Format Liga Champions Diubah, 5 Tim Ini Diuntungkan

Penyelenggara mengubah format Liga Champions jadi mini turnamen. Ini artinya setiap tim hanya bertemu sekali sampai babak final.

Diterbitkan 18 Juni 2020, 19:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Liga Champions akan kembali bergulir. Tapi, khusus sisa musim 2019/20, kompetisi paling bergengsi di Eropa tersebut harus mengubah format.

Perubahan format Liga Champions disebabkan pandemi corona Covid-19 yang membuat tatanan sepak bola jadi kacau balau. Perlu diketahui nyaris semua kompetisi sepak bola berhenti total sejak Maret lalu akibat pandemi ini.

Semua liga domestik, terutama dari lima besar liga Eropa, hanya akan menggelar pertandingan sampai awal Agustus 2020. Sementara sisa pertandingan Liga Champions baru digelar pertengahan Agustus.

Perlu diketahui bahwa penyelenggara mengubah format Liga Champions jadi mini turnamen. Ini artinya setiap tim hanya bertemu sekali sampai babak final.

Lalu, tim mana saja yang bisa mendapatkan keuntungan dari perubahan format Liga Champions? Berikut penjelasannya seperti dikutip dari Sportskeeda.

 

 

1. RB Leipzig

RB Leipzig membuat kejutan di babak 16 besar. Ya, pasukan Julen Nagelsmann itu berhasil menyingkirkan Tottenham yang merupakan runner-up Liga Champions musim lalu.

Dengan perubahan format ini, RB Leipzig bisa menjadi tim underdog yang tidak memiliki beban apapun untuk meraih kemenangan. Mereka juga tidak perlu mengkhawatirkan sistem gol tandang yang kerap merugikan.

Lebih jauh lagi, fakta bahwa Bundesliga akan rampung satu bulan sebelum liga lainnya rampung bisa menguntungkan Leipzig. Mereka jadi memiliki waktu persiapan lebih panjang dan kondisi pemain yang lebih bugar.

 

 

2. Atalanta

Seperti halnya RB Leipzig, tim asal Italia ini juga tak dibebani target khusus di Liga Champions. Mencapai babak perempat final saja sudah menjadi pencapaian yang spesial untuk tim asuhan Gian Piero Gasperini tersebut.

Atalanta sudah membuat kejutan sejak fase grup. Mereka menjadi tim pertama yang berhasil lolos ke babak 16 besar kendati menelan kekalahan dalam tiga laga pertamanya.

Duel satu leg ini jelas menguntungkan buat Atalanta. Klub berjuluk La Dea tersebut tidak perlu khawatir akan terdepak dari Liga Champions karena kalah gol tandang.

 

3. PSG

Dalam rekam jejaknya, PSG terbilang cukup sering dirugikan oleh sistem gol tandang. Mereka kerap tersingkir karena regulasi tersebut saat bertemu tim besar seperti Barcelona, Real Madrid, dan Manchester City.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Selama pemain seperti Neymar dan Kylian Mbappe bugar, PSG seharusnya tidak perlu khawatir dengan kans mereka untuk melaju ke babak final. Namun perlu diperhatikan kalau mereka takkan bermain lama karena Ligue 1 telah diberhentikan akibat pandemi virus Corona.    

Halaman
Show All
Liputan6.com, Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan