Kaleidoskop 2016: Jalan Terjal Rio Haryanto di Formula 1

Petualangan Rio Haryanto sebagai pembalap utama Manor hanya bertahan 12 seri.

Diterbitkan 26 Desember 2016, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Mobil Rio Haryanto terpaksa masuk paddock karena mengalami masalah Drivline menurut pihak Manor Racing lewat akun Twitternya, Minggu (20/3/2016). (Bola.com/F1/Twitter)Hasil memuaskan pun didapat Rio pada GP Bahrain. Meski start dari posisi ke-21, Rio sukses mengamankan tempat di urutan ke-17 saat balapan. Padahal, pembalap sekaliber Jenson Button dan Sebastian Vettel saja tak mampu menyentuh garis finis pada balapan tersebut.Rapor terbaik Rio diukir pada GP Monaco di Sirkuit Monte Carlo. Pada balapan tersebut, Rio finis di posisi ke-15. Secara keseluruhan, dari 12 balapan, hanya tiga kali Rio gagal menyentuh garis finis. Sayang, selama melakoni tugas sebagai pembalap Manor, Rio tak bisa sepenuhnya fokus.

Dipecat Manor

Itu karena pembicaraan mengenai masalah pembayaran kepada Manor selalu ramai menjadi bahan pemberitaan. Hingga batas waktu yang ditentukan, pihak Rio hanya bisa membayar 8 juta euro. Rinciannya, lima juta euro dari Pertamina dan 3 juta euro dari pihak Rio sendiri.Karena kekurangan tersebut, pihak Rio sampai meminta bantuan dari pemerintah dan masyarakat Indonesia. Lewat Menpora Imam Nahrawi, sebuah program penggalangan dana pun sempat dijalankan. Sayang, dari program tersebut, dana yang terkumpul masih jauh dari harapan.

Menpora Imam Nahrawi bertemu dengan Direktur Manor, Abdullah Boulsien, membahas soal masa depan Rio Haryanto di kantor Kemenpora, Selasa (14/6/2016).(Kemenpora)Meski begitu, pemerintah Indonesia dan pihak Rio tak patah arang. Mereka terus melakukan pembicaraan dengan Manor. Bahkan, petinggi Manor sempat berkunjung ke Indonesia untuk bertemu dengan Menpora. Sempat ada peluang untuk lanjut, pada akhirnya Manor resmi mendepak Rio dari status sebagai pembalap utama usai balapan GP Jerman 2016."Saya tak lagi menjadi pembalap di F1 2016 karena masalah dana. Terima kasih atas pesannya. Saya hanya ingin fokus menantap tantangan selanjutnya," kicau Rio saat itu.Posisi Rio sebagai pembalap utama Manor digantikan Esteban Ocon. Meski begitu, Manor tak serta merta memutus hubungan dengan Rio. Ia tetap ditawari pekerjaan sebagai pembalap cadangan. Karenanya, Rio tetap ikut dalam rombongan Manor sepanjang musim ini.Seiring berakhirnya musim 2016, Rio pun tengah sibuk mencari tim baru yang bisa disinggahinya. Sejatinya, upaya itu sudah dilakukan pihak Rio sejak lama. Namun, hingga sekarang ini pihak Rio belum bisa mengungkapkan nama tim yang sedang didekatinya itu.Beberapa tim yang dilaporkan bakal menjadi pelabuhan Rio selanjutnya adalah Sauber, Force India, hingga Manor sendiri. Bahkan, ada wacana bahwa pihak Rio ingin menyegel kursi Mercedes yang ditinggalkan Nico Rosberg. "Rio? Kami masih menunggu. Bicara soal penentuan pembalap itu tidak hanya pay driver (yang dipakai) seperti Manor. Tim-tim seperti Ferrari dan Mercedes bisa saja menempatkan pembalap muda. Jadi kami masih menunggu. Kita tetap dukung Rio Haryanto," ungkap Head of Marketing Communications Project PT Pertamina, Dendi Danianto, baru-baru ini.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Ahmad Fawwaz Usman, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan