Sukses

[Cek Fakta] Konsultan AS Stanley Greenberg Dikabarkan Bekerja untuk Jokowi, Ini Faktanya

Liputan6.com, Jakarta - Dugaan penggunaan jasa konsultan asing mengemuka dalam Pilpres 2019, yang mempertemukan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno. Belakangan muncul kabar di dunia maya bahwa pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 menggunakan jasa seorang ahli strategi politik asal Amerika Serikat, Stanley B Greenberg.

Nama pendiri lembaga riset Greenberg Quinlan Rosner Research tersebut dikaitkan dengan Jokowi berdasarkan profil yang dimuat dalam laman https://www.political-strategist.com/contributors/stanley-b-greenberg/.

Di sana disebutkan bahwa Stanley B. Greenberg, PhD memiliki sejumlah klien seperti Presiden AS Clinton, Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela, Wakil Presiden AS Al Gore, PM Inggris Tony Blair, Senator AS John Kerry, Kanselir Jerman Gerhard Shroder, Presiden RI Joko Widodo.

"Dan ratusan kandidat lain dan organisasi di dalam dan di luar Amerika Serikat," demikian dikutip dari situs www.political-strategist.com.

Apa yang dikemukakan dalam situs tersebut kemudian diberitakan sejumlah pihak di Indonesia.

Misalnya, pada Rabu 6 Februari 2019, situs www.portal-islam.id memuat artikel berjudul, 'Terungkap!!! Nama Jokowi Masuk Daftar Klien Konsultan Asing Ternama Stanley B Greenberg'

Artikel serupa juga dimuat dalam situs www.hidayatullah.com yang memuat artikel 'Ternyata Jokowi Masuk Daftar Klien Konsultan Asing pada Rabu 6 februari 2019'.

Pun dengan situs politik.rmol.co yang memuat artikel berjudul 'Nama Jokowi Masuk Daftar Klien Konsultan Asing Kawakan Ini'.

Kabar tersebut juga menyebar di sejumlah platform media sosial dan grup perpesanan. Salah satunya pemilik akun @awemany.

2 dari 3 halaman

Pembuktian

Pada 6 Februari 2019, Liputan6.com mencoba mengklarifikasi kabar yang beredar tersebut ke Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf. Klarifikasi dari pihak TKN dimuat dalam artikel berjudul, 'TKN Bantah Gunakan Jasa Konsultan AS Stanley Greenberg untuk Menangkan Jokowi'.

Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding membantah tudingan penggunaan jasa konsultan asing, Stanley Greenberg tersebut.

"Saya tidak pernah mendengar atau melihat ada konsultan asing yang menjadi konsultan Pak Jokowi. Perlu dicek berita yang menyampaikan itu, jangan-jangan juga hoaks. Jangan-jangan editan," ucap Karding dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/2/2019).

Sementara itu Jubir Jokowi-Ma’ruf lainnya, Ace Hasan Syadzily mengatakan tudingan Jokowi menggunakan jasa konsultan asing adalah isu daur ulang. Menurutnya, tudingan Jokowi menggunakan jasa Greenberg juga pernah muncul dalam Pilpres 2014.

"Itu tidak laku karena memang hoaks, fiksi dan tidak berdasarkan fakta. Tahun 2019, BPN mengangkat isu hoaks ini karena mereka terdesak oleh opini publik bahwa Prabowo menyewa banyak konsultan asing," jelas Ace kepada Liputan6.com.

Jokowi juga membantah tudingan tersebut. "He he he, hoax. Itu dijawab. Nggak perlu dijawab," ujar Jokowi seusai menghadiri Perayaan Imlek Nasional 2019 di JIEXpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (7/2/2019), seperti dikutip dari Detik.com.

Liputan6.com berupaya menghubungi Stanley Greenberg melalui surat elektronik pada Kamis 7 Februari 2019.

Kami meminta klarifikasi ahli strategi politik tersebut, terkait apakah ia menjadi konsultan politik Jokowi dalam Pilpres 2019 dan 2014 seperti yang tertera dalam situs https://www.political-strategist.com/contributors/stanley-b-greenberg/

Stanley Greenberg membantah keterlibatannya dengan Jokowi. "Saya tidak pernah bekerja untuk Bapak Widodo dalam hal apapun," kata dia dalam balasan email bertanggal Sabtu, 9 Februari 2019.

Isi surat elektronik Stanley Greenberg kepada Liputan6.com

Ia juga membantah apa yang tertera dalam situs www.political-strategist.com.

"Situs tersebut tidak akurat dan tidak sama sekali berafiliasi dengan saya," tambah dia. "Informasi akurat terkalit klien-klien kami diungkap dalam situs resmi: https://www.greenbergresearch.com/."

Penelusuran Liputan6.com, kabar bahwa Jokowi menggunakan konsultan asing juga pernah beredar di tengah ajang Pilpres 2014 lalu.

Seperti artikel berjudul, 'MafiaWar (18): Stanley Greenberg, Konsultan Yahudi Jokowitainment' dalam situs www.voa-islam.com pada 9 Februari 2014 lalu.

3 dari 3 halaman

Kesimpulan

Sejauh ini tidak ada bukti yang menguatkan tuduhan bahwa Jokowi menggunakan jasa konsultan asing bernama Stanley Greenberg dalam kontestasi Pilpres 2014 dan Pilpres 2019.

Bantahan telah disampaikan Jokowi sendiri, pihak TKN Jokowi-Ma'ruf, juga Stanley Greenberg melalui surat elektroniknya pada Liputan6.com.

 

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama 61 media massa dan organisasi lainnya di seluruh dunia.

Kami juga bekerjasama dengan lebih dari 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi hoaks yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Loading
Artikel Selanjutnya
WNI di Australia Kecewa pada Jokowi Soal UU KPK hingga Isu HAM RI, tapi...
Artikel Selanjutnya
Jokowi Akan Tagih Perkembangan Kasus Novel Baswedan ke Kapolri