Rivalitas MU vs Arsenal: Dari Tawuran Antarpemain hingga Perang Makanan

Manchester United akan bertemu Arsenal pada lanjutan Premier League, Selasa (1/10/2019).

Diterbitkan 30 September 2019, 15:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Graham tidak habis pikir MU yang ditukangi rekan senegaranya itu mampu membenamkan Arsenal. Hasil inilah yang menyulut rivalitas MU dan Arsenal di laga-laga berikutnya.

Dia marah karena MU menghalalkan segala cara demi mengalahkan mereka. Tidak hanya di dalam lapangan, provokasi menurut Graham juga dilakukan hingga ke bench pemain.

"Di mana-mana David O'Leary dihajar oleh Norman Whiteside," katanya kepada Guardian.

"David Rocastle diprovokasi habis-habisan hingga akhirnya diusir keluar oleh wasit. Alex Ferguson dan asistennya, Archie Knox juga melakukan itu tepat di depan kami. Saat itu saya bertekad, ini akan jadi yang pertama dan terakhir mereka melecehkan saya," bebernya.

Sejak pertemuan itu, tensi duel MU vs Arsenal memang terus meningkat. Tidak lagi sekedar perang kata-kata saja, benturan fisik tidak jarang mewarnai pertemuan kedua tim.

Tawuran hingga Perang Makanan

1. Perkelahian antarpemain MU dan Arsenal sempat pecah pada tahun 1990. Sebanyak 21 pemain terlibat baku pukul di lapangan yang menyebabkan kedua tim dijatuhi sanksi pengurang poin. 

2. Pada Community Shiled 2003, pemain MU, Philippe Nevile menerima kartu kuning saat laga baru berlangsung 27 detik gara-gara menginjak pemain Arsenal, Patrick Viera.

3. Pada tahun 2003, enam pemain Arsenal dan dua pemain MU didakwa atas perilaku tidak pantas dalam 'Pertempuran di Old Trafford'. Martin Keown saat itu menyampaikan, kalau istrinya mengatakan apa yang dilakukannya kepada Ruud van Nistelrooy sudah keterlaluan. 

4. Setahun kemudian, MU kembali menghentikan rekor tak terkalahkan Arsenal yang sudah berjalan 49 laga. Namun duel ini belakangan lebih dikenal sebagai "Pertempuran Makanan" menyusul keributan para pemain di lorong ganti yang berujung pelemparan potongan Pizza oleh Cesc Fabregas ke wajah Ferguson. 

Sederet kejadian ini memang telah mencoreng jalannya duel MU dan Arsenal. Namun rivalitas yang terawat itu telah membuat kedua tim selalu bersemangat menghadapi laga ini.

"Saya sangat membenci Arsenal, sebab mereka rival besar kami," kata Roy Keane 2013 lalu. "Dia adalah musuh favorit saya," kata Patrick Vieira menimpali. 

Wenger juga sama. Pelatih asal Prancis itu juga menjadikan rivalitas ini untuk tetap waspada. Perang kata-kata dengan Ferguson pun jadi penyemangat baginya. 

"Psywar yang dilancarkan Ferguson membuat mental kami selalu terjaga," katanya. 

Baik Keane, Vieira, Wenger, maupun Ferguson, tidak akan terlibat lagi pada pertemuan MU vs Arsenal, dini hari nanti. Apakah rivalitas kedua tim masih terjaga? Jawabannya sepertinya bisa ditemukan pada duel MU vs Arsenal di Old Trafford, dini hari nanti.  

Saksikan juga video menarik di bawah ini:

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • Arsenal Football Club adalah klub sepak bola profesional Inggris yang berbasis di London Utara, dikenal dengan julukan The Gunners, dan merupakan salah satu tim tersukses dalam sejarah sepak bola Inggris dengan banyak gelar domestik dan Eropa.
    Arsenal Football Club adalah klub sepak bola profesional Inggris yang berbasis di London Utara, dikenal dengan julukan The Gunners, dan merupakan salah satu tim tersukses dalam sejarah sepak bola Inggris dengan banyak gelar domestik dan Eropa.
    Arsenal
  • Manchester United, salah satu klub papan atas Liga Inggris. MU adalah klub tersukses di sejarah Liga Inggris modern
    Manchester United FC adalah klub sepak bola profesional yang berbasis di Old Trafford, Manchester Raya. MU bermain di Premier League.
    Manchester United
  • MU vs Arsenal