Kualitas Makin Merata, Juara Kompetisi Sepak Bola Putri Silih Berganti

Tidak ada tim yang mendominasi. Perburuan gelar juara sepak bola putri usia dini pun begitu sengit.

OlehThomas
Diterbitkan 19 Oktober 2025, 22:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Yogyakarta Seri 1 2025 - 2026 telah rampung digelar dengan parta final berlangsung Minggu (19/10/2025) di Stadion Tridadi. Persaingan semakin merata. Juara MLSC silih berganti.

Pada kelompok usia (KU) 10, MI Baburroyyan Kiyudan sukses menjadi juara usai melakoni pertandingan sengit melawan SDN 3 Imogiri dengan skor 5-4.

Sementara pada KU 12, SD Muhammadiyah Karangploso tampil dominan membekuk SDN 2 Wonoharjo yang berstatus sebagai Juara MLSC Yogyakarta Seri 1 2024 dengan hasil akhir 6-1.

MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2025 - 2026 yang bergulir pada 14 hingga 19 Oktober 2025 di Stadion Tridadi dan Lapangan Bola Sidomoyo Sleman diikuti oleh 1.619 siswi dari 84 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Yogyakarta dan sekitarnya, yang terbagi ke dalam 69 tim KU 10 dan 80 tim KU 12.

Peningkatan peserta di setiap seri menunjukkan tren positif, seiring dengan kualitas yang semakin merata.

Program Manager MilkLife Soccer Challenge, Edi Supriyanto menuturkan, roda ekosistem sepak bola putri usia dini di Yogyakarta berputar kian kencang sesuai dengan target yang dipatok penyelenggara.

Hal tersebut terlihat dari munculnya tim debutan serta juara setiap seri diraih oleh tim berbeda, kecuali SDN Ungaran 1 KU 10 yang berhasil menjuarai MLSC Yogyakarta Seri 1 2024 dan MLSC Yogyakarta 2025 pada Juni lalu.

Kemampuan Merata

Edi menilai kemampuan srikandi muda cukup merata dan tidak hanya didominasi oleh satu atau dua sekolah saja.

“Salah satu contoh, sebagai pemegang gelar juara dua kali pada KU 10, SDN Ungaran 1 kalah dengan SDN 3 Imogiri di babak semifinal seri ini. Sementara di seri sebelumnya SDN 3 Imogiri kalah 0-4 dengan SDN Ungaran 1 pada partai final. Artinya ada peningkatan secara kualitas dari sekolah yang turut serta di seri-seri sebelumnya. Kami juga mengapresiasi 11 sekolah baru yang berlaga di seri ini. Semoga antusias dan semangat putri Yogyakarta menekuni sepak bola semakin menyala dan diikuti oleh kota lain penyelenggaraan MLSC,” ujar Edi.

Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta, Tri Wulandari mengatakan, peningkatan jumlah peserta di MLSC Yogyakarta Seri 1 2025 - 2026, selaras dengan bertambahnya kualitas pesepakbola putri.

25 Nama yang Menonjol

Potensi besar dan daya saing tinggi pun diperlihatkan individu maupun tim yang baru menjajal persaingan di turnamen yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife ini.

"MilkLife Soccer Challenge secara rutin digelar di Yogyakarta, konsistensi itu membuat semakin banyak peserta yang serius menekuni sepak bola putri dan melanjutkan pelatihan bersama SSB. Hasilnya, pada penyelenggaraan seri ini semakin banyak siswi yang sudah berkembang secara permainan di lapangan, baik teknik individu maupun kerjasama tim. Bahkan, MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2025 - 2026 juga memunculkan sejumlah talenta dari sekolah-sekolah yang baru pertama kali ikut serta di turnamen ini," ujar Wulan.

Lebih lanjut, Tri Wulandari beserta tim talent scouting sudah mengantongi 25 nama untuk menjalani latihan secara intensif pada MilkLife Soccer Extra Training. Diharapkan dengan bekal teknik yang dipelajari, para putri terpilih dapat mengembangkan kemampuan lebih maksimal seiring dengan prestasi yang akan diraih.

Diikuti 452 Siswi

Sekadar diketahui, antusiasme para siswi Kota Pelajar untuk ikut serta dalam MilkLife Soccer Challenge terus memperlihatkan tren positif. Pada penyelenggaraan MLSC Yogyakarta Seri 1 2024 tercatat 452 siswi.

Kemudian, pada MLSC Yogyakarta Seri 2 2024 sebanyak 1.203 peserta. Sementara di MLSC Yogyakarta 2025 pada 18-22 Juni lalu, jumlah peserta kembali meningkat menjadi 1.315 siswi.

“Seneng banget saya akhirnya bisa menjadi juara di MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2025 - 2026. Padahal, sebelumnya tim KU-12 sekolah saya hanya bisa lolos fase grup. Saya ingin mempersembahkan keberhasilan menjadi juara untuk kedua orangtua yang selalu mendukung supaya saya bisa terus mengejar mimpi menjadi pemain sepak bola sukses dan menjadi bagian dari timnas Indonesia yang tampil di Piala Dunia,” ucap Nadia Shakila Azzahra dari SD Muhammadiyah Karangploso.

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan