikutip dari New York Times, berpendapat, Virus Corona 2019-nCoV memiliki kecenderungan menjadi pandemik yang melingkari dunia. Namun, para ahli belum bisa memperkirakan seberapa mematikan virus corona baru tersebut.

Ikuti perkembangan berita terkini mengenai pernyebaran Virus Corona di seluruh dunia dalam Live Report Liputan6.com:

 

2 dari 20 halaman

3 Februari 2020

Benarkan Virus Corona Sampai ke Mal Taman Anggrek?

HOAKS: Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia membantah kabar yang menyebut ada kasus Virus Corona di Mal Taman Anggrek.

KBRI Kuala Lumpur Keluarkan Imbauan Tak Konsumsi Produk China?

HOAKS: Pihak KBRI Kuala Lumpur membantah mengeluarkan imbauan tak mengonsumsi produk China, terkait Virus Corona (2019-nCoV) yang sedang mewabah.

Informasi ini beredar di grup-grup WhatsApp:

Innalillahi wa Inna Illaihi roji'unAssalammu'alaikum Wr WbBreaking News : Meneruskan info dr Ibu2 Dubes KBRI KL Tolong beritahu adek2, suami, isteri dan semua teman2 Perhatian ; Mulai saat ini jangan makan pruduksi luar dulu apa pun jenis nya , khususnya produksi luar negeri cina Karena kemungkinan besar pekerja pabrik tersebut pengidap virus carona dan bisa jadi jatuh keringat mereka masuk ke dalam kalengan2 itu , serta virus corona yg saat ini masih jadi masalah besar dunia telah diketahui DepKes dunia sehingga makanan tersebut telah banyak di sita tpi lebih banyak yg sdh terlajur diekspor juga, Setelah terima ini cepat kirim ke saudara2 n teman2 semua. Agar tidak konsumsi makanan apapun yg dari luar..... Demi keselamatan kita semua. Info dr ibu dubes KBRI ( Kementrian Kesehatan RI) {semoga bermanfaat}. Mohon bantu share ya..ūüôŹūüôŹ[ ‚Äľ‚ÄľWARNING‚Äľ‚ÄľTolong disebar luas kan Mohon ijin info Ikatan Dokter Indonesia (IDI), menginformasikan bahwa saat ini wabah mematikan hanya butuh penanganan cepat dan masih banyak makanan yg produksi luarInfo:RS Fatmawati , RSCM , RS Siloam , All RS Nara sumber :Dr. H. Ismuhadi, MPH

Mohon dishare, sayangi keluarga anda.

Saat dikonfirmasi Liputan6.com, pihak KBRI Kuala Lumpur (KL) membantah mengeluarkan imbauan tersebut.

"Ini hoax ya. Ibu-ibu Dharma Wanita KBRI KL termasuk Ibu Dubes tidak pernah membuat pernyataan seperti itu," ujar Agung Cahaya Sumirat dari Fungsi Pensosbud KBRI Kuala Lumpur kepada Liputan6.com, Senin (3/2/2020)."

Baca selengkapnya di tautan ini.

Thailand Temukan Obat Coronavirus?

BELUM TERKONFIRMASI: Dokter di Thailand mengaku berhasil menggunakan campuran anti-virus yang digunakan untuk merawat flu dan HIV untuk merawat pasien Virus Corona.

Beredar kabar yang menyebut bahwa Thailand berhasil menemukan obat Virus Corona (2019-nCoV). Benarkah demikian?

Seperti dikutip dari situs France24.com, seorang perempuan China yang terinfeksi virus corona Wuhan menunjukkan pemulihan yang dramatis setelah dirawat menggunakan cocktail atau campuran anti-virus yang digunakan untuk merawat flu dan HIV, demikian diungkap Kementerian Kesehatan Thailand.

Pasien berusia 71 tahun tersebut bahkan dinyatakan negatif virus corona, 48 jam setelah dokter memberikan campuran tersebut.

"Hasil uji laboratorium yang awalnya positif virus corona berubah negatif dalam 48 jam, kata Dokter Kriengsak Attipornwanich dalam konferensi pers yang digelar Kementerian Kesehatan Thailand, seperti dikabarkan AFP.

"Ia yang awalnya kelelahan, bisa duduk di tempat tidur 12 jam kemudian."

Para dokter di Thailand mengombinasikan obat anti-flu oseltamivir dengan lopinavir dan ritonavir--antivirus yang digunakan untuk merawat pasien dengan HIV.

Meski demikian, Kriengsak menambahkan, Kementerian Kesehatan sedang menunggu hasil riset untuk membuktikan temuan mereka itu secara klinis.

Thailand mendeteksi 19 kasus terkonfirmasi Virus Corona Wuhan. Sejauh ini 8 pasien pulih dan kembali ke rumah, sementara 11 lainnya masih dirawat di rumah sakit.

Virus Corona Bisa Menular Lewat Kotoran Manusia?

BENAR: Sejumlah ilmuwan di China menemukan kemungkinan mode penularan virus corona baru (2019-nCoV), yakni lewat perantaraan kotoran manusia. 

Berdasarkan penelitian ahli, Virus Corona yang telah merenggut nyawa lebih dari 360 orang di China dapat ditularkan melalui sistem pencernaan dan kotoran manusia, demikian menurut ilmuwan seperti dikutip kantor berita China, Xinhua.

Praktik kebersihan yang buruk, kurangnya sanitasi, tanah dan air yang terpolusi materi kotoran manusia atau kontaminasi makanan memungkinkan penularan rute faecal-oral tersebut atau dari materi kotoran manusia ke mulut atau sistem pencernaan orang lain.

Para ahli dari Renmin Hospital, yang menjadi bagian dari Wuhan University dan Wuhan Institute of Virology of the Chinese Academy of Sciences menemukan bahwa gejala awal dari beberapa pasien yang terinfeksi virus corona adalah diare, bukan demam -- yang merupakan gejala yang lebih umum.

Tim peneliti menemukan asam nukleat virus dalam kotoran dan penyeka rektum pasien.

Penularan Virus Corona Bisa Lewat Tatapan Mata? 

SALAH: Endang Budi Hastuti, Kepala Sub Direktorat Penyakit Infeksi Emerging Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengatakan bahwa virus corona tidak menular lewat tatapan mata.

Seiring dengan semakin banyaknya negara yang menyatakan kasus infeksi virus corona terhadap warga mereka, merebak pula kabar simpang siur seputar penyebaran virus tersebut.

Salah satu informasi yang berkembang di masyarakat baru-baru ini virus corona bisa menyebar lewat tatapan mata. Anggapan tersebut muncul usai seorang pakar mengatakan bahwa virus tersebut bisa menginfeksi lewat mata.

Dikutip dari laman Mirror, Wang Guangfa, seorang dokter Tiongkok yang pernah membantu mengatasi SARS tahun 2003 menyatakan bahwa dia sempat terinfeksi virus yang menyerang pernapasan ini karena tidak menggunakan kacamata pelindung.

Sejak saat itu, berkembang anggapan bahwa hanya dengan tatapan mata, novel coronavirus bisa menyebar. Benarkah demikian?

Endang Budi Hastuti, Kepala Sub Direktorat Penyakit Infeksi Emerging Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengatakan bahwa virus corona tidak menular lewat tatapan mata.

Baca selengkapnya di tautan ini.

11.20 WIB

Jumlah kasus terkonfirmasi Virus Corona 2019-nCoV mencapai 17.373, 362 orang meninggal

Sementara, 486 pasien dinyatakan pulih.

FAKTA: Sumber dari JHU CSSE 

3 dari 20 halaman

4 Februari 2020

Jurus China Hadapi Virus Corona

Duta Besar China untuk Indonesia, Xiao Qian mengatakan bahwa sejak wabah Virus Corona pertama kali menyebar, para ahli-ahli dari Tiongkok terus melakukan penelitian terkait asal-usul dari virus tersebut. Ahli-ahli di China saat ini masih berupaya keras untuk menemukan obat yang bisa membunuh virus tersebut.

"Untuk sementara, ahli-ahli di Tiongkok sedang mengkombinasikan cara-cara tradisional Tiongkok dan Barat supaya mereka secepatnya menemukan vaksin dan obat terkait. Kami sangat berharap bahwa ini bisa datang lebih awal," ungkap Duta Besar China untuk Indonesia, Xiao Qian. 

Saat ini, laboratorium nasional China juga telah melakukan langkah penelitian secara ilmiah. Mereka telah mengisolasikan tiga strain virus yang nantinya bisa saja digunakan menjadi bahan vaksin. 

Selain itu, institut terkait di Akademi Ilmu Pengetahuan China juga sudah menyaring beberapa obat yang bisa menghambat perkembangan Virus Corona. 

Kematian Kedua Akibat Virus Corona 2019-nCoV di Luar China Daratan

TERKONFIRMASI: Hong Kong melaporkan kematian pertama karena infeksi Virus Corona pada Selasa (4/2/2020) dini hari. Kasus ini juga merupakan kematian kedua di luar China Daratan, setelah Filipina mengonfirmasi korban jiwa pada 2 Febuari lalu.

Pihak berwenang mengatakan, pasien terinfeksi yang meninggal di Hong Kong merupakan seorang pria berusia 39 tahun dari Wuhan, tempat Virus Corona pertama kali berasal, seperti dilansir Aljazeera.

Serial Kartun The Simpsons Ramalkan Wabah Virus Corona pada 1993?

SALAH: Tidak ada bukti yang mendukung klaim bahwa The Simpsons telah memprediksi wabah Virus Corona (2019-nCoV) pada 1993.

Sejumlah penggemar The Simpsons mengklaim bahwa serial kartun komedi asal Amerika Serikat itu telah meramalkan terjadinya wabah Virus Corona 2019-nCoV 27 tahun lalu.

Dalam eposide yang ditayangkan pada tahun 1993, sebuah virus yang dinamakan Osaka Flu digambarkan mewabah di Springfield setelah warganya memesan jus dari Jepang.

Klaim tersebut menyebar liar di internet setelah para penggemar mulai menyamakan episode berjudul 'Marge in Chains' itu dengan wabah yang kini menyebar.

Adegan dalam serial tersebut menunjukkan cairan jus dikemas ke dalam kemasan kotak oleh para pekerja yang sakit dan batuk -- yang kemudian mengirimkan virus itu ke Negeri Paman Sam. "Jangan bilang pengawas kalau aku flu ya," kata salah satu pekerja dalam adegan itu.

Meski dalam adegan tersebut digambarkan asal flu berasal dari Osaka, sementara Virus Corona 2019-nCoV bermula di China, para penggemar bergeming. Mereka membanjiri Twitter dengan diskusi yang membahas kesamaan adegan di The Simpsons dengan wabah Virus Corona.

Sejumlah penggemar bahkan mengedit tulisan 'Osaka Flu' menjadi 'Coronavirus' dalam film tersebut.

Update Penyebaran Virus Corona

Hingga Selasa 4 Februari 2020, pukul 11.20 WIB, ada 20.589 kasus Virus Corona 2019-nCoV yang terkonfirmasi di dunia, 427 meninggal dunia, 644 pulih.

Sumber: JHU CSSE

4 dari 20 halaman

5 Februari 2020

Update Terkini Penyebaran Virus Corona

UPDATE: Hingga 5 Februari 2020 pukul 11.00 WIB, jumlah kasus terkonfirmasi virus corona adalah 24.505, meninggal 493, dan 902 pulih.

Ada WNI Positif Virus Corona di Singapura?

BETUL: KBRI Singapura membenarkan bahwa ada seorang WNI yang positif Virus Corona. Ia bekerja sebagai asisten rumah tangga.

"Ministry of Health Singapura mengumumkan kasus coronavirus ke-21 di Singapura, yaitu WNI berusia 44 tahun yang bekerja sebagai pekerja migran. WNI tersebut tidak memiliki riwayat bepergian ke RRT namun merupakan pekerja rumah tangga dari warga negara Singapura yang sebelumnya telah ditetapkan positif Virus Corona," tulis pernyataan resmi KBRI Singapura pada Selasa (4/2/2020).

"WNI tersebut kini ditangani tim medis Singapore General Hospital."

Pihak KBRI Singapura mengaku telah mendapat konfirmasi lisan dari Ministry of Health Singapura, namun dikarenakan Personal Data protection Act, identitas WNI tersebut tidak dapat disampaikan.

Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Judha Nugraha memastikan pasien telah mendapatkan perawatan medis. Pasien yang terkena Virus Corona itu dirawat di RSU Singapura.

"Yang bersangkutan sudah dalam penanganan otoritas kesehatan singapura," ujarnya pada Selasa malam.

Kendati demikian sejauh ini belum diketahui pasti apakah ada bantuan finansial dari pemerintah Indonesia.

Virus Corona bisa membuat orang mendadak tewas atau kolaps di jalan?

BELUM TERKONFIRMASI: Belum ada konfirmasi maupun bukti bahwa mereka yang tertangkap kamera terbaring atau kolaps di jalanan terkait Virus Corona 2019 n-CoV yang sedang mewabah. 

Sejumlah foto dan video beredar, menunjukkan sejumlah orang terbaring bahkan kolaps di jalanan. Kondisi mereka dikaitkan dengan penyebaran Virus Corona. 

Situs anti-hoaks Snopes.com dalam artikel berjudul, Are People Collapsing in the Street from Coronavirus?, yang dipublikasikan pada 30 Januari 2020 berupaya mencari tahu fakta di balik video yang menunjukkan orang-orang kolaps di jalanan, yang diklaim sebagai akibat dari Virus Corona. Salah satunya bahkan dilihat hingga lebih dari 1,2 juta kali.

Saat dikonfirmasi, pihak Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa kolaps atau jatuh mendadak, 'bukan tipikal' akibat Virus Corona. Meski demikian, ia tidak merujuk pada video tertentu.

WHO menjelaskan bahwa coronavirus adalah penyakit pernapasan dengan gejala seperti "demam, batuk, sesak napas, dan kesulitan bernapas." 

Nama Resmi untuk Virus Corona 2019-nCoV

UPDATE: Meski telah menyebar ke 20 negara dan menginfeksi lebih dari 24 ribu orang di China Daratan, ternyata novel coronavirus belum punya nama resmi.

Saat ini, virus corona dijuluki 2019-nCoV. Huruf 'n' merujuk pada kata 'novel'. Sementara, 'CoV' mewakili coronavirus.

Nama resmi perlu segera ditentukan. Sebab, 2019-nCoV adalah nama yang sulit dan untuk menghindari munculnya nama alternatif yang merugikan kelompok tertentu.

Ahli dari Johns Hopkins Center for Health Security, Crystal Watson menyebut, penamaan virus baru kerap tertunda karena fokus utama adalah merespon dampaknya pada kesehatan publik.

Seperti dikutip dari channelnewsasia.com, The International Committee on Taxonomy of Viruses (ICTV) diberi tugas untuk menentukan nama resmi 2019-nCoV.

China Temukan Obat Virus Corona?

BELUM TERKONFIRMASI: China menguji coba remdesivir, obat antiviral baru dari Gilead Sciences Inc, untuk pengobatan Virus Corona 2019-nCoV.

Uji coba akan dilakukan di Wuhan, lokasi virus corona baru bermula. Sebelumnya, regulator kesehatan China juga merekomendasikan AbbVie Inc., Kaletra (obat HIV) sebagai obat antiviral 2019-nCoV.

Kesimpulan uji coba belum dikeluarkan, belum diketahui efektivitas obat tersebut untuk menghentikan wabah.

Dokter yang Peringatkan Bahaya Virus Corona Dituding Sebar Hoaks dan Justru Jadi Korban?

BETUL: Pada 30 Desember 2019 Dokter Li Wenliang memperingatkan bahaya penyakit mirip SARS, yang dipicu Virus Corona.

Pesannya itu kemudian viral. Ia pun dituduh menyebar kabar dusta oleh polisi Wuhan dan diperiksa pada 3 Januari 2020. Dokter Li dilepas usai menandatangani surat pernyataan.

Pada 10 Januari, saat merawat pasien di Wuhan, ia batu-batuk kemudian demam. Pada 1 Februari 2020, Li dinyatakan positif Virus Corona.

Demi Kemanusiaan, Jepang Kirim 1.000 Tim Medis ke Wuhan?

SALAH: Viral kabar yang menyebut bahwa Jepang mengirimkan 1.000 tenaga medis ke Wuhan, China. Kabar tersebut beredar di media sosial di Indonesia dan sejumlah negara, termasuk Filipina.

Faktanya, kabar tersebut tidak benar. Sementara, foto yang menyertainya adalah foto tim medis Jepang yang diberangkatkan dari Bandara Narita pada 20 Mei 2008. Tujuannya ke Chengdu, untuk membantu pemulihan pasca-gempa di Sichuan.

 

5 dari 20 halaman

6 Februari 2020

Angka Kematian Pasien Virus Corona Naik Jadi 563, China Bergegas Bangun RS Baru

Angka kematian pasien Virus Corona di China Daratan telah naik menjadi 563 orang pada Kamis (6/2/2020) dini hari. Sebanyak 73 orang meninggal karena Virus Corona selama 24 jam hingga tengah malam, kata Komisi Kesehatan Nasional China.

1.165 Pasien Virus Corona Dinyatakan Sembuh

Jumlah pasien yang sembuh dari Virus Corona sudah semakin banyak. Jika dua hari lalu selisih pasien sembuh 300 orang lebih banyak, kini jumlahnya semakin bertambah.

Berdasarkan peta Gis And Data, Kamis (6/2/2020), jumlah pasien sembuh Virus Corona mencapai 1.165 orang. Jumlah tersebut sudah dua kali lipat ketimbang korban meninggal sebanyak 565 orang.

Virus Corona Kuak Keberadaan 40 Ribu Pekerja Asal China di Morowali?

SALAH: Kabar Virus Corona menguak 40 ribu pekerja asal China di Morowali menyebar di media sosial.

Ternyata, kabar tersebut tidak berdasar atau tidak didukung bukti kuat. Pihak Kementerian Ketenagakerjaan juga telah membantahnya.

Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Bayi Baru Lahir di China Positif Virus Corona?

BENAR: Seorang bayi yang baru lahir di China didiagnosis terinfeksi virus corona baru (2019-nCoV). Seperti dikutip dari BBC, ia lahir pada 2 Februari 2020 di Wuhan, asal dari mana wabah bermula.

Ibu sang bayi terdiagnosis terinfeksi Virus Corona sebelum ia melahirkan. Belum jelas bagaimana virus itu ditularkan, dari janin atau setelah kelahiran. Sejauh ini dilaporkan ada dua kasus bayi yang terinfeksi.

WHO Selidiki Keterkaitan Konferensi Bisnis di Singapura dengan Penyebaran Virus Corona

UPDATE: Sebuah konferensi yang diadakan di Hotel Grand Hyatt Singapura pada Januari lalu berakhir dengan penyebaran Virus Corona. Diduga ada peserta konferensi yang mengidap Virus Corona dan menularkannya.

Kementerian Kesehatan Singapura menyebut ada 109 peserta konferensi bisnis tersebut. Ada 94 peserta yang berasal dari luar negeri, dan salah satunya adalah orang Wuhan.

 

6 dari 20 halaman

7 Februari 2020

RS Leishenshan, Rumah Sakit Kedua untuk Tangani Pasien Virus Corona Rampung Dibangun

Pemerintah China sudah selesai membangun RS Leishenshan yang khusus dibangun untuk menangani pasien Virus Corona. Totalnya butuh 10 hari proses pembangunan.

Berdasarkan catatan CGTN, pembangunan RS khusus pasien Virus Corona ini dimulai pada 25 Januari dan pembangunannya ditargetkan selesai 5 Februari.

Ajang Formula 1 China Terancam Dibatalkan Akibat Virus Corona

Otoritas berwenang Shanghai telah menghentikan seluruh kegiatan olahraga di kotanya menyusul meluasnya wabah virus corona model terbaru. Keputusan ini membuat ajang Grand Prix Formula 1 yang seharusnya berlangsung di Shanghai 19 april mendatang, terancam batal digelar.

Otoritas Olahraga Shanghai, tidak menetapkan batas akhir larangan ini. Namun mereka meminta induk olahraga menahan diri hingga wabah virus corona bisa ditanggulangi.

UPDATE:

Hingga Jumat 7 Februari 2020 pukul 10.59 WIB, jumlah kasus terkonfirmasi Virus Corona (2019-nCoV) mencapai 31.472, 638 meninggal dunia, dan 1.551 pulih.

Sumber: Johns Hopkins CSSE

Dokter Li Wenliang, Wistle Blower Virus Corona Wafat

Virus Corona (2019-nCoV) merenggut nyawa Li Wenliang, dokter yang kali pertama memperingatkan bahayanya.

Seperti dikutip dari BBC, sang wistle blower dikabarkan meninggal dunia pada Jumat oukul 02.58 waktu setempat di Wuhan.

Dokter Li Wenliang sempat diperkarakan atas tuduhan menyebarkan informasi sesat dan mengganggu ketertiban sosial. 

Ilmuwan Memprediksi Virus Corona 2019-nCoV Bisa Membunuh 65 Juta Manusia?

SALAH: Simulasi dalam ajang Event 201 tahun lalu tidak dimaksudkan untuk membuat prediksi.

Virus corona fiksi yang digunakan dalam simulasi juga tidak ada kaitannya dengan virus corona baru 2019-nCoV yang saat ini sedang mewabah.

Kulliner Babi Digantung 30 Tahun di China Terkait Wabah Korona?

SALAH: Kabar kuliner daging babi yang digantung 30 tahun dikaitkan dengan penyebaran Virus Corona (2019-nCoV) viral di media sosial.

Klaim tersebut sama sekali tidak berdasar. Tidak ada bukti sahih yang menguatkan anggapan itu.

Presiden China ke Masjid untuk Minta Doa Umat Islam?

HOAKS: Presiden China Xi Jinping diklaim mengunjungi salah satu masjid dan meminta bantuan umat muslim, untuk mendoakan negaranya yang sedang mengalami krisis.

Video yang diklaim sebagai bukti ternyata adalah rekaman kunjungan Xi Jinping Daerah Otonomi Ningxia Hui di China barat laut pada Juli 2019 lalu, yang tak ada kaitannya dengan wabah Virus Corona.

 

7 dari 20 halaman

8 Februari 2020

Update Jumlah Korban Virus Corona Wuhan

Hingga Sabtu 8 Februari 2020, jumlah korban meninggal akibat Virus Corona terus meningkat.

Menurut data dari gisanddata.maps.arcgis.com, jumlah korban meninggal dunia pada Sabtu pagi mencapai 720 orang. Dengan total kasus 34.679 pada wilayah persebaran 29 negara.

Jumlah pasien sembuh juga dilaporkan meningkat hingga 2.038 orang. 

Status Waspada Virus Corona Singapura Naik Jadi Oranye

Banyaknya kasus Virus Corona yang penyebarannya terjadi di dalam wilayah negara Singapura, membuat pemerintah menetapkan status waspada yang lebih tinggi lagi. Pada Jumat 7 Februari 2020, dengan menggunakan sistem Disease Outbreak Response System Condition (DORSCON), statusnya yang sebelumnya oranye kini berubah menjadi kuning.

Imbas langsung dari berubahnya status waspada ini adalah ditundanya kegiatan-kegiatan pendidikan baik di dalam maupun luar sekolah hingga akhir Maret. Hal tersebut diungkapkan oleh Kementerian Kesehatan, seperti dilaporkan oleh Channel News Asia, Sabtu (8/2/2020).

Peneliti Hong Kong Temukan Perangkat Pendeteksi Cepat Virus Corona

Para peneliti dari sebuah universitas Hong Kong menemukan alat pendeteksi portabel yang cepat untuk Virus Corona baru. Alat itu mengurangi seluruh prosedur dari pengambilan sampel hingga pengujian menjadi hanya 40 menit.

Dengan teknologi cip mikrofluida terbaru, seperti dikutip dari Xinhua News, perangkat tersebut memanaskan sampel pengujian hingga 30 derajat Celsius per detik, meningkat secara signifikan dari yang saat ini empat hingga lima derajat Celsius per detik, menurut siaran pers yang diedarkan dari Universitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Hong Kong pada Kamis 6 Februari.

Ada 78 WNI di Kapal Pesiar yang Dikarantina Jepang Akibat Virus Corona

Kapal pesiar The Diamond Princess tengah mengangkut sekitar 3,700 orang ketika berada di perairan Yokohama, Jepang. Berawal dari satu orang positif Virus Corona, pihak berwenang memutuskan untuk melakukan proses karantina.

Pemerintah RI kemudian mencari tahu keberadaan WNI di atas kapal pesiar yang dikarantina akibat Virus Corona tersebut.

 

"KBRI Tokyo telah berkoordinasi dengan otoritas setempat. Terdapat 78 kru WNI yang bekerja dalam Kapal Diamond Princess. Keseluruhan WNI tersebut saat ini dalam keadaan sehat," ujar Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu Joedha Nugraha.

"KBRI juga telah menjalin komunikasi dengan para kru WNI untuk memantau kondisi mereka dan memberikan bantuan yang diperlukan," imbuhnya.

 

8 dari 20 halaman

9 Februari 2020

Pasien Meninggal Bertambah

Komisi Kesehatan Nasional China pada Minggu (9/2/2020) pagi mengungkap jumlah korban meninggal dunia akibat Virus Corona di daratan China mencapai 811 orang.

Angka itu melebihi jumlah kematian akibat epidemik SARS pada 2002-2003. Kematian baru pada Sabtu 8 Februari mencapai rekor harian yakni 89 kematian, menurut data, melampaui total lebih dari 774 yang meninggal akibat SARS, atau Infeksi Saluran Pernapasan Berat.

Sebanyak 81 kematian akibat Virus Corona berada di Provinsi Hubei, China tengah, tempat virus telah menginfeksi sebagian besar orang. Kematian baru di ibu Kota Hubei, Wuhan, yang menjadi lokasi munculnya virus, mengalami penurunan yang langka.

Kasus infeksi Virus Corona baru pada Sabtu mencatat penurunan pertama sejak 1 Februari, berkurang lagi di bawah 3.000 menjadi 2.656 kasus. Sebanyak 2.147 kasus di antaranya berada di Provinsi Hubei.

Uji Coba Obat HIV

Sebuah obat yang digunakan untuk mengobati orang dengan HIV - virus yang menyebabkan AIDS - sedang diuji coba pada pasien di China sebagai terapi yang mungkin melawan Virus Corona.

Kaletra yang merupakan kombinasi dua obat anti-HIV - lopinavir dan ritonavir - telah digunakan pada pasien dalam uji coba di China sejak 18 Januari. Tujuannya adalah untuk mengujinya pada sekitar 200 pasien Virus Corona, yang kondisinya akan dipantau dengan cermat.

Dilansir The Guardian, Minggu (9/2/2020), hasil mereka akan dibandingkan dengan orang-orang serupa dengan tingkat penyakit yang sama yang belum diberi obat.

Tidak ada perawatan yang terbukti melawan Virus Corona, Sars (sindrom pernapasan akut yang parah) pada 2002 dan Mers (sindrom pernapasan Timur Tengah) pada 2012. Masih ada kasus Mers di Arab Saudi, dan sudah ada uji coba Kaletra yang dikombinasikan dengan obat lain seperti interferon, tetapi membutuhkan waktu lama untuk mendapat kesimpulan dari uji coba tersebut.

9 dari 20 halaman

10 Februari 2020

Jumlah Korban Bertambah Jadi 908 Orang

Komisi Kesehatan Nasional China memperbarui jumlah pasien Virus Corona yang meninggal dunia pada Senin (10/2/2020). Total jumlah korban yang tewas mencapai 908 orang.

Jumlah korban tewas baru bertambah 97, kata komisi itu dalam pernyataan di laman resminya. Jumlah kenaikan korban ini memecahkan rekor harian sebelumnya.

Provinsi Hubei tengah, pusat merebaknya Virus Corona, melaporkan 91 kematian, sementara di ibu kota provinsi itu, Wuhan, 73 orang meninggal.

Seluruh China daratan ada 3.062 infeksi baru Virus Corona yang terkonfirmasi sehingga totalnya mencapai 40.171.

China Minta Persetujuan Habisi 20 Ribu Pasien Virus Corona?

HOAKS: Kabar bombastis terkait penyebaran Virus Corona (2019-nCoV) beredar di internet.

Salah satunya situs ab-tc.com yang mempublikasikan artikel berjudul China seek for court’s approval to kill the over 20,000 coronavirus patients to avoid further spread of the virus pada 5 Februari 2020. Tak ada bukti sahih yang mendukung klaim tersebut.

Saking Takutnya Virus Corona Orang-Orang China Ikut Salat?

SALAH: Beredar video yang ditambahi narasi bahwa saking takutnya orang China terhadap Virus Corona (2019-nCoV) mereka berlomba-lomba ikut salat, walaupun bukan menghadap kiblat.

Ternyata video yang sama telah diunggah pada 7 Juni 2019, jauh sebelum kasus virus nCoV dilaporkan. 

Kemlu Tingkatkan Kewaspadaan Kunjungan ke Singapura

Penyebaran Virus Corona yang semakin luas di Singapura membuat pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri meningkatkan status kewaspadaan perjalanan ke Singapura menjadi kuning. 

Hingga kini, angka kematian yang diakibatkan telah mencapai 910 dengan total 40.540 secara global. Untuk di Singapura sendiri, 43 kasus telah dinyatakan positif, dengan kasus satu WNI di dalamnya.   

"Merespons perkembangan penyebaran Virus Corona baru (2019-nCoV) di Singapura, status tingkat kewaspadaan perjalanan ditingkatkan menjadi Kuning," tulis pernyataan melalui portal website kemlu.go.id, Senin (10/2/2020). 

Sehubungan dengan hal tersebut, pemerintah mengimbau bagi WNI yang sedang dan/atau akan bepergian ke Singapura untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan berbagai langkah pencegahan transmisi wabah 2019 novel coronavirus (2019-nCoV) seperti antara lain: menjaga stamina fisik dan psikis, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, rutin mencuci tangan, menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar rumah, serta menghindari interaksi dengan keramaian publik.

1.890 WNI Masih Berada di China

Dubes RI untuk RRT dan Mongolia, Djauhari Oratmangun, mengungkap, hingga kini WNI yang masih berada di daratan Tiongkok berjumlah 1.890.

Angka tersebut termasuk yang berada di wilayah kerja KBRI Beijing sejumlah 722 orang, wilayah kerja KJRI Shanghai sebanyak 841 orang, wilayah kerja KJRI Guangzhou sejumlah 327 orang. Mereka yang masih menetap di tiongkok berada dalam keadaan sehat, di bawah pantauan KBRI.

Sedangkan untuk mahasiswa berjumlah sekitar 16.500, namun lantaran libur imlek yang diperpanjang membuat mereka melanjutkan liburan sehingga berada di luar wilayah daratan Tiongkok sebelum Virus Corona mulai merebak.

Ahli Dunia Terkejut, Tak Satupun Warga Muslim Uighur Tertular Virus Corona?

SALAH: Bertolak belakang dengan klaim, ahli dan aktivis HAM justru menyuarakan kekhawatiran mengenai nasib warga muslim Uighur yang berada dalam kamp. Pun dengan para diaspora Uighur di luar negeri yang mengkhawatirkan nasib keluarga mereka.

 

10 dari 20 halaman

11 Februari 2020

Video Puluhan Orang Kejang-Kejang Ini Akibat Virus Corona?

SALAH: Video tersebut menunjukkan semacam inisiasi di sebuah sekolah di Provinsi Gauteng, Afrika. Tak ada kaitan dengan Virus Corona.

UPDATE

Hingga pukul 17.50 WIB, ada 43.138 kasus positif Virus Corona (2019-nCoV), 1.018 meninggal dunia, 4.228 pulih. Sumber: JHU CSSE

Warga Singapura Belanja Makanan Halal, RI Justru Cabut Label Halal?

SALAH: Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menegaskan tidak ada pencabutan label halal pada makanan.

Berdasarkan penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, antrean warga Singapura di Mustafa Centre adalah untuk mendapatkan masker. 

 

11 dari 20 halaman

12 Februari 2020

Update Jumlah Korban Virus Corona Wuhan

Hingga Rabu 12 Februari 2020, jumlah korban meninggal akibat Virus Corona terus meningkat.

Menurut data Coronavirus COVID-19 Global Cases by Johns Hopkins CSSE yang dikutip melalui situs https://gisanddata.maps.arcgis.com/, korban meninggal mencapai 1.115 dengan pasien sembuh 4.793. Total kasus infeksi dilaporkan 45.182 yang tersebar di 28 negara.

Thailand Tolak Kedatangan Kapal Pesiar Asal Amerika

Thailand telah melarang penumpang dari kapal pesiar Amerika MS MS Westerdam turun dari kapal, demikian seperti dikatakan oleh menteri kesehatannya pada Selasa 11 Februari 2020. Hal tersebut dilakukan oleh otoritas Thailand meskipun tidak ada infeksi Virus Corona dari dalam kapal itu.

 WNI Diimbau Tak Bepergian ke Negara yang Terjangkit Virus Corona

Meski penerbangan dari dan menuju China ditutup sementara oleh pemerintah, bukan berarti pengawasan terhadap penumpang asal luar negeri di Bandara Internasional Soekarno Hatta menjadi renggang. Sebaliknya, pengawasan semakin ketat di pintu kedatangan luar negeri.

Sebagai antisipasi penyerbaran virus, warga negara Indonesia juga diimbau tak melakukan perjalanan ke negara yang terjangkit virus corona.

Indonesia Setop Pengiriman Tenaga Kerja ke 3 Negara

Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) telah melarang pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke tiga negara, yaitu China, Hong Kong dan Taiwan. 

"Bahwa yang intinya Kemenaker melarang pengiriman WNI saat ini ke daratan Cina, dan mengurangi dengan selektif ke Hong Kong dan Taiwan,. Artinya pemerintah sangat menyadari kondisi objektif lapangan ini belum kondusif," kata Tatang dalam Forum komunikasi membahas di Gedung BP2MI, Jakarta, Selasa (11/2/2020).

Pelarangan ini sebagai tindak lanjut pencegahan penyebaran virus corona yang tengah mewabah di berbagai negara.

Orang Terkaya Hong Kong Sumbang Rp 178 Miliar buat Lawan Virus Corona

Badan amal milik orang terkaya Hong Kong mendonasikan HK$ 100 juta (USD 13 juta ) atau setara dengan Rp 178 miliar untuk membantu Wuhan, wilayah yang menjadi lokasi awal Virus Corona.

Melansir laman Bloomberg, Selasa (11/2/2020), uang dari Li Ka Shing Foundation akan didistribusikan melalui Palang Merah China. Ini diketahui dari artikel website kantor penghubung Beijing yang mewakili pemerintahan Hong Kong.

COVID-19, Nama Resmi untuk Infeksi Novel Coronavirus

Novel Coronavirus akhirnya memiliki nama resmi setelah sebelumnya hanya disebut dengan virus corona, virus corona Wuhan, atau juga menggunakan kodenya yaitu 2019-nCoV.

Pada Selasa, 11 Februari waktu Jenewa, World Health Organization (WHO) meresmikan bahwa infeksi akibat virus corona strain baru ini bernama "COVID-19."

Minum Air Putih 25 Liter per Hari, Pria Asal China Sembuh dari Virus Corona?

BELUM TERKONFIRMASI: Itu baru pengakuan sepihak dari Chen, pasien penyintas Covid-19. Belum ada konfirmasi dari pihak dokter.

Meski demikian, sama sekali tak dianjurkan untuk meniru cara itu. Ahli dari Malaysia mengatakan, meminum air dalam jumlah besar justru bisa membahayakan kesehatan seseorang.

 

12 dari 20 halaman

13 Februari 2020

Jumlah Korban Tewas Terbaru

Jumlah korban meninggal akibat wabah virus corona di Provinsi Hubei China kembali mencetak rekor harian pada Kamis (12/2/2020), yakni 242 orang. Dengan begitu, jumlah total kematian di provinsi tersebut mencapai 1.310, kata komisi kesehatan provinsi.

Angka terbaru itu meningkat dua kali lipat dari rekor harian sebelumnya pada Senin 10 Februari, yaitu 103 kematian. 

Jumlah pengidap baru di Hubei, pusat wabah virus COVID-19 itu juga naik 14.840 orang ketika komisi kesehatan mengatakan angkat itu sudah mulai mencakup orang-orang yang didiagnosis melalui metode klinis baru yang diterapkan sejak Kamis. Jumlah total kasus Virus Corona di Provinsi Hubei kini mencapai 48.206, menurut data komisi.

Komisi mengatakan telah merevisi data lama dan kasus terduga. Jumlah kematian terbaru itu mencakup lebih dari 100 kasus yang didiagnosis secara klinis.

Media pemerintah pekan lalu melansir bahwa Hubei akan mulai mengakui hasil pemindaian tomografi melalui komputer untuk memastikan infeksi. Langkah itu memungkinkan pihak rumah sakit bisa lebih cepat mengisolasi pasien.

Pasien Pertama Virus Corona di London

Pasien Virus Corona pertama telah terkonfirmasi di London. Pasien wanita itu merupakan warga negara China yang dinyatakan positif terjangkit Virus Corona pada 12 Febuari.

Wanita tersebut dikabarkan telah menjalani perawatan di pusat perawatan medis Guy's and St Thomas’ di London. Kepala petugas medis setempat, Chris Witty, membenarkan bahwa pasien itu tertular Virus Corona di China, seperti dikutip dari telegraph.co.uk, Kamis (13/2/2020).

Sebuah sumber juga mengatakan, gejala telah dialami wanita tersebut saat ia mendarat di Bandara Heathrow, London.

Mengetahui hal tersebut, ia langsung menghubungi NHS 111 (layanan bantuan medis dalam keadaan darurat di Inggris) dan kemudian hasil tes berujung positif.

13 dari 20 halaman

14 Februari 2020

Jumlah Korban Tewas Akibat Virus Corona Bertambah Lagi

Per Jumat 14 Februari 2020, seperti dikutip dari gisanddata.maps.arcgis.com, jumlah korban meninggal mencapai 1.383. Dengan jumlah kasus infeksi Virus Corona hingga 64.430. Sementara pasien sembuh kini dilaporkan 6.811.

Jepang Konfirmasi Kematian 1 Orang Akibat Virus Corona

Seorang wanita berusia 80-an telah menjadi orang pertama dengan COVID-19 (Virus Corona) yang meninggal di Jepang, seperti dilaporkan oleh menteri kesehatan negara itu pada Kamis 13 Februari. Namun kemudian ia memberi peringatan bahwa masih belum jelas apakah Virus Corona menjadi penyebab kematiannya. 

Harga Emas Melonjak ke Level Tertinggi Dipicu Meningkatnya Korban Virus Corona

Harga emas melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari satu minggu pada perdagangan Kamis (Jumat waktu Jakarta) setelah peningkatan tajam dalam jumlah kasus virus corona di China. Hal ini menimbulkan ketakutan atas dampak ekonomi global dan membujuk investor untuk mencari aset berisiko rendah.

China melaporkan peningkatan kematian dan ribuan infeksi lainnya menggunakan definisi yang lebih luas pada Kamis. Sementara Jepang menjadi lokasi ketiga di luar daratan China yang terdapat korban meninggal akibat Virus Corona.

Garuda Indonesia Pastikan Penerbangan Bali-Shanghai Bebas Virus Corona

Garuda Indonesia menegaskan penerbangan¬†pesawat GA 858 Rute Denpasar‚ÄďShanghai pada¬†28 Januari 2020 lalu sudah melalui proses inspeksi sesuai prosedur dalam rangka pencegahan penyebaran Virus Corona.

Tidak hanya itu, Garuda Indonesia turut merekomendasikan penggunaan alat penunjang kebersihan seperti masker dan hand sanitizer bagi penumpang dan awak pesawat yang melaksanakan perjalanan pada rute dari dan menuju Tiongkok.

14 dari 20 halaman

15 Februari 2020

Foto Terbaru Virus Corona Wuhan Covid-19

Rocky Mountain Laboratories (RML) di National Institute of Allergy and Infectious Diseases atau Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular mengungkapkan beberapa gambar pertama dari SARS-CoV-2, Virus Corona baru yang dimulai di Wuhan, China.

Update Jumlah Korban Terkini Virus Corona

Setidaknya 1.519 orang kini telah meninggal karena wabah yang pertama kali muncul di ibu kota Hubei, Wuhan, pada bulan Desember dan semakin meningkat menjadi epidemi nasional sebulan kemudian.

Lebih dari 66.000 orang kini telah terinfeksi, dengan sebagian besar kematian terjadi di Hubei.

Menkes dan Kepala BNPB Bertolak ke Natuna, Jemput WNI yang Baru Diobservasi

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo berangkat dari Jakarta untuk menjemput warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China yang diobservasi di Kepulauan Natuna, Riau.

"Hari ini hari yang berbahagia jadi kita semua sampai detik ini laporannya semua sehat. Jadi pada hari ini pukul 12.00 tanggal 15 Februari tepat waktu 14 hari masa observasi seperti yang ditentukan oleh WHO," kata Menkes Terawan ketika ditemui sebelum berangkat ke Kepulauan Natuna dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu pagi (15/2/2020), seperti dikutip dari Antara.

Dampak Wabah Virus Corona, Hilton Tutup 150 Hotel di China

Dampak wabah virus corona tidak hanya berpengaruh terhadap moda transportasi saja. Salah satu jaringan hotel mewah terbesar, Hilton, ikut kena imbas karena menutup 150 hotel yang berada di China. Diketahui, penutupan hotel akan berlangsung hingga wabah virus corona mereda. 

Dilansir dari Travel + Leisure, Jumat, 14 Januari 2020, penutupan tersebut diumumkan langsung oleh CEO Hilton, Chris Nassetta di hadapan para investor pada Selasa, 11 Februari 2020. Jika ditotal, jumlah kamar yang ditutup mencapai 33.000 unit.

Menkes RI dan WHO Jemput WNI dari Natuna ke Bandara Halim

Sebanyak 243 WNI dari Natuna terbang ke Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Penerbangan para WNI tersebut didampingi langsung oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

"Saya dengan teman WHO menjemput ke Halim," ujar Menkes Terawan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (15/2/2020).

Dia menambahkan, langkah ini dilakukan agar tidak ada anggapan bahwa masalah ini tidak transparan. Kemenkes, lanjut Terawan, selalu bersikap terbuka terhadap kondisi para WNI yang di Natuna.

"Jadi beliau (WHO) melihat langsung. Kita sangat terbuka," ujar dia.

WNI dari Natuna Dikumpulkan di Terminal Selatan Bandara Halim

Setelah menempuh perjalanan lebih dari satu jam, WNI dari Natuna tiba di Bandara Halim Perdanakusuma. Pesawat tersebut mengangkut WNI yang sudah diobservasi selama 14 hari di Natuna. 

Pantauan Liputan6.com, Sabtu (15/2/2020), pesawat yang mengangkut WNI dari Natuna tersebut mendarat sekitar pukul 15.15 WIB. Pesawat mendarat di terminal selatan.

BNPB Rilis Data WNI Peserta Observasi Kesehatan Virus Corona COVID-19 di Natuna

Jumlah WNI dievakuasi 238 orang

  • Usia rata-rata 24 tahun
  • Usia termuda 5 tahun
  • Usia tertua 64 tahun
  • Jumlah laki-laki 80 orang (34%)
  • Jumlah perempuan 158 orang (66%)
  • Tim Aju dari KBRI Beijing 5 orang
  • Jumlah penjemput 42 orang terdiri dari kru pesawat Batik air 18 orang, Kemenkes 3 orang, Kemlu 3 orang, kesehatan TNI 8 orang, Pengamanan TNI 10 orang.

 

15 dari 20 halaman

16 Februari 2020

Korban Meninggal Akibat Virus Corona di China Bertambah 142

Komisi Kesehatan Nasional China terus memperbarui jumlah korban meninggal dunia akibat Virus Corona jenis baru bernama COVID-19. Dalam data yang disampaikan pada Minggu (16/2/2020), jumlah total kematian di China daratan akibat wabah Virus Corona mencapai 1.665 orang.

Jumlah itu meningkat sebanyak 142 dari satu hari sebelumnya.

Sementara, jumlah kematian baru di Provinsi Hubei, China tengah, karena epidemi COVID-19 itu meningkat sebesar 139.

Di seluruh China ada 2.009 orang lagi yang tertular. Sejauh ini, jumlah total orang yang terinfeksi Virus Corona mencapai 69.500.

16 dari 20 halaman

17 Februari 2020

Update Virus Corona (Covid-19)

Hingga Senin 17 Februari 2020 pukul 10.20 WIB, ada 71.331 kasus terkonfirmasi, 1.775 meninggal, 10.972 pulih.

Sumber: JHU CSSE

Kasus Kematian Pertama Pasien Virus Corona di Taiwan

Taiwan melaporkan kasus kematian pertamanya akibat Virus Corona (COVID-19) pada hari Minggu 16 Februari 2020, ketika jumlah kematian akibat wabah naik menjadi 1.665 di dalam daratan China.

Seorang pria berusia 61 tahun dari Taiwan tengah, memiliki riwayat penyakit dalam dirinya namun ia tidak mengunjungi kawasan luar negeri sebelum dirawat. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit dan ditangani pada hari Sabtu setelah dinyatakan positif terinfeksi Virus Corona.  

Dilansir dari Channel News Asia, Senin (17/2/2020), ini adalah kasus kematian kelima yang tercatat di luar China daratan - korban sebelumnya berada di Filipina, Hong Kong, Jepang, dan Prancis.

Kasus Virus Corona di Thailand Bertambah 1

Thailand melaporkan satu kasus baru Virus Corona COVID-19 pada Senin (17/2/2020). Pemerintah Thailand langsung meningkatkan pemeriksaan terhadap pengunjung dari Singapura dan Jepang yang memasuki Negeri Gajah Putih.

Dilansir dari Channel News Asia, Senin (17/2/2020), kasus baru itu menginfeksi seorang wanita asal China berusia 60 tahun yang anggota keluarganya sudah tertular virus itu. Kasus terbaru ini menjadikan jumlah total kasus di Thailand menjadi 35 sejak Januari, kata Sekretaris Tetap Kementerian Kesehatan Thailand Sukhum Kanchanapimai.

"Ini dari kasus lama keluarga China yang terdiri dari sembilan orang, semuanya sudah terinfeksi," katanya.

Wanita di China Disuntik Mati karena Virus Corona?

SALAH: Beredar video yang diklaim sebagai adegan pilisi China menembak mati atau menyuntik mati pasien virus corona. Faktanya, itu tak benar.

Aksi Perampokan Tisu Toilet di Hong Kong

Di tengah wabah virus corona (Covid-19), tisu toilet jadi langka dan bahkan jadi target perampokan.

Truk pengangkut tisu dicegat dan dirampok oleh komplotan bersenjata pisau.

 

17 dari 20 halaman

18 Februari 2020

Korban Meninggal Virus Corona di China Jadi 1.868

Korban meninggal dunia dari epidemi Virus Corona COVID-19 di China melonjak menjadi 1.868 pada Selasa (18/2/2020), setelah 98 orang meninggal, menurut Komisi Kesehatan Nasional.

Hampir 72.500 orang di seluruh Negeri Tirai Bambu itu telah terinfeksi COVID-19, yang pertama kali muncul pada bulan Desember sebelum kemudian berkembang menjadi epidemi nasional.

Dilansir dari Channel News Asia, Selasa (18/2/2020), ada 1.886 kasus baru yang dilaporkan pada Selasa.

Namun, ternyata angka hari ini menunjukkan adanya penurunan sejak kemarin, dan menjadi angka terendah dalam satu hari selama bulan ini.

Jumlah kasus baru yang dilaporkan di luar provinsi Hubei hanya 79, turun dari 890 pada 4 Februari. Ini menandai jumlah kasus baru terendah di luar provinsi yang dilanda virus sejak 23 Januari.

3 WNI di Kapal Pesiar Diamond Princess Positif Virus Corona

Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan tiga dari 78 warga negara Indonesia (WNI) di kapal pesiar Diamond Princess positif terinfeksi Virus Corona COVID-19. Dua di antara tiga WNI itu kini dirawat di rumah sakit Kota Chiba, Jepang.

"Tiga dari 78 kru Warga Negara Indonesia dinyatakan confirmed," ujar Menlu Retno Marsudi pada Selasa (18/2/2020), di Jakarta. "Dari tiga WNI yang sudah confirmed, dua di antaranya dibawa ke rumah sakit di Kota Chiba, sementara yang satunya masih menjalani proses untuk menuju ke rumah sakit."

Tiga orang itu sudah termasuk 446 penumpang kapal Diamond Princess yang terinfeksi Virus Corona. Semua WNI di kapal itu bekerja sebagai kru.

Seluruh penumpang di kapal Diamond Princess berjumlah 2.666. Total penumpang dengan kru mencapai 3.711 orang.

18 dari 20 halaman

19 Februari 2020

Korban Meninggal Virus Corona di China Tembus 2.000 Orang

Menurut data dari Coronavirus COVID-19 Global Cases by Johns Hopkins CSSE mengutip situs gisanddata.maps.arcgis.com, Rabu (19/2/2020), jumlah korban meninggal akibat Virus Corona baru itu telah mencapai 2.009.

Sementara pasien sembuh juga jumlahnya terus meningkat, kini sudah mencapai 14.532 orang. Sementara kasusnya 75,198 tersebar di sekitar 29 negara.

Total 4 WNI Positif Virus Corona COVID-19

Sebanyak empat orang warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan positif Virus Corona baru itu. Dengan rincian tiga di antaranya berada di Kapal Diamond Princess, sementara seorang lainnya adalah pekerja migran berusia 44 tahun.

Hal itu dibenarkan oleh Plt Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Teuku Faizasyah. "Iya betul (ada empat WNI yang positif terinfeksi Virus Corona)," ujarnya.

WHO: Lebih dari 80% Pasien Virus Corona Hanya Alami Gejala Ringan dan Berangsur Pulih

Berbicara kepada wartawan, Ketua WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa 14 persen pasien akan menderita penyakit parah seperti pneumonia.

"Sekitar lima persen dari kasus dianggap kritis dengan kemungkinan kegagalan multi-organ, septic shock dan gagal pernapasan, dan dalam beberapa kasus, kematian," tambahnya.

Tedros juga mengatakan ada "kasus yang relatif sedikit" di antara anak-anak dan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami penyebabnya.  

Masa Observasi Virus Corona WNI di Kapal Diamond Princess Berakhir 19 Februari

78 WNI itu masih menjalani masa observasi di kapal pesiar Diamond Princess. Dari informasi otoritas Jepang, kata Retno, masa observasi akan berakhir pada tanggal 19 Februari 2020.

Namun, kemungkinan saat masa karantina berakhir, WNI tersebut masih harus menjalani pengecekan selama dua hari dan menunggu hasilnya selama dua hari juga. Sehingga, kata Retno, 78 WNI itu baru bisa pulang ke Indonesia sekitar tanggal 23-24 Februari tanpa karantina ulang di tanah air.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyebut, kondisi 78 WNI yang berada di kapal pesiar Diamond Princess dalam keadaan sehat dari wabah virus corona atau COVID-19. Pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemerintah Jepang soal keberadaan 78 WNI tersebut.

"Tim kami dari KBRI Tokyo terus melakukan komunikasi dengan 78 kru WNI tersebut, bahkan kita sempat mengirim beberapa keperluan logistik mereka. Kita terus melakukan komunikasi dengan mereka, sampai detik terakhir mereka masih dalam kondisi baik dengan kondisi spirit yang cukup baik. Mudah-mudahan situasinya tak berubah," kata Retno di Kompleks Istana, Jakarta, Rabu (17/2/2020).

Imbas Virus Corona, Jokowi Akan Berikan Diskon Tiket Pesawat 30 Persen

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyatakan akan memberikan diskon sebesar 30 persen untuk wisatawan asing dan lokal. Hal ini dilakukan untuk memberikam stimulus ke dunia pariwisata Indonesia yang menurun akibat wabah virus corona.

"Saya telah bertemu dengan Menteri Keuangan kemungkinan ini masih kita hitung bersama-sama untuk memberikan diskon insentif bagi Wisman yaitu 30 persen dari tarif rill. Tapi nanti kita putuskan," ujar Jokowi usai rapat terbatas di Kantor Presiden, Senin 17 Februari 2020.

Setelah Burung Gagak, Nyamuk Raksasa Serang Wuhan?

SALAH: Sebuah video viral, diklaim menunjukkan nyamuk raksasa menyerang Wuhan setelah munculnya ribuan burung gagak. Penelusuran Cek Fakta Liputan6 menemukan bantahannya. 

 

19 dari 20 halaman

20 Februari 2020

Perkembangan Korban Wabah Virus Corona yang Kian Bertambah

Menurut Coronavirus COVID-19 Global Cases by Johns Hopkins CSSE dikutip dari gisanddata.maps.arcgis.com, Kamis (20/2/2020), jumlah korban tewas mencapai 2,126. Dengan pasien sembuh 16.326 dan total kasus 75.674 di sekitar 29 negara.

WNI dari Wuhan Akan Bikin Buku Kisah Terdampak Wabah Virus Corona COVID-19

 

Setelah mendengar berbagai cerita, Mbak Rerie, sapaan akrab Lestari Moerdijat, yang juga legislator Partai NasDem mengusulkan agar cerita para mahasiswa itu dibukukan. Sehingga pengalaman yang jarang ini bisa dibagikan ke masyarakat luas agar lebih mewaspadai dampak COVID-19.

 

20 dari 20 halaman

21 Februari 2020

Update Korban Virus Corona COVID-19

Hingga Jumat (21/2/2020), jumlah korban meninggal akibat Virus Corona COVID-19 mencapai 2.247. Menurut data dari gisanddata.maps.arcgis.com, total pasien sembuh menembus angka 18.442. Dengan total kasus 76.718 yang tersebar di sekitar 29 negara.

4 WNI di Kapal Diamond Princess Positif Virus Corona COVID-19

Kapal pesiar Jepang Diamond Princess yang telah rampung proses karantina kini tengah menurunkan penumpang secara bertahap. Kloter pertama sekitar 500 orang, diutamakan para lansia (lanjut usia) dan mereka yang negatif Virus Corona COVID-19.

Sebanyak 78 WNI diketahui bekerja di Diamond Princess sebagai Anak Buah Kapal (ABK).

 

Loading
Artikel Selanjutnya
HEADLINE: Evakuasi 74 WNI di Kapal Diamond Princess, Lewat Laut Lebih Ampuh Cegah Virus Corona?
Artikel Selanjutnya
Satu Penumpang Positif COVID-19, Kapal World Dream yang Angkut Sekitar 270 WNI Ditolak Berlabuh