Munchen, Tiket Real Madrid ke Gelar Ke-12 Liga Champions

Dalam tiga kesempatan, Real Madrid selalu juara usai mengalahkan Munchen di perempat atau semifinal.

Diterbitkan 18 April 2017, 18:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Begitu juga di musim 2001/02. Usai kalah 1-2 di perempat final pertama di kandang Munchen, Real Madrid menang 2-0 di Bernabeu, sebelum memastikan gelar Hampden Park setelah mengalahkan Bayer Leverkusen 2-1.

Ketika itu, Zidane Zidane, pelatih Real Madrid saat ini, menjadi bintangnya. Zidane, yang saat itu masih jadi pemain Real Madrid, mencetak gol penentu kemenangan Los Galacticos.

Lalu, di musim 2013/14, Real Madrid kembali menyingkirkan Munchen di semifinal, sebelum jadi juara.

Kini, kemenangan di partai puncak, awal Juni nanti, akan mengantarkan Real Madrid ke tangga gelar ke-12 mereka di ajang Liga Champions. Dan, sekali lagi, bukan tak mungkin Munchen "punya peran" di dalamnya.

Ambisi Munchen

Namun, kali ini tentu sangat berbeda kondisinya. Kemenangan 2-1 di laga pertama, sama sekali belum menjamin, Real Madrid akan mampu menggapai semifinal, final, atau juara.

Apalagi, di sisi lain, Munchen pun punya misi serupa: juara. Apalagi, klub kebanggaan Bavaria ini sudah lama tak mencium trofi The Big Ears, sejak mereka terakhir memenangkannya pada musim 2012/13.

Faktor lainnya, yang bisa membuat Madrid menangis adalah kehadiran pelatih Munchen, Carlo Ancelotti, yang juga mantan entrenador Real Madrid. Bahkan, Ancelotti-lah yang membawa Los Galacticos memenangkan gelar La Decima di musim 2013/14. Tentu, Ancelotti sangat mengenal Real Madrid.

Robert Lewandowksi bisa jadi penghancur mimpi Real Madrid. (AFP/Christof Stache)
Ancelotti sendiri sangat percaya diri, pasukannya mampu membalikkan keadaan di Bernabeu. Penyerang Robert Lewandowski, ditunjuk Carletto sebagai sosok yang berpeluang merusak mimpi Madrid.

"Kehadiran Lewandowski akan membantu kami," ujar Ancelotti, seperti dikutip DW. "Dia pemain penting yang mencetak banyak gol untuk kami. Dia memberi kami rasa percaya diri ekstra."

Dukungan Suporter

Untung, Real Madrid punya senjata khusus untuk meredam Munchen di Bernabeu. Mereka adalah pemain ke-12 alias suporter fanatik mereka.

Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan berharap dukungan suporter untuk menyingkirkan Munchen. (Reuters/Juan Medina)

Tak heran, Zidane pun sampai harus secara khusus meminta Madridista untuk membanjiri Bernabeu. Tujuannya, apalagi kalau bukan untuk mengintimidasi para pemain Munchen, membuat Bernabeu jadi seperti neraka.

"Bersama suporter yang hadir di Santiago Bernabeu, kami seperti memiliki pemain ekstra," ujar Zidane.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Edu Krisnadefa, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan