Sukses

Bola Ganjil: Lawan di Lapangan dan Bangku Cadangan, Kemudian Jadi Anak Asuh

Liputan6.com, Jakarta - Carl Fletcher dan Edgar Davids tidak menyangka pertemuan pertama pada 7 Mei 2006 akan jadi awal hubungan unik di antara mereka.

Ketika itu kedua sosok berada di kubu berseberangan. Fletcher membela West Ham United dengan Davids memperkuat Tottenham Hotspur.

Sama-sama beroperasi di lini tengah, keduanya kerap berduel langsung di lapangan pada laga pamungkas musim kompetisi Liga Inggris tersebut.

Fletcher keluar sebagai pemenang dan membawa The Hammers berjaya 2-1. Dia bahkan mencetak salah satu gol kemenangan timnya.

Namun, catatan tersebut tidak cukup untuk meyakinkan manajemen West Ham untuk mempertahankan Fletcher. Dia kemudian pergi ke Crystal Palace. Sempat menjalani masa pinjaman di Nottingham Forest dan Plymouth Argyle, dia dipermanenkan klub terakhir.

Sementara Davids pulang ke Ajax Amsterdam dan sempat comeback ke Palace meski sempat vakum dua tahun.

2 dari 4 halaman

Duel sebagai Pelatih

Sekitar enam tahun kemudian, tepatnya 12 Oktober 2012, Fletcher dan Davids kembali bertemu. Kali ini keduanya berhadapan dari bangku cadangan.

Keduanya sama-sama menyandang jabatan pemain-manajer, Fletcher bagi Plymouth dan Davids untuk Barnet. Kembali Fletcher pulang tertawa. Dia mengarsiteki kesuksesan timnya berjaya 4-1 di makas Barnet.

Sayang, kepemimpinannya tidak bertahan lama. Fletcher dipecat tidak lama setelah kekalahan dari Bristol Rovers pada pertandingan yang berlangsung Tahun Baru.

 

3 dari 4 halaman

Jadi Anak Buah di Barnet

Fletcher kemudian menganggur selama setengah tahun. Sebelum takdir kembali mempertemukannya dengan Davids.

Barangkali terkesima dengan kemampuan Fletcher mengalahkannya dua kali dengan berbeda kapasitas, Davids merekrutnya untuk bergabung ke Barnet.

Keduanya pun bekerja sama meski cuma setengah musim. Davids dipecat pada pertengahan Januari 2014 karena performa buruk tim. Sedangkan Fletcher tampil di enam pertandingan.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Berikut Ini