Macet Ketapang 8,5 Km, ASDP Minta Maaf dan Ubah Pola

Antrean kendaraan di Ketapang mengular hingga 8,5 Km. ASDP minta maaf dan langsung ubah strategi operasi kapal.

Diterbitkan 29 September 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengambil langkah cepat untuk mengurai kemacetan kendaraan di jalur penyeberangan Pelabuhan Ketapang (Banyuwangi) menuju Pelabuhan Gilimanuk (Bali). Penyesuaian pola operasional hingga peningkatan kapasitas angkut armada kini menjadi fokus utama, tanpa mengesampingkan standar keselamatan pelayaran.

Direktur PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jasa atas ketidaknyamanan dan waktu tunggu yang terjadi selama proses pemulihan layanan.

"Kami memahami antrean dan waktu tunggu yang terjadi berdampak langsung terhadap perjalanan masyarakat maupun distribusi logistik, dan fokus kami saat ini adalah mempercepat penguraian antrean secara terukur, dengan mengoptimalkan seluruh kapasitas yang tersedia tanpa mengurangi aspek keselamatan," kata Heru Widodo dikutip dari Antara, Selasa (29/9/2026).

Heru menjelaskan bahwa pemantauan situasi di lapangan dilakukan secara berkala sebagai panduan dalam menentukan strategi operasional. Pengaturan kapasitas kapal, skema pemuatan, hingga alur perjalanan dibuat dinamis mengikuti panjang antrean di kedua kantong pelabuhan.

Saat situasi di salah satu pelabuhan mulai terurai, kapasitas penyeberangan akan difokuskan untuk menyerap tumpukan kendaraan di area yang masih padat. 

"Seluruh langkah ini terus kami evaluasi, agar pemulihan berlangsung semakin efektif hingga kondisi kembali stabil," kata dia.

Ekor Antrean Mengular 8,5 Kilometer

Berdasarkan data operasional hingga Selasa (29/9) pukul 06.00 WIB, ekor antrean di area Pelabuhan Ketapang mengular hingga 8,5 kilometer sampai kawasan Pantai Sangkong, Parasputih. Mayoritas kendaraan yang tertahan merupakan armada logistik dengan estimasi durasi tunggu sekitar 34 menit. Sementara itu, lalu lintas di Pelabuhan Gilimanuk terpantau lancar tanpa antrean.

Sebagai solusi mempercepat alur penyeberangan, ASDP menerjunkan 27 kapal dengan skema intensif hingga 8 trip perjalanan di lintas Ketapang–Gilimanuk. Jajaran armada tersebut mencakup:

  • Dermaga MB: Melayani 14 kapal reguler dan 1 kapal perbantuan Tanjung Balai (TBB).
  • Dermaga LCM: Melayani 9 kapal reguler dan 3 kapal perbantuan Tanjung Balai (TBB).

"Selain itu, terdapat pula empat kapal perbantuan Tanjung Balai (TBB) yang turut memperkuat layanan, terdiri atas satu kapal di Dermaga MB dan tiga kapal di Dermaga LCM," kata Heru Widodo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6