MotoGP 2018 Masih Milik Dovizioso dan Marquez?

Meski perjalanan MotoGP 2018 masih panjang, tapi aksi Dovizioso dan Marquez lebih meyakinkan dalam perebutan gelar juara.

Diterbitkan 24 Maret 2018, 17:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Sempat lama tertahan di posisi empat di belakang Johann Zarco, Marquez dan Valentino Rossi, Dovizioso dapatkan momentum untuk menyalip di lap ke-15.

Saat itulah, dia menyalip Zarco untuk mengejar podium juara. Saat itu, Dovizioso unggul cukup jauh sebelum merasakan ban mulai kehabisan grip empat lap jelang finis.

Di situlah Marquez mulai menyusulnya. Momen ini mengingatkan publik pada perebutan juara di MotoGP Australia dan Jepang musim lalu.

Pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi saat merayakan podium MotoGP Qatar 2018 bersama Marc Marquez dan Andrea Dovizioso. (KARIM JAAFAR / AFP)

Marquez mencoba salip Dovizioso di lap terakhir. Namun Dovizioso mampu menahannya dan menyegel podium juara karena memanfaatkan akselerasi MotoGP Ducati di trek lurus.

Dovizioso mengaku cukup terkejut dengan serangan mendadak dari Marquez di lap terakhir. Bayang-bayang podium kedua di tiga musim terakhir di MotoGP Qatar kembali teringat.

"Kami sudah yakin lebih kompetitif dibandingkan tahun lalu. Tapi seperti biasa, kami harus menunggu hingga balapan sebenarnya untuk mengetahui level kami. Saya tak memprediksi bakal duel dengan Marquez di lap terakhir," ujarnya seperti dikutip crash.

Kekuatan Marquez

Dovizioso boleh saja merasa lebih kompetitif dibandingkan musim lalu. Meski begitu, Dovizioso juga mengakui faktor lain bisa membuat Marquez jadi juara.

Seperti yang terjadi di Qatar, Dovizioso menyebut Marquez membalap tidak seperti di dunia nyata. Pergerakan Marquez yang spontan dan tak pernah mengenal kata menyerah jadi kekuatan pembalap berjulukan Bayi Ajaib ini.

Sirkuit Losail Qatar juga bukan trek spesial bagi Honda. Marquez hanya mampu memenangkan satu kali balapan di sirkuit ini selama musim terakhir.

Meski amini kekuatan Marquez, Dovizioso tetap optimistis bakal bersaing ketat bahkan ungguli Marquez dalam perebutan juara MotoGP.

"Saya bisa kalahkan dia dan itu terlihat penting, padahal ini memang bukan sirkuit favorit Marquez. Namun Anda harus objektif, saya tak pernah menyangka Marquez bakal bertarung hingga lap terakhir. Itu hal buruk dalam kemenangan saya," ucap Dovizioso.

Pembalap Ducati Andrea Dovizioso memimpin balapan MotoGP Qatar 2018 di Sirkuit Internasional Losail (18/3). Andrea Dovizioso sukses memenangi seri pembuka MotoGP 2018 di Qatar. (AFP Photo/Karim Jaafar)

Marquez sendiri mengaku puas bisa memberi perlawanan kepada Dovizioso di MotoGP Qatar. Itu dianggapnya sebagai tanda bagus memulai balapan di MotoGP.

"Seperti deja vu saja. Tikungan terakhir lawan Dovizioso. Dia masuk sedangkan saya melebar, dia masuk dan memenangkan balapan. semoga ini berubah di masa depan, saya berharap," kata Marquez.

Kans pembalap lain memang belum tertutup. Masih ada Jorge Lorenzo, Maverick Vinales dan Rossi tentunya yang ingin juga menjadi juara dunia. Kecuali Rossi, Lorenzo dan Vinales tak menunjukkan sinyal positif juara. Jadi, musim ini mungkin hanya jadi milik Dovizioso dan Marquez.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Defri Saefullah, Adyaksa VidiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan