5 Pesepak Bola Top yang Jatuh Drastis dari Puncak Kariernya

Mereka sempat mencapai puncak karier, sebelum meredup dalam waktu singkat.

Diterbitkan 12 Juni 2017, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, London - Tidak ada yang bisa menebak karier pesepak bola. Hari ini bisa menjadi pemain bintang, tapi di hari lain kariernya bisa anjlok setelah penampilan medioker.

Tak jarang, seorang pemain membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membangun reputasinya di dunia si kulit bundar. Namun, reputasi yang sudah dibangunnya itu malah bisa ambruk dalam hitungan hari saja.

Ada berbagai alasan melatarinya. Mulai dari beban menjadi superstar, sampai salah bergaul. Fernando Torres di Chelsea contohnya. Sukses di Atletico Madrid dan Liverpool, kariernya seakan langsung jatuh rata dengan tanah ketika gabung ke Chelsea.

Harga mahal sepertinya bikin Torres terbeban. Sebab dia didatangkan oleh Chelsea bermahar 50 juta pounds, sebuah harga fantastis pada 2011 lalu.

Beberapa pemain di bawah ini bernasib seperti Torres. Mereka jatuh dari puncak kariernya secara drastis, berikut daftarnya dikutip
Sportskeeda:

Andriy Shevchenko

5. Andriy Shevchenko

Siapa yang tak kenal dengan Sheva, sapaan akrab Andriy Shevchenko. Ya, dia punya karier yang menggila bersama klub Ukraina, Dynamo Kyiv dan AC Milan.

Sheva sangat sukses di Kyiv dengan mengemas 94 gol dari 166 penampilan. Hal ini yang bikin AC Milan tertarik. Bersama klub yang
bermarkas di San Siro itu, Sheva bak melukis kariernya.

Bayangkan, dari 260 penampilannya di Milan, dia mengemas 173 gol. Namun, keputusan untuk pindah ke Chelsea pada 2006 menjadi blunder.

Sosok yang kini jadi pelatih timnas Ukraina itu gagal beradaptasi di Liga Inggris. Kariernya langsung jatuh setelah cuma mengemas 22 gol dalam 76 penampilan.

Adriano

4. Adriano

Ketika pertama kali jadi buah bibir, Adriano dipercaya sebagai The Next Ronaldo. Tak berlebihan, karena dia punya kemampuan hebat dalam kontrol bola, dan body balance yang kuat.

Setelah tampil apik di Flamengo, dia kemudian pindah ke Inter Milan. Kariernya di sana sangat luar biasa. Puncaknya pada musim 2004-2005, Adriano sukses menjebol gawang lawan 28 kali di semua kompetisi.

Namun demikian, penampilannya malah memburuk karena perilakunya sendiri. Dia sering mabuk-mabukan, pesta malam, sehingga kariernya perlahan meredup, tak sesuai dengan ekspetasi banyak orang.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

3. Fernando TorresFernando Torres menjadi striker kelas dunia saat tiba di klub asal Merseyside musim panas 2007. Penampilannya di musim perdana bersama Rafa Benitez, dia mencetak 33 gol. Dia juga sukses mencapai 50 gol tercepat untuk Liverpool. Penampilannya itu bikin Roman Abramovich, pemilik Chelsea kepincut. Dia kemudian tiba pada 2011 di klub London Barat, tapi langsung jadi lelucon fans lawan.Puncaknya kala Chelsea melawan Manchester United kala itu. Ya, Torres padahal sudah berhadapan dengan gawang kosong, tapi gagal konversi peluangnya jadi gol karena tendangannya malah menyamping.

Halaman
Show All
Liputan6.com, Windi WicaksonoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan