Transfer Valentin Barco, Apa yang Dilihat Chelsea dari Pemain yang Pernah Gagal di Brighton?

Meski pernah gagal di Brighton, Valentin Barco itu dinilai telah berkembang dan cocok dengan kebutuhan skuad Chelsea

Diterbitkan 03 Agustus 2026, 17:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Chelsea mengumumkan transfer Valentin Barco dari Strasbourg pada Minggu (3/8). Kepindahan pemain asal Argentina itu sekaligus mengakhiri spekulasi yang telah berlangsung selama hampir empat bulan.

Transfer ini menarik perhatian karena Barco pernah mengalami masa sulit saat membela Brighton & Hove Albion pada musim 2023/2024. Dalam tujuh penampilan di Premier League, ia gagal menunjukkan kualitas yang sempat membuatnya digadang-gadang sebagai salah satu talenta terbaik Argentina.

Di sisi lain, keputusan Chelsea mendatangkannya juga memunculkan tanda tanya. Sebab, manajer baru Xabi Alonso sebelumnya lebih fokus memperkuat lini tengah dengan merekrut Granit Xhaka dan Jordan Henderson.

Meski begitu, transfer Barco diyakini bukan sekadar perjudian. Ada sejumlah alasan yang membuat Chelsea tetap percaya pemain berusia 22 tahun tersebut layak mendapat kesempatan kedua di Stamford Bridge.

Berkembang Pesat di Strasbourg, Bukan Lagi Sosok yang Sama

Barco datang ke Chelsea setelah menjalani periode yang impresif bersama Strasbourg sejak awal 2025. Di klub Prancis tersebut, ia berkembang menjadi gelandang serbabisa yang mampu membantu serangan sekaligus menjaga keseimbangan lini tengah.

Performa itulah yang membuat namanya kembali masuk radar klub-klub besar Eropa. Chelsea akhirnya mengamankan jasanya setelah proses negosiasi yang telah dirancang sejak April lalu.

Meski Xabi Alonso kemungkinan dimintai pendapat pada tahap akhir, transfer ini disebut lebih banyak digerakkan oleh tim rekrutmen Chelsea. Nama-nama seperti Paul Winstanley, Laurence Stewart, Joe Shields, dan Sam Jewell menjadi sosok yang berada di balik proses perekrutan tersebut.

Bagi Chelsea, kualitas Barco menjadi alasan utama di balik transfer ini. Pengalaman kurang berhasil di Brighton tidak lagi dijadikan acuan karena sang pemain telah menunjukkan perkembangan signifikan dalam peran barunya sebagai gelandang.

Keserbagunaan Jadi Nilai Tambah Besar

Salah satu keunggulan terbesar Barco adalah fleksibilitasnya di lapangan. Ia mampu bermain sebagai gelandang maupun mengisi posisi bek kiri ketika dibutuhkan, sebuah karakter yang sangat dibutuhkan dalam sepak bola modern.

Kemampuan bermain di lebih dari satu posisi memberikan Chelsea tambahan opsi dalam menyusun komposisi tim. Meski musim ini tidak bermain di kompetisi Eropa, kedalaman skuad tetap menjadi perhatian klub untuk menghadapi target jangka panjang.

Namun, persaingan Barco dipastikan tidak mudah. Xabi Alonso telah membawa Jordan Henderson ke lini tengah, sementara Chelsea juga hampir merampungkan transfer bek kiri Rayo Vallecano, Pep Chavarría, yang merupakan pemain pilihan sang pelatih.

Barco juga melanjutkan jalur perpindahan pemain dari Strasbourg ke Chelsea di bawah kepemilikan BlueCo. Sebelumnya, Mamadou Sarr lebih dulu mengikuti jalur serupa dan kini kembali mendapat kesempatan menjadi bagian dari skuad utama The Blues setelah masa peminjamannya di Strasbourg diakhiri.

Sumber: FotMob

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Kongres PSSI 2026: Pendapatan Rp 722 M, Pemilihan Ketum Juli 2027

Asad ArifinTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan