Jepang dan Korea Selatan Bukan Lagi hanya Pemanis Piala Dunia

Jepang dan Korea Selatan sudah berkembang pesat sehingga layak dianggap sebagai tim penantang dalam Piala Dunia.

Diterbitkan 03 Juni 2026, 21:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Bahkan Jepang, nyaris menembus perempat final andai tak kalah adu penalti lawan Kroasia dengan skor 1-3, setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit. Dhaneswara pun cukup percaya dengan Jepang sekarang.

"Jadi ini kesempatan buat Jepang sama Korea sebetulnya kalau melihat keadaan terkini dari timnya. Terutama Jepang sekarang ini berkembang banget," ucap Dhanes, sapaan akrabnya.

"Apalagi hampir semua pemainnya itu kan dia main di liga Eropa dan kualitas liga yang meningkat, bikin akhirnya pemain-pemain Jepang ini laku di Eropa juga," tambahnya.

Lebih Bagus daripada Australia

Kualitas tinggi Korea Selatan dan Jepang menurut Dhanes sekarang sudah tinggi. Kedua jagoan Asia itu bahkan dikatakan olehnya lebih baik dari Australia, tim yang dulu kerap dianggap jagoannya AFC.

Australia sekarang, kata Dhanes, sudah tak sebagus dulu. Pernyataan itu ia ambil berdasarkan skuad Socceroos saat ini yang tak punya pemain yang memperkuat klub top Eropa. 

Komposisi tersebut berbeda dengan Korea yang punya Kim Min-jae (Bayern Munchen) dan Lee Kang-in (PSG) serta Jepang dengan Hiroki Ito (Bayern Munchen) dan Wataru Endo (Liverpool).

"Harry Souttar yang jadi andalan di lini belakangnya mainnya cuma di Leicester City, yang bahkan degradasi ke League One. Terus ada lagi juga misalnya kayak Mohamed Toure tuh strikernya, mainnya cuma di Norwich City," kata Dhanes.

"Enggak ada yang main di klub-klub top Inggris kayak dulu eranya Mark Viduka, Tim Cahill dan lain-lain. Viduka dulu main Leeds waktu zaman jago-jagonya. Terus Tim Cahill di Everton," tutupnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Dimas Ramadhan Wicaksana, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan