Sukses

Pemain Liga Inggris Merasa Disudutkan Soal Pandemi Virus Corona Covid-19

Liputan6.com, London - Ketua Asosiasi Pemain Profesional (PFA), Gordon Taylor mengkritisi pemerintah Britania Raya. Menurutnya, pemerintah Britania Raya tidak fair lantaran telah memojokkan para pemain di Liga Inggris terkait pandemi virus corona covid-19.

"Para pemain merasa mereka telah dipojokkan, terutama oleh pemerintah," kata Taylor seperti dilansir Sportskeeda.

Sebelumnya, pemerintah lewat sekretaris bagian kesehatan, Matt Hancock meminta pemain Liga Inggris ikut berperan. Salah satunya dengan rela gajinya dipotong dan ikut membantu melawan pandemi virus corona.

Pandemi virus corona covid-19 belum reda, sebaliknya semakin meningkat. Jumlah korban jiwa terbanyak ada di Italia dengan 18.279 orang dari 143.626 kasus menurut data worldometers, Jumat (10/4/2020).

Luasnya pandemi virus Corona membuat kompetisi di Eropa terhenti sementara. Akibatnya, klub-klub kehilangan pemasukan dan finansialnya terancam.

Beberapa pemain dan pelatih pun berinisiatif merelakan gajinya dipotong. Namun menurut Taylor, hal itu dilematis.

"Mereka juga melihat ironi bahwa meskipun gaji mereka dipotong, uangnya akan hilang di pemerintah. Itu akan kontra-produktif," ujarnya.

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 denganĀ klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Sudah Berkontribusi

Taylor menganggap pemerintah Britania Raya tidak sadar dengan kontribusi yang telah diberikan sepak bola. Menurutnya, sepak bola dalam hal ini Liga Inggris telah berkontribusi bagi sektor perekonomian.

"Saya melihat ini benar-benar luar biasa bahwa pemerintah tidak menyadari dan semestinya tidak begitu, karena liga telah berkontribusi bagi ekonomi," kata Taylor.

"Uang dari sepak bola untuk komunitasnya, juga pajak yang dibayarkannya," ujarnya menambahkan.

3 dari 3 halaman

Masih Ada yang Lain

Lebih lanjut, Taylor menyatakan semestinya pemerintah tidak hanya menyorot sepak bola. Pasalnya, ada hal-hal lain yang juga dapat berkontribusi.

"Hanya menyorot sepak bola ketika ada banyak olahragawan lain, bankir, pendanaan lain. Saya bisa memberikan Anda daftar orang dengan pekerjaan yang punya pendapatan tinggi," katanya.