Liputan6.com, Jakarta - Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok dan barang konsumsi ikut mendorong inflasi Indonesia sepanjang Oktober 2026. Cabai rawit, emas perhiasan, ikan segar, dan beras menjadi empat komoditas dengan andil besar terhadap inflasi tahunan (year on year/yoy).
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan Indonesia mencapai 3,23% pada Oktober 2026. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi pada periode yang sama tahun lalu sebesar 2,86%.
Berdasarkan data BPS, dikutip Selasa (3/11/2026), cabai rawit menjadi komoditas dengan andil inflasi tahunan terbesar, yakni 0,24%. Posisi berikutnya ditempati emas perhiasan dengan andil 0,22%.
Advertisement
Ikan segar menyumbang inflasi sebesar 0,20%, sedangkan beras memberikan andil 0,17%. Besaran tersebut menunjukkan kontribusi masing-masing komoditas terhadap inflasi nasional, bukan persentase kenaikan harga barang tersebut.
Selain empat komoditas tersebut, sejumlah barang dan jasa lainnya juga memberikan tekanan terhadap inflasi. Minyak goreng menyumbang 0,12%, daging ayam ras 0,08%, serta sigaret kretek mesin (SKM) sebesar 0,07%.
Daging sapi dan tomat masing-masing memberikan andil inflasi 0,05%. Sigaret putih mesin (SPM) dan cabai merah turut menyumbang inflasi sebesar 0,03%.
Â
Emas Perhiasan Sumbang Inflasi 0,22 Persen
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472766/original/082116700_1768375313-1.jpg)
BPS mencatat kontribusi emas perhiasan terhadap inflasi tahunan berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. Kelompok ini mengalami inflasi sebesar 4,52% secara tahunan pada Oktober 2026.
Secara keseluruhan, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memberikan andil inflasi sebesar 0,32%. Emas perhiasan menjadi komoditas dominan dengan kontribusi mencapai 0,22%.
Sementara itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi tahunan sebesar 4,82%. Kelompok ini menjadi penyumbang inflasi terbesar berdasarkan kelompok pengeluaran dengan andil mencapai 1,40%.
Cabai rawit, ikan segar, dan beras menjadi tiga komoditas pangan dengan kontribusi besar dari kelompok tersebut.
Di sisi lain, beberapa komoditas justru menahan laju inflasi. Telur ayam ras memberikan andil deflasi sebesar 0,10%, disusul bawang merah sebesar 0,07%. Kelapa dan kentang masing-masing menyumbang deflasi 0,01%.
Secara bulanan, inflasi Oktober 2026 mencapai 0,22%. Kenaikan harga cabai merah, cabai rawit, dan tomat menjadi pendorong utama inflasi selama periode tersebut.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323076/original/064136000_1786599582-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-13T123857.729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388777/original/057186300_1793680026-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__8_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373173/original/043570100_1791954492-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-14T120512.346.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373717/original/089421500_1791973478-Cek_fakta_Bank_Mandiri_--.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4349647/original/096522800_1678186856-20230307-Harga-Cabai-Ramadan-Angga-2.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7674053/original/072525200_1780468810-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5103467/original/057047800_1737457741-20250121-Jaga_Inflasi-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5545591/original/028851700_1775201136-pal5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388556/original/057361700_1793625551-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3555118/original/045937300_1630301433-Motul.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380664/original/008856800_1792729943-IMG20261023094107.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2439239/original/004031600_1542966203-20181123-Nilai-Tukar-Rupiah-Menguat-Atas-Dolar-Angga2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310807/original/088871800_1785371580-Gemini_Generated_Image_hjxpijhjxpijhjxp.jpg)