Deretan Pelatih yang Gagal Jinakkan 'Macan Kemayoran'

Persija tercatat sudah enam kali gonta ganti pelatih sejak era Indonesia Super League (ISL)

Diterbitkan 03 Agustus 2016, 12:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Persija Jakarta tampaknya terus dibayangi kegagalan sejak terakhir juara di Liga Indonesia pada tahun 2001. Tercatat sejak Indonesia Super League (ISL) 2008 hingga sekarang, Macan Kemayoran total telah menunjuk enam pelatih berbeda sebagai juru racik taktik.
Sayangnya dari keenam pelatih itu, tak ada satu pun yang mampu mengangkat performa tim Ibukota ini. Teranyar, kursi panas pelatih Persija kembali memakan korban setelah Paulo Camargo resmi mundur pada Selasa (2/8/2016).

Keputusan Camargo mundur tak terlepas dari kegagalan dirinya meraih satu kemenangan dari tujuh laga beruntun di Torabika Soccer Championship (TSC) Presented by IM3 Ooredoo. Hasilnya Persija harus puas berada di peringkat ke-16 dengan raihan 12 poin.

Fenomena pergantian pelatih menjadi menarik untuk disimak. Liputan6.com pun mencoba merangkum deretan pelatih yang sempat merasakan kursi panas Macan Kemayoran sejak era ISL:

1

1. Danurwindo (2008-2009)

Persija mengawali era Indonesia Super League dengan mendapuk Danurwindo sebagai pelatih. Namun, tidak ada prestasi yang membanggakan yang diberikan Danurwindo untuk Persija.

Pada gelaran ISL 2008-2009, Macan Kemayoran harus puas mengakhiri kompetisi di peringkat ketujuh dengan koleksi 53 poin. Mereka tertinggal 27 poin dari Persipura Jayapura yang meraih juara ISL edisi pertama dengan koleksi 80 poin.

Tak hanya di kancah ISL, Danurwindo juga gagal membawa Persija berjaya di ajang Copa Indonesia. Macan Kemayoran harus terhenti di babak perempat final usai takluk 0-1 dari Deltra Sidoarjo berkat gol Kornelis Kaimu.

Meski punya pengalaman melatih timnas, Danurwindo belum bisa pula mengakhiri paceklik gelar yang dialami Persija.

2

2. Benny Dollo (2009-2010)

Pada ISL 2009-2010, sebenarnya Persija menggunakan jasa dua pelatih dalam satu musim. Putaran pertama, Macan Kemayoran ditangani Maman Suryaman karena Benny Dollo masih melatih timnas Indonesia. Bendol (sapaan akrabnya) baru dipastikan melatih Persija pada putaran kedua.

Sayangnya, kondisi ini tak membuat Persija meraih prestasi di ISL. Tim Ibukota mengakhiri kompetisi di peringkat kelima dengan poin 52. Sedangkan Arema Indonesia berhasil keluar sebagai juara dengan koleksi 73 poin.

Benny Dolo cukup berpengalaman melatih beberapa klub seperti Arema Malang, Persita Tangerang hingga Persma Manado. Ini belum cukup untuk dijadikan modal sukses di ibu kota. Jasa Benny Dolo diantaranya melambungkan nama pemain muda seperti Hasyim Kipuw.

Dia juga sempat mendatangkan bek Singapura, Baihakki bin Khaizan di era Benny Dollo. Namun ini ternyata belum cukup mengantarkan Persija jadi kampiun.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

3. Rahmad Darmawan (2010-2011)Kegagalan Benny Dollo mengangkat performa Persija membuat pelatih kawakan tersebut didepak dari kursi kepelatihan. Posisinya digantikan oleh pelatih muda yang saat itu sedang naik daun, Rahmad Darmawan.Di tangan Rahmad, permainan Persija mengalami sejumlah perbaikan. Kendati tidak juara, Persija sukses mengkhiri kompetisi ISL 2010-2011 di peringkat ketiga klasemen akhir dengan raihan 52 poin. Mereka tertinggal delapan poin dari Persipura Jayapura yang akhirnya juara dengan koleksi 60 poin.Ini merupakan prestasi terbaik Persija di ajang ISL. Tak hanya mampu menembus tiga besar, Persija juga berhasil lolos ke babak penyisihan Piala AFC 2012.  RD termasuk pelatih yang langganan melatih Persija.

Halaman
Show All
Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan