Masalah Hak Asasi Manusia, Iran Diminta Dicoret dari Piala Dunia 2022

Sebuah organisasi aktivis perempuan di bidang sepakbola berkirim surat ke FIFA, meminta Iran disingkirkan dari Piala Dunia 2022

Diterbitkan 03 Oktober 2022, 13:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Resusitasi dilakukan pada pasien, detak jantung kembali dan pasien dirawat di unit perawatan intensif," tulis mereka menurut laporan The Guardian.

Sedangkan organisasi hak asasi manusia setidaknya 83 orang meninggal dalam dua minggu demonstrasi yang terjadi.

Belum Respon

Baik FIFA maupun Asosiasi Sepak Bola Iran belum memberikan respon atau menanggapi permintaan komentar dari kantor berita Reuters.

Timnas Iran akan menghadapi Inggris dalam pertandingan pembukaan turnamen pada 21 November 2022.

Mereka kemudian akan menghadapi Wales pada 25 November 2022 sebelum memainkan pertandingan grup terakhir mereka melawan Amerika Serikat pada 29 November 2022.

Para pemain timnas Iran sendiri tidak menutup mata atas kematian Amini tersebut. Saat melakoni pertandingan persahabatan internasional menghadapi Senegal di Wina, Austria 27 September 2022 mereka membuat gempar.

Para pemain berbaris memasuki lapangan dengan mengenakan jaket hitam saat lagu kebangsaan Iran diperdengarkan. Jaket hitam itu menutupi lambing negara di kaos jersey tim. Jaket hitam itu baru dilepas saat bertanding dimulai, yang berakhir imbang 1-1.

Dukungan

Pertandingan itu sendiri berlangsung secara tertutup untuk mencegah protes Persatuan Sepakbola Iran.

Sebelumnya, bintang tim Iran Sardar Azmoun, yang juga bermain di Bundesliga Jerman untuk Bayer Leverkusen, menulis dukungan atas unjuk rasa mengutuk kematian Amini.

“Paling buruk saya akan diberhentikan dari tim nasional. Tidak masalah,” tulis dia di Instagram pada Ahad. "Saya akan mengorbankan itu untuk satu helai rambut di kepala wanita Iran. Tulisan ini tidak akan dihapus. Mereka dapat melakukan apapun yang mereka inginkan. Harusnya kalian malu karena membunuh begitu mudah; panjang umur wanita Iran.”

Postingannya kemudian dihapus dengan versi kata-kata yang tidak terlalu keras, tetapi Azmoun bergabung dengan rekan satu timnya yang menutup foto profil media sosialnya sebagai bentuk solidaritas.

Dukungan terhadap demonstran Iran juga datang dari sejumlah tokoh sepak bola negara tersebut. Mantan bintang tim nasional Ali Karimi, telah menjadi pahlawan bagi banyak pengunjuk rasa di Iran dengan mendukung protes di media sosial – menentang kritik pedas di media pro-pemerintah.

Karimi, telah berulang kali memposting di Instagram dan di Twitter untuk mendukung protes dan mengutuk kematian Amini, dengan mengatakan bahkan air suci pun tidak bisa “menghapus aib ini”.

“Seperti orang biasa di tanah saya, saya tidak mencari jabatan atau posisi apa pun,” katanya.“Saya hanya mencari kedamaian dan kenyamanan dan kesejahteraan orang-orang di semua bagian negara saya.”

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Yo Kavya, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan