Retak Halus di Bernabeu: Ketegangan Vinicius Junior dan Xabi Alonso yang Kian Terasa

Vinicius Jr mulai kehilangan status tak tersentuh di Real Madrid. Ketegangannya dengan Xabi Alonso menandai perubahan besar di era baru Los Blancos.

Diterbitkan 31 Oktober 2025, 12:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Reaksi frustrasi Vinicius Junior saat ditarik keluar dalam laga El Clasico bukan sekadar luapan emosi sesaat. Itu adalah cerminan dari ketegangan yang kian terasa antara sang bintang Brasil dan pelatih Real Madrid, Xabi Alonso.

Meski tak ada tanda pemberontakan terbuka, sumber di sekitar klub menyebut bahwa hubungan keduanya memerlukan penanganan hati-hati. Bukan rahasia lagi, Vinicius sempat melontarkan kalimat emosional, “Saya sebaiknya pergi,” saat diganti di laga melawan Barcelona.

Ucapan itu bukan tanpa akar. Pikiran untuk hengkang sudah sempat terlintas dalam benaknya sejak akhir bursa transfer lalu, setelah perdebatan panas dengan Alonso jelang laga Piala Dunia Antarklub kontra PSG.

Walau tidak ada tawaran konkret yang datang, momen itu memperlihatkan perubahan besar: Vinicius tidak lagi merasa menjadi pemain yang tak tersentuh.

Dari Kebebasan Ancelotti ke Disiplin Ala Xabi Alonso

Perubahan atmosfer di Madrid terasa jelas sejak kedatangan Xabi Alonso. Jika di era Carlo Ancelotti Vinicius diberi kebebasan untuk berkreasi dan bermain dengan naluri murni, kini situasinya berbalik. Di bawah Alonso, semua berjalan lebih terstruktur, lebih disiplin, bahkan “rigid” di mata sebagian pemain.

Pelatih asal Basque itu datang dengan misi menciptakan konsistensi dan tanggung jawab kolektif. Pola permainan Madrid kini lebih terdefinisi: setiap pemain memiliki posisi dan tugas yang jelas. Struktur seperti ini, meski efektif, membuat pemain seperti Vinicius perlu beradaptasi.

Beberapa pemain mengakui bahwa transisi ini tidak mudah. Mereka merasa kehilangan ruang untuk improvisasi. Namun bagi Alonso, struktur adalah fondasi. Setelah musim lalu dianggap kurang stabil, ia percaya kedisiplinan taktis adalah satu-satunya jalan untuk membangun kembali DNA juara Real Madrid.

Ketegangan yang Dikelola, Bukan Diselesaikan

Pertikaian terbuka antara Vinicius dan Alonso memang belum terjadi, tetapi suasananya kian terasa dingin. Momen krusial muncul jelang semifinal Piala Dunia Antarklub, ketika Vinicius diberitahu bahwa ia tidak akan menjadi starter. Sang winger tak menerima keputusan itu dengan baik, dan Alonso tetap tegas pada pendiriannya.

Sejak saat itu, dinamika keduanya berubah. Alonso menegaskan bahwa tidak ada pemain yang dijamin akan selalu menjadi starter. Ia juga mengatur agar Vinicius lebih sering dirotasi dengan Rodrygo, terutama di posisi sayap kiri.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Pendekatan ini mencerminkan gaya kepemimpinan Alonso, metodis, terencana, dan tidak gentar menghadapi konfrontasi. Ia ingin menanamkan pesan bahwa tak ada pemain yang lebih besar dari sistem. Di sisi lain, Vinicius masih mencoba beradaptasi. Ia terbiasa menjadi pusat perhatian, pemain yang selalu mendapat perlakuan khusus dari Ancelotti. Kini, ia harus belajar bahwa di bawah Alonso, status dan bakat besar tak menjamin perlakuan istimewa.

Halaman
Show All
Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan