HEADLINE: All English Final, Sejarah Berulang di Liga Champions

Duel Liverpool vs Tottenham menciptakan All English Final untuk kedua kalinya di partai puncak ajang Liga Champions.

Diterbitkan 10 Mei 2019, 00:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liverpool Sensasional

Liverpool, misalnya. Mereka harus memulai kick off semifinal kedua dengan ketinggalan agregat tiga gol. Sudah begitu, The Reds juga tidak diperkuat dua bintang: Mohamed Salah dan Roberto Firmino yang cedera.

Namun, dengan semangat juang yang tinggi, ditambah strategi jitu manajer Jurgen Klopp, secara sensasional, The Reds mampu menjungkirbalikkan keraguan, bahkan dari suporter mereka sendiri. Liverpool lolos ke final dengan kemenangan agregat 4-3.

Georginio Wijnaldum dan Divock Origi memang jadi pahlawan dengan masing-masing mencetak dua gol. Namun, seluruh pemain Liverpool punya kontribusi luar biasa untuk kemenangan fenomenal ini. Klopp pun sampai terharu dibuatnya.

"Atmosfer di lapangan benar-benar luar biasa. Sangat spesial. Para pemain berjuang dengan potensi yang luar biasa dan hati. Saya tak pernah melihat hal seperti ini sebelumnya," tutur pelatih asal Jerman itu.

Tottenham Adopsi Semangat Liverpool

Sehari kemudian, Tottenham Hotspur mengadopsi semangat Liverpool. Tertinggal agregat 0-1 di leg pertama, mereka masih harus menerima kenyataan, gawang Hugo Lloris kebobolan dua gol di babak pertama pada laga kedua di Amsterdam.

Entah apa yang diucapkan manajer Mauricio Pochettino saat jeda babak pertama, di mana ketika itu mereka tertinggal agreat 0-3.

Yang jelas, memasuki babak kedua, Delle Ali dan kawan-kawan tampil makin kesetanan. Lucas Moura bersinar terang dan mencetak tiga gol untuk kemenangan 3-2 Tottenham. Mereka pun lolos ke final karena unggul gol tandang.

Usai laga, Pochettino pun tak kuasa menahan tangisnya. "Kami menjalani malam ajaib di sepak bola. Saya ucapkan selamat untuk pemain karena melakukan ini. Saya menangis dengan bahagia saat melihat pemain saya bejuang lawan kesulitan," katanya seperti dikutip MARCA.

Potensi Laga Final

Menarik tentu menanti apa yang akan terjadi di final nanti. Apakah Liverpool atau Tottenham, yang mengikuti jejak MU yang mengandaskan rekan senegara mereka di partai puncak turnamen antarklub paling bergengsi di Eropa ini.

"Saya ingin rileks sejenak. Masih banyak waktu untuk bicara soal Liverpool," ujar Pochettino, tersenyum. "Saat ini, saya ingin mengucapkan selamat kepada Jurgen Klopp dan seluruh pemain Liverpool. Mereka luar biasa."

Jika melihat rekor kedua tim di Liga Inggris musim ini, di bawah asuhan Klopp, Liverpool memang sangat dominan. Dalam dua pertemuan, keduanya ditutup The Reds dengan kemenangan 2-1.

Total, sejak 2015, Klopp bersama Liverpool telah delapan kali berhadapan lawan Tottenham. Mereka empat kali menang, tiga kali imbang, dan hanya sekali kalah.

Dari sisi pengalaman tampil di final, Liverpool juga jauh unggul dibanding Tottenham. Bagi Liverpool, laga di partai puncak nanti adalah final Liga Champions kesembilan mereka, lima di antaranya mereka menangkan.

Sedangkan bagi Tottenham, ini pertama kalinya mereka tampil di ajang yang dulunya bernama European Cup ini.

Lalu, siapa yang bakal membawa pulang trofi The Big Ears ke Tanah Inggris?

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Edu Krisnadefa, Irna GustiawatiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan