6 Momen Terbaik Andrea Iannone di MotoGP Sebelum Dihukum 18 Bulan

Andrea Iannone dipastikan tidak bisa mengikuti MotoGP 2020 dan juga awal musim 2021 setelah dihukum Federasi Sepeda Motor Internasional karena doping.

Diterbitkan 02 April 2020, 14:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Akhir musim, Iannone mengakhiri kompetisi di urutan lima klasemen. Dia bahkan unggul atas Dovizioso yang hanya menempati posisi tujuh. Total, Iannone merasakan tiga podium pada musim ini.

4. Tabrakan dengan Dovizioso di Argentina

Lomba putaran kedua MotoGP 2016 di Sirkuit Termas de Rio Hondo. Duo Ducati: Dovizioso dan Iannone berpotensi merasakan podium kedua dan ketiga.

Namun Iannone merusak semuanya. Lap terakhir, ia membuat manuver agresif di tikungan saat ingin menyalip Dovizioso. Keduanya terjatuh.

Iannone dinyatakan bersalah oleh Direktur Lomba dan menghukumnya turun tiga posisi saat memulai lomba putaran berikutnya di Amerika Serikat. Akibat insiden ini, hubungan antara Iannone dan Dovizioso mulai panas.

5. Kemenangan Perdana untuk Ducati

Iannone membayar lunas kesalahan yang ia lakukan di Argentina. Pasalnya di tahun yang sama, ia bisa finis pertama pada lomba di Sirkuit Red Bull Ring, Argentina.

Kemenangan ini sangat penting untuk Ducati. Karena menandakan podium pertama perdana pabrikan asal Italia itu di MotoGP sejak tahun 2010. Bagi sang pembalap, ini juga kemenangan perdana di kelas MotoGP.

Sayang pada MotoGP 2016, ia tidak konsisten. Meski berulang kali bersaing tiga besar, ia hanya mengakhiri musim di urutan sembilan dengan torehan 112 poin. Musim berikutnya, ia memutuskan hengkang ke Suzuki dan Ducati merekrut Jorge Lorenzo untuk disandingkan bersama Dovizioso.

6. Suzuki dan Aprilia

Petualangan Iannone di Suzuki sebenarnya tidak terlalu buruk. Setelah gagal total di MotoGP 2017, pada musim 2018, ia bisa menunjukkan motor Suzuki GSX-RR bisa bersaing.

Cukup melihat fakta ia bisa merasakan empat podium. Sayang kebersamaan Iannone-Suzuki tidak berlangsung lama. Menuju MotoGP Italia, lomba kandangnya, ia mengumumkan perpisahan dengan Suzuki pada akhir musim.

Tahun 2019, pabrikan asal Italia, Aprilia memutuskan untuk menampung Iannone. Berstatus tim pabrikan paling lemah, ia gagal bersinar. Nahasnya kini saat motor Aprilia RS-GP mulai menunjukkan sinyal kompetitif, Iannone justru mendapat larangan beraktivitas di dunia balap selama 18 bulan.

Sumber: Dari berbagai sumber

Disadur dari Bola.com (Penulis / Editor Hendry Wibowo, Published 2/4/2020)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Hendry Wibowo, Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan