FI GP Bahrain dan Arab Saudi Terancam Batal, Kalender 2026 Berpotensi Hanya 22 Balapan

Konflik di Timur Tengah memicu ancaman pembatalan GP Bahrain dan Arab Saudi pada kalender F1 2026, berpotensi mengurangi jumlah balapan menjadi 22 seri.

OlehThomas
Diterbitkan 13 Maret 2026, 23:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Sekitar seperempat dari tenaga kerja F1 biasanya melakukan perjalanan melalui pusat-pusat di Timur Tengah untuk Grand Prix. Lebih dari 1.000 staf tim serta ofisial balapan terpaksa mengubah rute perjalanan mereka akibat gangguan ini.

Uji coba ban Pirelli di Bahrain telah dibatalkan karena masalah keamanan, yang semakin menggarisbawahi kesulitan operasional di wilayah tersebut. Situasi ini menunjukkan bahwa kondisi di lapangan sangat tidak kondusif untuk kegiatan berskala besar.

Perubahan Potensial Kalender F1 2026

Jika kedua balapan tersebut dibatalkan, kalender Kejuaraan Dunia F1 2026 akan berkurang dari 24 menjadi 22 balapan. Pembatalan ini akan menciptakan jeda lima minggu yang tidak terencana antara Grand Prix Jepang (27-29 Maret) dan Grand Prix Miami (1-3 Mei).

F1 dilaporkan tidak berencana untuk mencari balapan pengganti jika GP Bahrain dan Arab Saudi dibatalkan. Meskipun ada spekulasi mengenai sirkuit alternatif seperti Portimao (Portugal), Imola (Italia), atau Paul Ricard (Prancis), kemungkinan penggantian ini tampaknya tidak akan terwujud.

Kalender awal F1 2026 mencakup 24 seri balapan, dimulai di Australia pada 6-8 Maret dan berakhir di Abu Dhabi pada 4-6 Desember. GP Bahrain dan Arab Saudi merupakan bagian dari empat seri balapan awal di Asia setelah Australia.

Respons F1 dan FIA Terhadap Situasi

Federation Internationale de l'Automobile (FIA) dan Formula 1 menyatakan bahwa mereka terus memantau perkembangan situasi keamanan dengan cermat. Prioritas utama adalah keselamatan semua pihak yang terlibat dalam ajang balap.

CEO F1, Stefano Domenicali, menyatakan bahwa semua opsi terbuka dan keputusan akan diambil bersama dengan mempertimbangkan risiko yang berkembang. Penyelenggara di Arab Saudi dilaporkan berupaya agar balapan di Jeddah tetap bisa diselenggarakan, namun mengakui bahwa keputusan akhir akan bergantung pada kondisi keamanan dan perjalanan.

F1 telah menyiapkan penerbangan charter bagi personel penting sebagai respons terhadap gangguan perjalanan udara yang terjadi. Ini menunjukkan keseriusan F1 dalam menghadapi tantangan logistik yang ada, meskipun pembatalan tetap menjadi opsi.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan