Kredit Bank Mandiri Tumbuh 16%, Ini Penopangnya

Penyaluran kredit Bank Mandiri tumbuh 16 persen yoy jadi Rp 1.606 triliun per September 2026, ditopang pembiayaan BUMN, dunia usaha, dan usaha mikro.

Diterbitkan 23 Oktober 2026, 16:31 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 16 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 1.606 triliun hingga September 2026.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini, mengungkapkan pertumbuhan tersebut ditopang oleh penyaluran pembiayaan kepada ekosistem pemerintah dan BUMN, dunia usaha, serta pelaku usaha mikro.

"Total kredit mencapai Rp 1.606 triliun, tumbuh 16 persen secara tahunan, Bank Mandiri terus berkomitmen menghadirkan pertumbuhan yang tidak hanya kuat dan berkualitas, tapi juga memberikan dampak nyata bagi perekonomian dan masyarakat Indonesia,"

Lebih lanjut, Novita mengatakan, pertumbuhan kredit perseroan meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada September 2025, kredit Bank Mandiri secara bank only tumbuh 11,6 persen secara tahunan.

"Hingga September 2026, kredit Bank Mandiri secara bank only tumbuh 16 persensecara tahunan, meningkat dari 11,6 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya, mencerminkan komitmen kami dalam mendukung aktivitas dunia usaha dan pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.

Novita menjelaskan, penyaluran kredit perseroan diarahkan untuk mendukung berbagai sektor perekonomian, mulai dari pembangunan infrastruktur publik, penguatan dunia usaha, hingga pemberdayaan usaha mikro di berbagai daerah.

Pada ekosistem pemerintah dan BUMN, kredit Bank Mandiri tumbuh 23,8 persen secara tahunan menjadi Rp 473 triliun. Pembiayaan ini mendukung sejumlah agenda strategis nasional, termasuk pembangunan infrastruktur, pengembangan sektor energi, penguatan ketahanan pangan, serta peningkatan kualitas layanan publik.

Sementara itu, kredit pada ekosistem bisnis penopang ekonomi meningkat 18,5 persen secara tahunan menjadi Rp 910 triliun. Penyaluran pembiayaan tersebut ditujukan untuk membantu dunia usaha meningkatkan investasi, memperkuat daya saing industri, dan mendorong penciptaan lapangan kerja.

 

Kredit Usaha Mikro Tumbuh 12,9 Persen

Selain memperkuat pembiayaan untuk pemerintah, BUMN, dan dunia usaha, Bank Mandiri juga terus memperluas akses pendanaan bagi pelaku usaha mikro.

Hingga September 2026, kredit usaha mikro Bank Mandiri tumbuh 12,9 persen secara tahunan menjadi Rp 31,2 triliun. Penyaluran kredit tersebut telah menjangkau 37 provinsi di Indonesia.

Hal ini tercermin dari kualitas kredit Bank Mandiri yang tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) pada ekosistem pemerintah dan BUMN berada di level 0,15 persen. Adapun NPL pada ekosistem bisnis penopang ekonomi tercatat sebesar 0,47 persen.

"Yang juga membanggakan, ekspansi pembiayaan tersebut tetap diiringi kualitas aset yang baik. Rasio NPL pada ekosistem pemerintah dan BUMN terjaga di level 0,15 persen, sementara pada ekosistem bisnis penopang ekonomi sebesar 0,47 persen," pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6