Rancangan Formasi "Tim Brutal" ISL 2014

Liga Super Indonesia selalu menyajikan pertarungan sengit. Terkadang, menjurus kasar. Menarik mengetahui pola 11 pemain yang brutal di ISL

Diterbitkan 18 Maret 2015, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Liga Super Indonesia selalu menyajikan  pertarungan sengit. Terkadang, menjurus kasar. Menarik mengetahui pola 11 pemain yang brutal di ISL musim lalu.

Liputan6.com dan penyedia data statistik LabBola membuat tim yang berisi  pemain yang paling sering melakukan pelanggaran dan hukuman berdasarkan data statistik masing-masing pemain tersebut di posisinya.

Parameter untuk menghitung pemain brutal itu diantaranya: perolehan kartu, rata-rata pelanggaran, hingga sanksi Komisi Disiplin dari PSSI.

Siapa saja mereka? buka halaman selanjutnya>>

Kiper

Kiper: Kurnia Meiga

Sesuai dengan data statistik, Kurnia Meiga menjadi kiper dengan hukumkan paling banyak di antara penjaga gawang lain. Dia menerima tiga kartu kuning serta dua kali hukuman larang bertanding. Kiper milik Arema Cronus ini pun pernah didenda Komdis PSSI sebesar Rp 50 juta.

Entong, sapaan akrab Kurnia Meiga, dikenal sebagai penjaga gawang yang kerap melakukan aksi berbahaya dalam menjaga gawang klubnya. Meski demikian, pemain jebolan Diklat Ragunan itu termasuk tim dengan penampilan konsisten musim lalu.

Sayang dia masih belum sepenuhnya mampu mengontrol emosinya sehingga sering melakukan pelanggaran yang tidak perlu. Hal itu tentu bisa merugikan tim, salah satunya ketika dia absen di semifinal ketika melawan Persib Bandung lantaran menjalani hukuman larangan bertanding.

Bek

Bek: Tony Roy Ayomi, Dominggus Fakdawer, Hermawan, Diego Michiels

Kuartet empat bek tersebut memiliki jumlah pelanggaran di atas rata-rata. Di posisi bek kanan terdapat nama Tonny Roy Ayomi. Pemain Perseru Serui itu sepanjang musim lalu telah mengoleksi empat kartu kuning dan sekali kartu kuning kedua. Statistik mencatatkan, Tonny melakukan pelanggaran rata-rata 1,3 kali setiap pertandingan.

Bergeser ke tengah, terdapat nama Dominggus Fakdawer dan Hermawan. Fakdawer, bek muda Mutiara Hitam itu sempat disorot karena melakukan pelanggaran serius. Eks pemain Persita Tangerang itu tidak segan menghentikan lawan dengan tekel kasar. Musim 2014 lalu, Dominggus mengoleksi lima kartu kuning plus satu kartu merah. Rata-rata dia membuat 1,53 kali pelanggaran per pertandingan.

Fakdawer akrab dengan sanksi Komdis dengan dua kali larangan bertanding plus denda Rp 25 juta dari Komdis. Dua aksi kasar Fakdawer terjadi ketika terlibat kontak fisik dengan Fernando Soler (Persiba Balikpapan) dan Jajang Mulyana (Mitra Kukar).

Sedangkan, Hermawan, pemain PBR terhitung tinggi dalam melanggar lawan. Tercatat, dia melakukan pelanggaran mencapai 1,25 kali per pertandingan. Intensitas pelanggaran berbanding  lurus dengan hukuman kartu yang didapatkan. Dia mendapatkan lima kartu kuning dan dua kali menerima kartu kuning kedua.

Untuk posisi bek sayap kiri, nama pemain naturalisasi Diego Michiels juga termasuk dalam komposisi tim brutal ini. Pemain yang sempat melejit di SEA Games 2011 ini mendapat tujuh kartu kuning. Rata-rata dia melakukan 1,71 kali pelanggaran.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Tengah: Imam Fathurohman, Hariono, Elvis Herawan, Gerald Pangkali Dua nama Hariono dan Gerald Pangkali merupakan pemain papan atas di ISL. Namun, siapa sangka pemain Persib Bandung dan Persipura Jayapura itu juga menjadi pemain dengan intensitas pelanggaran yang terhitung tinggi. Fathurohman punya catatan pelanggaran yang terbilang tinggi, mencapai 2,86 per pertandingan. Tapi ditinjau dari rata-rata, jumlah tersebut masih lebih banyak bila dibandingkan Gerald Pangkali dengan rata-rata 2 per laga. Tapi soal perolehan kartu, Pangkali masih mengungguli pemain PBR itu.  Selain Pangkali mendapat 8 kartu kuning, dia juga sekali mendapatkan kartu merah dan sekali dihukum larangan bertanding. Sang pemain pun didenda Rp 25 juta dari Komdis. "Pencapaian" itu membuat dia menjadi pemain paling banyak menerima hukuman kartu di ISL musim lalu. Selain itu, Hariono mengoleksi lima kartu kuning serta sekali kartu kuning keduqa. Sebagai gelandang bertahan, Hariono dituntut bermain keras dan menjalankan tugas menghentikan serangan lawan. Mantan pemain Deltras Sidoarjo itu rata-rata melakukan pelanggaran sebesar 1,54 per pertandingan. Mendapat kartu merah musim 2014 bisa dibilang menjadi "peningkatan" tersendiri bagi Hariono. Musim lalu, pemain gondrong itu tidak pernah mendapat kartu merah langsung Gelandang Persiram Raja Ampat, Elvis Herawan, melengkapi daftar gelandang brutal berkat catatan tujuh kartu kuning dan sekali menerima kartu kuning kedua. Elvis juga mencatatkan rata-rata melakukan 1,84 pelanggaran per pertandingan.

Halaman
Show All
Rejdo Prahananda, Arry AnggadhaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan