Kisah Sial Aji Santoso dan Nilmaizar: Latih Timnas Indonesia di Tengah Konflik Dualisme

Aji Santoso dan Nilmaizar ketiban sial saat menangani Timnas Indonesia semasa dualisme kepengurusan PSSI dan kompetisi.

Diterbitkan 22 April 2020, 18:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jelang Piala AFF 2012, KPSI membentuk Timnas Indonesia tandingan yang ditangani oleh Alfred Ried. Belakangan, eksistensinya tidak diakui. Kembali bermodalkan materi pemain dari IPL, lantaran perserta ISL menolak untuk melepas pemainnya, Nilmaizar terpaksa harus memutar otak untuk Piala AFF 2020. Dia bahkan harus memasukkan pemain gaek seperti Elie Aiboy.

Untuk menambal skuat Timnas Indonesia, PSSI mendatangkan pemain naturalisasi seperti Raphael Maitimo, Tonnie Cussel, dan Jhon van Beukering, yang sayangnya performanya ternyata di bawah ekspetasi.

"Ini menjadi pertarungan hidup terberat saya. Terjadi dualisme kompetisi dan federasi, hingga yang paling menyedihkan adalah dualisme Timnas Indonesia. Ketika Timnas Indonesia terpuruk dan ditinggalkan para pemain terbaiknya, sudah menjadi tanggung jawab saya untuk berada di sana," ujar Bambang Pamungkas, yang menjadi satu-satunya pemain ISL di tim tersebut, ketika bicara di acara Battle of Life pada April 2016.

"Bagaimana mereka, pengurus sepak bola Indonesia, berani mengatakan demi bangsa dan negara, tapi pemain Timnas Indonesia dilarang bermain untuk negaranya? Sementara di sisi lain, mereka juga berani mengatakan demi bangsa dan negara, tetapi ketika Indonesia kalah mereka bersorak gembira. Persetan dengan mereka semua yang berkata demi bangsa dan negara itu. Saya tidak bisa bekerja sama dengan orang-orang semacam itu," imbuh pemain yang karib disapa Bepe itu.

Compang-Camping di Piala AFF 2012

Dampaknya, compang-campingnya skuat Timnas Indonesia berujung kegagalan di Piala AFF 2012. Skuat Garuda hanya bermain imbang 2-2 melawan Laos, menang 1-0 atas Singapura, dan kalah 0-2 dari Malaysia.

Alhasil, Timnas Indonesia tersingkir di babak penyisihan. Nilmaizar pun harus lengser dari jabatannya.

PSSI, pada Januari 2013, mencopot Nilmaizar untuk digantikan oleh Luis Manuel Blanco. Namun, pelatih berusia 50 tahun ini merasa belum menerima Surat Keputusan (SK) dari PSSI.

"Terakhir, PSSI mengeluarkan SK pada Januari 2013, bahwa saya diminta untuk melatih timnas untuk kualifikasi Piala Asia 2015. Kalau saya digantikan, saya minta SK itu dicabut dahulu," imbuh Nilmaizar.

"Kalau memang keputusannya seperti itu, demi Merah Putih dan Timnas Indonesia saya siap tidak menjadi pelatih lagi. Tapi, saya minta dimanusiawikan. Saya meminta PSSI menghormati kontrak yang ada," jelasnya.

Skuat Timnas Indonesia 2012

Timnas Indonesia untuk Melawan Bahrain

Kiper: Samsidar, Andi Muhammad Guntur

Belakang: Abdul Rahman, Sulaeman, Diego Michiels, Gunawan Dwi Cahyo, Wahyu Wijiastanto, Hengki Ardilles

Tengah: Rasul Sitaba, Aditya Putra Dewa, Rendi Irwan, Ricky Ohorella, Sigit Meiko, Taufiq, Slamet Nurcahyo

Depan: Abdul Rahman Abanda, Ferdinand Sinaga, Irfan Bachdim, Samsul Arif

Pelatih: Aji Santoso

 

Timnas Indonesia di Piala AFF 2012

Kiper: Wahyu Tri Nugroho, Endra Prasetya

Belakang: Handi Ramdhan, Novan Setyo Sasongko, Nopendi, Fachrudin Aryanto, Wahyu Wijiastanto

Tengah: Raphael Maitimo, Taufiq, Elie Aiboy, Rasyid Bakri, Andik Vermansah, Vendry Mofu, Oktovianus Maniani, Tonnie Cussell

Depan: Samsul Arif, Irfan Bachdim, Bambang Pamungkas, Cornelius Geddy, Rahmat, Jhonny van Beukering

Pelatih: Nilmaizar

 

Disadur dari Bola.com (Muhammad Adiyaksa / Benediktus Gerendo Pradigdo)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Muhammad Adi Yaksa, Jonathan Pandapotan Purba, Benediktus Gerendo PradigdoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan