Dari Jayapura ke Kudus: Cerita Bocah 10 Tahun Tinggalkan Rumah demi Kejar Mimpi Jadi Atlet Bulu Tangkis

Holiness Nicely Pinontoan rela menempuh jarak 4000 kilometer lebih dari Jayapura menuju Kudus demi mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2025 yang digelar di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah mulai Senin (8/9/2025).

Diterbitkan 09 September 2025, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Awal mula (Holi terjun ke badminton) karena saya juga main bulu tangkis, tetapi saya main otodidak. Lalu teman saya kebetulan adalah Coach yang melatih anak-anak. Dari situ, Holi masuk klub di Jayapura," ujar Isye, ibunda Holi ketika ditemui awak media selepas screening Audisi Umum PB Djarum di GOR Djarum, Jati, Kudus, Senin (8/9/2025).

Juara di Papua, Cari Tantangan di Pulau Jawa

Ibu Holi mengaku, dia sebenarnya tidak pernah mendorong keras Holi untuk menekuni badminton. Ketertarikan itu muncul secara natural. Bahkan, ide mengikuti Audisi Umum PB Djarum juga tercetus dari sang putra sendiri.

Dari lima bersaudara selain Holi, Isye punya satu anak lagi yang sempat terjun ke dunia badminton. Namun, cuma minat Holi yang konsisten bertahan sampai sekarang.

Sang ibu merasa punya tanggung jawab mendukung mimpi putranya. Apalagi sang anak sudah membuktikan diri dengan bersinar di tanah Papua.

Dalam sejumlah pertandingan resmi yang dia ikuti beberapa waktu terakhir, Holi langganan juara. Hal ini membuat Isye bertekad membuka ruang lebih luas lagi dengan membawa Holi terbang keluar pulau agar bisa meningkatkan performa.

"(Holi) memang ketika ditanya mau jadi apa, dia bilang ingin jadi atlet badminton, makanya kita juga dukung. Kalau di Papua, dia beberapa kali terakhir (ikut) pertandingan se-Tanah Papua, juara. Jadi kita coba lebih (naik level)," imbuhnya.

Berani Jauh dari Rumah

Kata-kata Isye terbukti. Bukan cuma dari penampilan solid atau ekspresi Holi yang memancarkan ketenangan saat screening, komitmen bocah 10 tahun menyeriusi badminton juga tercermin dari ambisinya lolos audisi PB Djarum.

Holi berniat mengejar Super Tiket agar lolos tahap karantina. Bocah penggemar atlet juara All England 2024, Jonatan Christie, itu bahkan mengaku sudah siap jika harus timggal jauh dari rumah.

"Saya mau masuk Djarum. Tidak apa-apa jauh dari rumah," ujarnya kepada awak media, termasuk Liputan6.com.

Pengorbanan Tak Sedikit

Mengizinkan Holiness ikut dalam Audisi Umum PB Djarum bukanlah hal mudah. Isye mengaku dia dan sang suami berkorban finansial memberangkatkan sang putra dari Jayapura menuju Kudus.

Meski enggan menyebut nominal spesifiknya, ongkos untuk mewujudkan ini tentu tidak murah. Apalagi, sudah bukan rahasia bahwa tiket pesawat dari area Timur Indonesia harganya jauh dari kata terjangkau.

"Kalau mau bilang pengorbanan materi, ya kita tahu bersama (biayanya besar), apalagi dari Papua. Orang bilang tiket (pesawat) saja seperti ke luar negeri," kata Isye.

Mimpi Tak Kenal Jarak

Parahnya lagi, finansial bukan satu-satunya yang akan dikorbankan orang tua Holi. Jika mutiara asal Jayapura itu berhasil mengunci Super Tiket, Isye dan suami juga harus berkorban emosional dengan terpisah jauh dari putra yang baru berusia 10 tahun.

Dengan suara bergetar. Isye mengaku siap menjalani itu. Putranya sudah kadung mantap menjawab ingin jadi atlet badminton.

"Demi anak. Karena cita-citanya jadi pemain bulu tangkis, kita orang tua mendukung," katanya lagi.

"Kalau lolos ya Puji Tuhan, kalau tidak lolos juga tidak apa-apa. Mungkin ada ini (jalan) lain lagi," tandas Isye.

Langkah Holi di audisi ini mungkin baru awal. Namun keberaniannya meninggalkan rumah, menempuh ribuan kilometer, dan berjuang di panggung besar, sudah membuktikan satu hal: mimpi tak pernah mengenal jarak.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Theresia Melinda Indrasari, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan