Sukses

4 Pemain dari NBA 75th Anniversary yang Masih Berlaga di Play-Off 2022

Liputan6.com, Jakarta- NBA 2021/2022 terasa begitu spesial. Musim ini merupakan ulang tahun ke-75 NBA. Organisasi pimpinan Adam Silver pun membuat terobosan baru.

NBA mengumumkan daftar 75 pemain terbaik selama 75 tahun beroperasi. Dari daftar 75 pemain ini ada yang masih aktif bermain, sudah pensiun atau bahkan telah meninggal dunia.

Yang mengesankan seperlima dari pemain yang terpilih masuk tim 75 tahun NBA merupakan pemain yang masih aktif bermain. Mereka dianggap sudah memiliki prestasi yang luar biasa.

Menariknya ada empat pemain aktif dalam daftar 75 pemain terbaik dalam perayaan 75 tahun NBA yang saat ini sedang berjuang di babak play-off.

Sebenarnya ada lima pemain tim 75 tahun NBA yang lolos play-off 2021/2022. Namun Kevin Durant bersama Brooklyn Nets sudah gugur di putaran pertama.

Berikut fakta-fakta tentang 4 pemain dari tim NBA 75th Anniversary yang berhasil maju ke babak play-off NBA musim ini:

2 dari 5 halaman

Giannis Antetokounmpo

Giannis Antetokounmpo mengawali kariernya di tahun 2013 sebagai pemain termuda ke- 17 dalam sejarah NBA. Sejak debutnya, ia berhasil meraih sederet gelar presisius di NBA mulai jadi Most Improved Player, Most Valuable Player (MVP) tahun 2019 dan 2020, Defensive Player of The Year (DPOY), dan NBA Finals MVP sekaligus memimpin Milwaukee Bucks memenangkan kejuaraan pada 2021 yang merupakan gelar pertama Milwaukee Bucks sejak 1971.

Giannis mendapatkan penghargaan NBA MVP pertamanya pada usia 24 dan menjadi MVP termuda setelah LeBron James dan Derrick Rose. Pada musim 2019 - 2020, Ia memenangkan gelar NBA MVP keduanya, serta menjadi DPOY sama seperti Michael Jordan dan Hakeem Olajuwon. Hanya ketiga pemain ini yang berhasil menerima gelar MVP dan DPOY di musim yang sama sepanjang sejarah NBA.

3 dari 5 halaman

Stephen Curry

Dipilih oleh Golden State Warriors melalui NBA Draft tahun 2009, Stephen Curry menjadi salah satu dari 12 pemain NBA yang mendapatkan gelar Most Valuable Player Award secara berturut. Ia memenangkan penghargaan berturut-turut pada tahun 2015 dan 2016. Sementara itu, Golden State Warrior berhasil mengumpulkan rekor gabungan kemenangan sebanyak 140 pertandingan selama dua musim, dan juga berjaya dengan memenangkan kejuaraan sebanyak tiga kali pada tahun 2015, 2017, dan 2018.

Steph merupakan pemain pertama yang berhasil memperoleh 300 three-pointers, dan pada 15 Desember 2021, ia berhasil melewati rekor Reggie Miller dan Ray Allen sebagai pencetak tembakan tiga angka terbanyak dalam sejarah dengan 2.977 kali. Steph juga terpilih menjadi pemain NBA All-Star sebanyak delapan kali berturut-turut (2014 - 2022), pemenang dari NBA 3-Point Contest (2015, 2021), pemenang NBA Skills Challenge (2011), NBA All-Star Game MVP (2022), semua berhasil dicapai olehnya di usia 34 tahun.

4 dari 5 halaman

James Harden

James Harden dinobatkan sebagai Pac-10 Player of the Year (2009) di Arizona State, membuatnya terpilih sebagai urutan ketiga secara keseluruhan dalam NBA Draft 2009. Pada musim keempatnya di NBA, James Harden memperoleh rata-rata 25 poin atau lebih di setiap pertandingan, dan telah mengumpulkan tiga gelar pemain dengan akumulasi skor terbanyak (2018 - 2020), NBA MVP (2018), dan telah menjadi bagian dari beberapa babak playoffs di berbagai musim.

Setelah berpindah ke Houston Rockets pada tahun 2012, ia menunjukkan peningkatan dalam permainannya dengan rata-rata 25,9 poin, 4,9 rebound, dan 5,8 assist per- pertandingan. James Harden berhasil memenangkan medali emas pada Olimpiade 2012 dan Piala Dunia FIBA 2014 bersama Tim Basket Pria Nasional Amerika Serikat. Pada 2018, ia menjadi pemain pertama yang mencetak 60 poin sekaligus mencatatkan triple-double dalam sejarah NBA. James Harden memimpin dalam total poin dan steals pada tahun 2018, 2019, 2022, serta menjadi pemain NBA ke-4 sejak merger NBA & ABA yang berhasil memperoleh pencapaian ini setelah George Gervin, Michael Jordan, dan Kevin Durant.

5 dari 5 halaman

Chris Paul

Setelah debutnya di tahun 2005, Chris Paul tetap memperkuat karirnya menjadi floor general di NBA. Dia juga mengantongi gelar sebagai pemain dengan assist terbanyak sebanyak lima kali (2008, 2009, 2014, 2015, 2022), dan memperoleh rata-rata delapan atau lebih assist per-pertandingan. Chris Paul memenangkan penghargaan Rookie of the Year setelah membantu New Orleans Hornets melipat gandakan kemenangan mereka di bandingkan dengan musim sebelumnya (dari 18 menjadi 38 kemenangan). New Orleans Hornets mencapai puncak kejayaannya dengan Chris Paul yang memenangkan pertandingan 56 dan memecahkan rekor baru di NBA pada musim 2007 - 2008. Chris Paul menempati posisi kedua dalam pemungutan suara dalam pemilihan NBA MVP tahun tersebut.

Chris yang dijuluki sebagai ‘Point God’ ini, telah berhasil mengumpulkan total 10.275 assist dalam karirnya dan membawanya menjadi salah satu dari lima pemain dengan assist terbaik sepanjang sejarah NBA. Chris Paul sudah bermain di babak playoffs setiap tahunnya sejak tahun 2011, dan menjadi pemain ketiga yang berhasil mencetak 40 poin tanpa melakukan turnover tunggal di babak playoffs. Memasuki musim 2021 - 2022, Chris Paul menempati peringkat pertama di antara semua pemain aktif dan peringkat kelima sepanjang masa dalam assist (10.275) dan steal (2.332).