Kualitas Makin Merata, Juara Kompetisi Sepak Bola Putri Silih Berganti

Tidak ada tim yang mendominasi. Perburuan gelar juara sepak bola putri usia dini pun begitu sengit.

OlehThomas
Diterbitkan 19 Oktober 2025, 22:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta, Tri Wulandari mengatakan, peningkatan jumlah peserta di MLSC Yogyakarta Seri 1 2025 - 2026, selaras dengan bertambahnya kualitas pesepakbola putri.

25 Nama yang Menonjol

Potensi besar dan daya saing tinggi pun diperlihatkan individu maupun tim yang baru menjajal persaingan di turnamen yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife ini.

"MilkLife Soccer Challenge secara rutin digelar di Yogyakarta, konsistensi itu membuat semakin banyak peserta yang serius menekuni sepak bola putri dan melanjutkan pelatihan bersama SSB. Hasilnya, pada penyelenggaraan seri ini semakin banyak siswi yang sudah berkembang secara permainan di lapangan, baik teknik individu maupun kerjasama tim. Bahkan, MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2025 - 2026 juga memunculkan sejumlah talenta dari sekolah-sekolah yang baru pertama kali ikut serta di turnamen ini," ujar Wulan.

Lebih lanjut, Tri Wulandari beserta tim talent scouting sudah mengantongi 25 nama untuk menjalani latihan secara intensif pada MilkLife Soccer Extra Training. Diharapkan dengan bekal teknik yang dipelajari, para putri terpilih dapat mengembangkan kemampuan lebih maksimal seiring dengan prestasi yang akan diraih.

Diikuti 452 Siswi

Sekadar diketahui, antusiasme para siswi Kota Pelajar untuk ikut serta dalam MilkLife Soccer Challenge terus memperlihatkan tren positif. Pada penyelenggaraan MLSC Yogyakarta Seri 1 2024 tercatat 452 siswi.

Kemudian, pada MLSC Yogyakarta Seri 2 2024 sebanyak 1.203 peserta. Sementara di MLSC Yogyakarta 2025 pada 18-22 Juni lalu, jumlah peserta kembali meningkat menjadi 1.315 siswi.

“Seneng banget saya akhirnya bisa menjadi juara di MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2025 - 2026. Padahal, sebelumnya tim KU-12 sekolah saya hanya bisa lolos fase grup. Saya ingin mempersembahkan keberhasilan menjadi juara untuk kedua orangtua yang selalu mendukung supaya saya bisa terus mengejar mimpi menjadi pemain sepak bola sukses dan menjadi bagian dari timnas Indonesia yang tampil di Piala Dunia,” ucap Nadia Shakila Azzahra dari SD Muhammadiyah Karangploso.

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan