Mengukur 'Tembok' Kokoh Indonesia di SEA Games 2015

Berikut tujuh bek Timnas U-23 Indonesia di ajang SEA Games 2015.

Diterbitkan 01 Juni 2015, 15:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Akurasi operannya merupakan yang tertinggi dari bek timnas U-23 lainnya. Dari total operan sebanyak 241 operan, persentase suksesnya adalah 92%. Begitu juga persentase sundulannya sebesar 80% dari total 66 upaya sundulan, angka ini juga merupakan yang terbaik.

3

M. Abduh Lestaluhu

Bek sayap jebolan pelatihan Deportivo Indonesia ini (U-19) ini cukup mewakili bek sayap eksplosif yang dibutuhkan pelatih Aji Santoso, yang dulunya juga merupakan bek sayap kiri legendaris Indonesia. Tentu, Aji pastinya tidak sembarangan dalam memilih penerus di pos-nya.

Selain aktif membantu serangan, kemampuan Lestaluhu dalam bertahan juga sama baiknya. Total ia melakukan 3 bloking umpan silang, terbanyak dibanding rekan-rekannya. Jumlah tekel yang ia buat hanya kalah tipis dari Hansamu, total ia membuat 32 tekel dengan persentase keberhasilan 44%.

Bermain selama 525 menit dalam 7 laga timnas U-23, Lestaluhu total membuat 276 operan dengan persentase sukses 77%. Statistik tersebut cukup menggambarkan dirinya di sektor bek sayap yang rajin membantu serangan. Pemain yang kini dikontrak Persija Jakarta ini bisa menjadi kunci dalam pola serangan 4-3-3 yang di terapkan pelatih Aji.

4

Syaiful Indra Cahya

Melengkapi empat bek utama Timnas yang akan berlaga di SEA Games nanti adalah Syaiful Indra Cahya. Pemain yang kini bermain untuk Persija Jakarta ini akan diplot sebagai bek kanan. Meski belum rutin mengisi posisi tersebut di timnas, Syaiful bermain cukup baik dilaga terakhirnya bersama timnas U-23.

Syaiful baru turun di 1 pertandingan internasional, tepatnya saat Indonesia U-23 melawan Malaysia U-23 pada 21 Mei lalu. Pemain yang akan berulang tahun ke 23 pada 28 Mei nanti tercatat memberikan 36 operan dengan persentase sukses 78%. Selain itu ia juga mencatat tekel besih 2 kali dengan persentase keberhasilan 100%.

5

Vava Mario Yagalo, Agung Prasetyo dan Zalnando

Meski bukan merupakan pilihan utama di lini belakang Timnas U-23, ketiga nama ini patut diperhitungkan, terutama bila ada cedera yang menimpa salah satu pilar utama.

Vava Mario Yagalo (dapat dipastikan orang tua pemain sangat mengidolai tim sepakbola Brasil) kini bermain untuk Persija Jakarta setelah sebelumnya sempat memperkuat Persebaya tahun 2014.

Sementara Agung Prasetyo saat ini merupakan pemain PSM Makassar. Ia dipuji manajer PSM Abdul Rahim dikarenakan konsistensi permainannya meski masih berusia muda. Sedangkan Zalnando adalah punggawa Sriwijaya FC U-23, dan merupakan anggota termuda di skuat Aji Santoso untuk SEA Games 2015.

Ketiga pemain ini dalam 8 laga terakhir timnas U-23 memang belum banyak mendapat kesempatan bermain. Hal ini yang merupakan ketakutan pelatih Aji Santoso, dimana masalah jadwal keberangkatan pemain yang masih simpang siur membuat pemain timnas akan kurang beradaptasi di Singapura.

Vava dan Agung baru turun sekali di laga melawan Malaysia U-23 pada 21 Mei. Sementara Zalnando belum pernah mendapat caps di level internasional.

Grafis

http://cdn1-a.production.liputan6.static6.com/medias/890134/original/062186700_1433139122-statistik_bek_indonesia_u23_ed.jpg

(Sirajudin Hasbi-Labbola)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Antonius Hermanto, Arry AnggadhaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan