Liputan6.com, Jakarta - Muhamad Yasin, seorang juru parkir berusia 63 tahun di Jakarta Pusat, mengaku terpaksa memangkas porsi makannya. Melonjaknya harga-harga kebutuhan pokok membuat bahan pangan kian tak terjangkau baginya.
"Dulu saya bisa dapat nasi, tempe, dan tahu seharga Rp 7.000 sampai Rp 8.000. Sekarang harganya sudah Rp 15.000," ujar Yasin, yang berpenghasilan Rp 200.000 hingga Rp 300.000 sepekan, di samping minimarket tempatnya menjaga sepeda motor.
Mengutip Asia One, Jumat (23/10/2026), inflasi pangan global diperkirakan akan terakselerasi dalam beberapa bulan ke depan dan bertahan hingga tahun 2027. Gangguan pelayaran akibat konflik bersenjata serta kekeringan yang dipicu fenomena El Nino terus menekan pasokan biji-bijian, yang memberikan beban tambahan bagi konsumen rentan seperti Yasin, seorang ayah empat anak.
Advertisement
Di Indonesia, harga beras telah melonjak ke rekor tertinggi di tengah prakiraan keterlambatan musim hujan. Sementara itu, harga roti di Mesir naik seperempatnya, dan harga gula di India menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah akibat musim kemarau terparah dalam lebih dari satu dekade yang menekan angka produksi.
"Semua faktor ini memberikan tekanan yang sangat besar pada sistem pangan," kata kepala ekonom di Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), Maximo Torero.
"Dampak yang lebih besar akan kita rasakan menjelang akhir tahun ini, pada awal tahun depan, dan berpotensi berlanjut sepanjang tahun depan."
Konsumen termiskin di dunia menjadi pihak yang paling terdampak seiring melonjaknya harga pangan di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah di kawasan Timur Tengah, Afrika Utara, dan Asia, wilayah di mana porsi pengeluaran rumah tangga sebagian besar habis untuk membeli makanan.
Menurut Bank Dunia, harga pangan pada September melampaui laju inflasi umum di 22% dari 150 negara yang dianalisis, naik dari 14% pada kuartal sebelumnya.
Indeks Harga Pangan FAO, yang memantau perubahan bulanan komoditas yang diperdagangkan secara internasional, mencatat rata-rata 136 poin pada bulan September, angka tertinggi sejak November 2022.
Kenaikan harga ini meningkatkan risiko keresahan sosial dan dapat mendorong negara-negara pemasok utama untuk menerapkan larangan ekspor, yang berpotensi memperparah kelangkaan pasokan.
Guncangan Pasokan Bertubi-tubi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380670/original/032806300_1792730590-IMG20261023093400.jpg)
Serangan terhadap infrastruktur biji-bijian di Laut Hitam telah mengganggu pengiriman gandum. Kondisi ini memaksa negara pengimpor utama seperti Mesir dan Indonesia untuk mencari pasokan alternatif. Di saat bersamaan, ketidakamanan di Laut Merah mengalihkan rute kapal-kapal kargo ke jalur yang lebih jauh dan mahal mengitari Afrika.
Konflik AS-Israel dengan Iran turut memicu kenaikan harga bahan bakar dan mengganggu ekspor pupuk melalui Selat Hormuz. Hal ini mengerek biaya pertanian, bahkan di saat cuaca kering akibat El Nino menekan hasil panen di India dan Asia Tenggara.
Harga gandum melonjak lebih dari 30% pada tahun 2026, sementara harga beras di negara-negara eksportir utama Asia naik 10% hingga 13% meskipun stok melimpah. Harga pupuk memang telah turun dari titik tertingginya pada awal perang Iran, namun angkanya tetap bertahan di level tinggi.
"Kenaikan inflasi, khususnya inflasi pangan, adalah sebuah kenyataan," kata Manish Tiwary, Chairman dan Managing Director
Nestle India, merujuk pada 'ingkungan yang penuh tantangan' akibat tingginya biaya komoditas. Di Mesir, harga roti non-subsidi ukuran besar naik dari 4 pound pada bulan Juli menjadi sekitar 5 pound Mesir. Sementara itu, harga minyak goreng di Uni Emirat Arab melonjak sekitar 40%.
Di Indonesia, harga minyak goreng merangkak naik 7% tahun ini, padahal negara ini merupakan produsen minyak sawit terbesar di dunia. Sementara itu di India, harga gula, bawang merah, dan kacang-kacangan melonjak lebih dari 10% pada bulan September dibanding bulan sebelumnya akibat penurunan produksi.
Bagi Sayed Abdel Hamid Mohamed, seorang pembuat roti di pusat kota Kairo, masalahnya bukan sekadar harga tepung. "Jika Anda mempekerjakan pekerja terampil, biayanya sangat mahal," tuturnya.
"Listrik, air, ragi, dan bahan-bahan yang kami gunakan untuk membuat sepotong roti bagi konsumen semuanya ikut naik."
Tarek Azab, salah seorang pelanggan di toko roti tersebut, mengatakan bahwa harga-harga terus merangkak naik tanpa henti dalam beberapa tahun terakhir. "Bukan cuma sekali, dua kali, atau tiga kali."
Tarif pengiriman kargo laut pun melonjak sekitar 50% di beberapa rute global utama, seperti rute Laut Hitam menuju Asia Tenggara, seiring melambungnya harga minyak dan premi risiko perang.
Advertisement
Katalis Inflasi
Meski harga pangan terus merangkak naik sejak akhir tahun 2025, menipisnya stok lokal dan melonjaknya biaya komoditas yang dibebankan kepada konsumen mengancam akan mempercepat laju inflasi.
Negara-negara pengimpor utama di Timur Tengah dan Afrika yang sempat menunda pembelian karena hasil panen lokal yang bagus kini harus kembali ke pasar internasional, yang berpotensi memicu lonjakan permintaan baru.
"Dalam beberapa bulan ke depan, bisa terjadi gelombang permintaan baru yang signifikan saat para pengimpor kembali masuk ke pasar," kata ekonom senior di International Grains Council (IGC), London, Alexander Karavaytsev.
Produsen olahan pangan yang biasanya membeli bahan baku melalui kontrak jangka tiga hingga enam bulan kini terpaksa memperbarui kontrak mereka dengan harga yang lebih tinggi. Pelemahan mata uang lokal kian memperberat biaya tersebut.
"Biaya pengiriman kargo meningkat, dan ketika dikonversi ke rupiah, dampaknya makin berlipat ganda akibat melemahnya mata uang Indonesia," kata Direktur PT Indofood, Franciscus Welirang.
Beberapa pabrik penggilingan gandum di Indonesia beroperasi di bawah kapasitas normal karena perang Rusia-Ukraina menghambat kedatangan kargo. Fakta ini diungkap seorang eksekutif senior di sebuah perusahaan penggilingan tepung di Jakarta yang enggan disebutkan namanya.
Data Kpler menunjukkan kedatangan kargo gandum ke Indonesia anjlok 41% menjadi 491.000 metrik ton pada bulan September dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Untuk saat ini, stok kedelai dan jagung masih memadai. Pasokan mendatang akan sangat bergantung pada produksi di AS dan Amerika Selatan, meskipun kenaikan harga minyak ikut mendongkrak harga kedua komoditas tersebut seiring meningkatnya penggunaan untuk bahan bakar hayati (biofuel).Â
Hasil panen gandum yang membaik di belahan bumi selatan diharapkan dapat membantu, namun risiko penurunan produksi pada negara eksportir seperti Australia dan Argentina dapat menjadi pemicu baru kenaikan harga, tambah Karavaytsev dari IGC. "Ada risiko kenaikan harga yang sangat signifikan," pungkasnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380731/original/013852100_1792736272-cek_fakta_-_ikan_budidaya_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382328/original/091326000_1760578848-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-10-15T134632.180.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4066076/original/004010200_1656393110-Rampok1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7915199/original/007053000_1780746673-87a95eff-89b4-4b3c-ac8b-2122d6b93d4b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5103467/original/057047800_1737457741-20250121-Jaga_Inflasi-ANG_3.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380670/original/032806300_1792730590-IMG20261023093400.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380664/original/008856800_1792729943-IMG20261023094107.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4823389/original/093315500_1714990090-Gerakan_pasar_murah_untuk_tekan_harga_bawang_merah_yang_masih_tinggi-ANGGA_5.jpg)