7 Pemain yang Pernah Membela Juventus dan Fiorentina

Laga Juventus melawan Fiorentina menjadi ajang reuni beberapa pemain.

Diterbitkan 05 Maret 2015, 20:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Alberto Aquilani

Pada Agustus 2010, Juventus menemukan kesepakatan dengan Liverpool untuk meminjam Aquilani. Mantan pemain Roma itu melakoni debut dengan Bianconeri pada 12 September saat menghadapi Sampdoria. Aquilani akhirnya kembali ke Liverpool lantaran Juventus menolak mempermanenkannya.

Harga transfer senilai 14 juta pounds dirasa Juventus berat dibayar, tapi Aquilani meninggalkan Italia dengan catatan bagus.

Pemain yang sempat membawa Italia U-19 juara Piala Eropa di tahun 2003 tersebut punya catatan akurasi operan 80 persen dan itu merupakan terbaik ketiga di Serie A.

Setelah pindah ke Milan, ia sekarang memperkuat Fiorentina. Di Artemio Franchi, dia mendapatkan hattrick pertama dalam kariernya saat Viola berhadapan dengan Genoa.

Felipe Melo

Berbeda dengan pemain lainnya yang membela Juventus kemudian pindah ke Fiorentina, kasus Felipe Melo adalah kebalikannya. Setelah semusim berada di Artemio Franchi, dia ditransfer ke Turin lantaran tampil impresif dalam 29 penampilan.

Dengan harga 25 juta euro beban yang dipikul Melo sangat besar dan dia gagal mengembannya. Gaya permainannya yang cenderung kasar kerap kali membuat Juventus kewalahan.

Salah satu pelanggaran kontroversialnya adalah ketika dia diduga menyikut Mario Balotelli. Insiden itu membuat Gianluigi Buffon dan Thiago Motta beradu mulut.

Pada Juli 2011, Melo akhirnya dijual ke Galatasaray karena para klub pemburunya keburu kabur melihat tingkah laku sang pemain.

Cristiano Zanetti

Zanetti pindah ke Juventus dengan status bebas biaya meski Bianconeri terdegradasi ke Serie B. Dia merupakan pemain terakhir yang dibawa Lucianno Moggi sebelum mundur dari jabatannya.

Mantan pemain Inter itu berjasa membawa Juventus kembali ke Serie A, dan setelah tiga tahun di Turin, dia pindah ke Fiorentina.

Debut bersama klub barunya terjadi pada 29 September 2009 kontra Liverpool. Di laga itu, ia memberikan assist kepada Stefan Jovetic dan pada akhirnya mereka menang dengan skor 2-0.

Hanya dua tahun berada di Firenze lantaran dia menandatangani kontrak bersama Brescia dan di musim 2011/2012.

Marco Marchionni

Di musim 2006-2007, Marchionni bermain bersama Juventus di Serie B dan menjadi salah satu pilar tim. Setelah kembali ke Serie A, ia mempertahankan performa, dan itu membawanya kembali dipanggil timnas Italia. Namun, baru semusim, pria yang sekarang memperkuat Sampdoria itu mengalami cedera parah.

Kebersamaan dengan Juventus berakhir pada 6 Juli 2009. Mantan klubnya, Fiorentina, menginginkan lagi jasa Felipe Melo. Tetapi kembali dia hanya bertahan selama dua tahun. Dia pindah ke Parma dengan status bebas transfer.


Roberto Baggio

Roberto Baggio dianggap sebagai "tuhan" oleh suporter Fiorentina. Tapi, pada tahun 1990 statusnya diturunkan menjadi "Judas" lantaran pindah ke Juventus.

Setelah dipastikan pindah, suporter di Florence rusuh dan akibatnya 50 orang cedera. Baggio kemudian mengatakan kepada fans: "Saya dipaksa untuk menerima transfer ini."

Pertama kalinya Si Kuncir Abadi kembali ke Artemio Franchi terjadi April 1991. Pria yang memeluk agama Buddha itu, sempat diejek penonton.

Di laga ini, Bianconeri tertinggal lewat tendangan bebas Diego Fuser. Dan, Baggio mendapatkan hadiah penalti ketika dilanggar di kotak terlarang. Namun, pemain yang mengakhiri karier profesionalnya di Brescia tersebut menolak mengambil sepakan 12 pas.

Eksekutor kemudian diberikan kepada Luigi De Agostini, tetapi ia gagal menuntaskan tugasnya. Setelah laga, Baggio memberikan alasan mengapa dia menolak untuk mengambil tendangan penalti.

"Saya berlatih bersama (kiper Fiorentina) Gianmatteo Mareggini selama bertahun-tahun dan ia tahu cara bagaimana saya mengambil penalti," katanya.

"Ejekan selama pertandingan? Itu wajar, mereka mengejek tetapi sebenarnya mereka cinta kepada saya," papar Baggio yang saat digantikan dengan pemain lain dilempari syal Fiorentina dan kemudian mengambilnya dan menyerahkannya kepada wartawan.

Di tahun 1995, posisinya di Juventus digeser Alessandro Del Piero. Manajemen klub mendesaknya untuk memotong gaji sampai 50 persen dan pada akhirnya tekanan Silvio Berlusconi dan Fabio Capello membuatnya pindah ke Milan. (Deni Adi Prabowo)
    


Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Achmad Yani YustiawanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan