Rapor Liverpool Akhir Musim 2024/2025: Awalnya Quadruple, Akhirnya Satu Gelar

Meski sempat digadang-gadang meraih quadruple dan pada akhirnya hanya satu gelar yang berhasil diamankan, gelar itu adalah yang sangat prestisius.

Diperbarui 27 Mei 2025, 14:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Mereka finis di puncak klasemen, unggul atas tim-tim raksasa lainnya. Optimisme pun membuncah.

Namun, di babak 16 besar, PSG menghentikan langkah mereka. Setelah menang 1-0 di Paris, Liverpool kalah dengan skor yang sama di Anfield. Adu penalti jadi penentu dan The Reds gagal total—kalah 1-4 dari titik putih.

Para Pemain: Kontradiksi Mohamed Salah dan Federico Chiesa

Mohamed Salah sekali lagi jadi jantung serangan Liverpool. Di usia 32 tahun, dia mencetak total 34 gol dari 52 laga, menjadi top skor Premier League (29 gol) sekaligus raja assist (18 assist). Dua penghargaan individu menjadi bukti keistimewaannya.

Salah bukan hanya pencetak gol, tapi juga kreator utama. Dalam musim transisi, dia menjelma jadi jaminan stabilitas. Perannya begitu vital, baik di lapangan maupun di ruang ganti.

Namun, tidak semua pemain bersinar. Federico Chiesa, satu-satunya rekrutan musim panas, gagal tampil sesuai harapan. Cedera dan adaptasi yang lambat membuatnya hanya bermain 14 kali dan mencetak dua gol saja.

Arne Slot: Penerus Langkah sang Legenda

Menggantikan legenda seperti Klopp bukan tugas ringan. Namun, Slot tidak sekadar mengisi kursi, dia menegaskan bahwa dirinya memang pantas duduk di sana. Dia datang dengan kepala dingin dan visi yang tajam, lalu memenangi liga di musim debutnya.

Tanpa banyak belanja pemain, dia hanya menerima satu amunisi baru: Chiesa, yang bahkan lebih banyak absen. Namun, Slot justru mengangkat para pemain lama dan memberi mereka peran baru dalam sistem yang fleksibel dan progresif.

Dia mengelola tekanan, memperbaiki atmosfer ruang ganti, dan menyusun taktik yang efektif. Jika musim ini adalah ujian, maka Arne Slot lulus dengan predikat summa cum laude.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan