Kompetisi Atletik Pelajar SAC Indonesia Gelar Kualifikasi Jakarta dan Banten, Diikuti 3.000 Peserta

Lebih dari 3.000 peserta dari 200 sekolah tingkat SD,SMP, hingga SMA ikutan babak kualifikasi SAC Indonesia 2022 yang berlangsung di Stadion Atletik Rawamangun.

OlehThomas
Diterbitkan 19 November 2022, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Wakil Ketua Umum KONI DKI Jakarta, I Gede Sarjana menyanjung gelaran yang diadakan oleh Energen Champion bekerja sama dengan Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) dan DBL Indonesia. Energen Champion adalah minuman cokelat berenergi yang mengandung susu dan telur dari Mayora. Ia melihat potensi besar dari para peserta. Hal tersebut disampaikan saat menyaksikan 28 seri dari nomor lari 60 meter kategori putra tingkat SD. 
“Dengan cara-cara seperti ini kita bisa mendapatkan atlet-atlet muda. Saya tadi melihat dari tiga sampai empat rombongan sudah bagus sekali. Nah anak-anak itu tinggal dipoles saja. Dari kompetisi seperti ini harapannya mereka bisa berprestasi dan berkaliber internasional,” katanya. 

Dari Banten

Peserta dari Banten juga tak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk berkompetisi. Sepeti halnya delegasi dari SMAN 1 Ciruas, Serang, Banten. “Yang pertama adalah kami bukan menargetkan juara. Tetapi keikutsertaan terlebih dahulu. Memperlihatkan pada anak bahwa perlombaan yang sesungguhnya itu seperti ini. Di daerah sering ikut kejuaraan juga, tetapi persiapannya tidak sebagus ini. Siapa tahu ini nantinya bisa diterapkan di daerah. Karena saya kebetulan sebagai pengurus daerah PASI,” ungkap Ahdi, S.Pd, salah seorang guru yang mendampingi delegasi SMAN 1 Ciruas.

Ahdi sangat setuju dengan peraturan yang diterapkan oleh Energen Champion SAC Indonesia. Bahwa atlet didikan PPLP, Pelatnas, SKO, KKO hingga PAB tidak diiznkan untuk ikut. Pasalnya, mencari bibit atletik memang harus dijaring dari lembaga non pelatihan. “Saya berharap Energen Champion SAC Indonesia bisa terus berlanjut. Tidak hanya berhenti sampai tahun ini saja,” ungkap Ahdi.

Apresiasi Para Guru

Sementara itu, James Wilson Manik, M.Pd., guru olahraga dari SMP dan SMA Tunas Bangsa Greenville ini mengapresiasi tujuan gelaran Energen Champion SAC Indonesia. “Saya sudah tahu DBL Indonesia sejak lama. Sewaktu scrolling media sosial saya menemukan SAC. Saya ikutin nih dari qualifiers pertama di Mataram. Akhirnya saya memutuskan menerjunkan anak-anak. Bagus sih sekarang DBL tidak hanya membesarkan basket, tapi juga merambah atletik,” ungkap James.

“Di sekolah kami ada ekstrakurikuler atletik. Dan tujuan saya mengikutsertakan anak-anak saya, ya ingin menunjukkan pada mereka, kompetisi itu seperti ini. Anak-anak juga antusias ikut. Apalagi ketika ada reward training camp ke Australia. Mereka jadi semangat. Jadi tujuan anak-anak berlomba ini jelas. Pemberhentian akhirnya itu jelas akan kemana,” imbuhnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Thomas, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan