Rancangan Formasi "Tim Brutal" ISL 2014

Liga Super Indonesia selalu menyajikan pertarungan sengit. Terkadang, menjurus kasar. Menarik mengetahui pola 11 pemain yang brutal di ISL

Diterbitkan 18 Maret 2015, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Tengah

Tengah: Imam Fathurohman, Hariono, Elvis Herawan, Gerald Pangkali

Dua nama Hariono dan Gerald Pangkali merupakan pemain papan atas di ISL. Namun, siapa sangka pemain Persib Bandung dan Persipura Jayapura itu juga menjadi pemain dengan intensitas pelanggaran yang terhitung tinggi.

Fathurohman punya catatan pelanggaran yang terbilang tinggi, mencapai 2,86 per pertandingan. Tapi ditinjau dari rata-rata, jumlah tersebut masih lebih banyak bila dibandingkan Gerald Pangkali dengan rata-rata 2 per laga.

Tapi soal perolehan kartu, Pangkali masih mengungguli pemain PBR itu.  Selain Pangkali mendapat 8 kartu kuning, dia juga sekali mendapatkan kartu merah dan sekali dihukum larangan bertanding. Sang pemain pun didenda Rp 25 juta dari Komdis. "Pencapaian" itu membuat dia menjadi pemain paling banyak menerima hukuman kartu di ISL musim lalu.

Selain itu, Hariono mengoleksi lima kartu kuning serta sekali kartu kuning keduqa. Sebagai gelandang bertahan, Hariono dituntut bermain keras dan menjalankan tugas menghentikan serangan lawan. Mantan pemain Deltras Sidoarjo itu rata-rata melakukan pelanggaran sebesar 1,54 per pertandingan.

Mendapat kartu merah musim 2014 bisa dibilang menjadi "peningkatan" tersendiri bagi Hariono. Musim lalu, pemain gondrong itu tidak pernah mendapat kartu merah langsung

Gelandang Persiram Raja Ampat, Elvis Herawan, melengkapi daftar gelandang brutal berkat catatan tujuh kartu kuning dan sekali menerima kartu kuning kedua. Elvis juga mencatatkan rata-rata melakukan 1,84 pelanggaran per pertandingan.

Depan

Depan: Ferdinand Sinaga, Cristian Gonzales

Nama pemain terbaik ISL musim lalu, Ferdinand Sinaga masuk dalam jajaran tim brutal. Kedua bomber tersebut memang terhitung striker emosional.

El Loco, julukan Cristian Gonzales, menerima enam kali hukuman kartu kuning dan sekali memperoleh kartu merah langsung. Selain bertugas membuka ruang dan mencetak gol, pemain naturalisasi ini memang punya peran untuk menjadi orang pertama Arema yang melakukan aksi bertahan. Tidak heran jika dia kemudian punya rata-rata 2,2 pelanggaran per pertandingan.

Sedangkan, khusus Ferdinand, dia punya satu gelar lagi selain pemain terbaik di ISL 2014. Apa itu? Yaitu pemain paling banyak menerima sanksi Komdis selama 2014.

Bila ditotal, Ferdinand harus membayar sebesar seratus juta rupiah sebagai denda ke komdis. Pemain yang kini sudah pindah ke Sriwijaya FC ini mengoleksi enam kartu kuning dan satu kartu merah langsung.

Itu berakibat dia menderita dua kali hukuman larangan bertanding. Ferdinand rata-rata melakukan 0,78 pelanggaran per pertandingan.

Grafis

Berkaca dari pemaparan tersebut,  tentu 11 pemain di atas perlu meningkatkan kedisiplinan mengarungi ISL 2015 agar semangat fair play tetap terjaga.

http://cdn0-a.production.liputan6.static6.com/medias/830345/original/016914500_1426586850-Tim_Brutal-01.jpg

(Sirajudin Hasbi/Labbola)

Baca juga:

Joaquin Bawa Fiorentina Bungkam Milan

Kalahkan Swansea, Liverpool Tempel Manchester United

Jelang MotoGP 2015, Motor Rossi Belum Cukup Cepat

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Rejdo Prahananda, Arry AnggadhaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan