Harga Emas Pegadaian 2 September 2026: Galeri24 dan UBS Sentuh Rp 2,5 Juta

Berikut daftar harga emas buatan Galeri24, Antam dan UBS di Pegadaian pada Rabu, (2/9/2026).

Diterbitkan 02 September 2026, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas buatan Galeri24, Antam dan UBS di Pegadaian kompak melemah pada Rabu, (2/9/2026). Meski demikian, harga emas Antam masih yang tertinggi mencapai Rp 2,66 juta per gram.

Mengutip laman Pegadaian dari Jakarta saat dipantau Rabu pekan ini pukul 12.18 WIB, harga emas Galeri24 ditetapkan Rp 2.568.000 per gram. Sementara itu, harga emas Antam dipatok Rp 2.664.000 per gram. Sedangkan harga emas UBS dibanderol Rp 2.593.000 per gram.

Tiga produk logam mulia di Pegadaian ini lebih rendah dari perdagangan Selasa, 1 September 2026. Saat itu, harga emas Antam ditetapkan Rp 2.704.000 per gram. Harga emas UBS dipatok Rp 2.639.000 per gram dan Galeri24 Rp 2.606.000 per gram.

Harga emas di Pegadaian dapat berubah sewaktu-waktu dan fluktuatif.

Di Pegadaian, emas Galeri24 dijual mulai dari kuantitas 0,5 gram hingga 1.000 gram (1 kg), emas UBS dijual dari 0,5 gram hingga 500 gram. Sedangkan Antam dijual hingga ukuran 100 gram di Pegadaian.

Rincian Lengkap Harga Emas di Pegadaian Hari Ini:

Galeri24

  • 0,5 gram: Rp 1.347.000
  • 1 gram: Rp 2.568.000
  • 2 gram: Rp 5.072.000
  • 5 gram: Rp 12.587.000
  • 10 gram: Rp 25.109.000
  • 25 gram: Rp 62.433.000
  • 50 gram: Rp 124.767.000
  • 100 gram: Rp 249.410.000
  • 250 gram: Rp 621.992.000
  • 500 gram: Rp 1.243.984.000
  • 1.000 gram: Rp 2.487.967.000

 

Antam

  • 0,5 gram: Rp 1.383.000
  • 1 gram: Rp 2.664.000
  • 2 gram: Rp 5.266.000
  • 3 gram: Rp 7.874.000
  • 5 gram: Rp 13.089.000
  • 10 gram: Rp 26.122.000
  • 25 gram: Rp 65.176.000
  • 50 gram: Rp 130.271.000
  • 100 gram: Rp 269.462.000

 

 

UBS

  • 0,5 gram: Rp 1.402.000
  • 1 gram: Rp 2.593.000
  • 2 gram: Rp 5.144.000
  • 5 gram: Rp 12.710.000
  • 10 gram: Rp 25.288.000
  • 25 gram: Rp 63.095.000
  • 50 gram: Rp 125.932.000
  • 100 gram: Rp 251.764.000
  • 250 gram: Rp 629.224.000
  • 500 gram: Rp 1.256.972.000.

Harga Emas Dunia

Sebelumnya, harga emas dunia turun lebih dari 2% pada perdagangan Selasa, 1 September 2026 ke level terendah dalam dua minggu. Koreksi harga emas dunia terjadi karena tekanan dari imbal hasil obligasi pemerintah AS yang tinggi dan penguatan dolar AS. Sementara itu, posisi harga emas yang menembus ke bawah rata-rata pergerakan 200 hari atau moving average (MA) 200 harian memicu aksi jual.

Mengutip CNBC, Rabu (2/9/2026), harga emas spot turun 2,7% menjadi US$ 4.329,47 per ons, setelah sempat menyentuh ke level terendah sejak 19 Agustus di US$ 4.362,89 pada sesi perdagangan sebelumnya.

Harga emas telah turun di bawah rata-rata pergerakan 200 hari, yang saat ini berada di kisaran US$ 4.528 sejak 28 Agustus 2026. Kontrak berjangka emas AS melemah 2,3% menjadi US4 4.377,40.

"Kami melihat adanya tekanan jual secara teknikal. Ombal hasil obligasi secara global berada di level tertinggi yang belum pernah terlihat selama bertahun-tahun. Jadi, semua faktor ini menekan pasar emas," ujar Analis American Gold Exchange, Jim Wyckoff.

"Harga emas telah turun di bawah rata-rata pergerakan 200 hari, yang merupakan sinyal teknikal penting,” ia menambahkan.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS naik ke level tertinggi sejak Januari 2025 pada Selasa, seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran inflasi dan aksi jual obligasi global.

 

Dolar AS Menguat

Meskipun emas secara tradisional dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga dan imbal hasil obligasi yang lebih tinggi biasanya menekan harga emas karena meningkatkan biaya peluang (opportunity cost) dalam memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil berkala. Dolar AS juga menguat, membuat emas yang dihargai dalam mata uang AS menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri.

Harga emas sempat mencapai level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan pada pekan lalu sebelum turun lebih dari 3% pada Jumat, setelah Ketua Federal Reserve AS, Kevin Warsh, memperingatkan perlunya langkah lebih lanjut jika inflasi tidak melandai ke target 2% yang ditetapkan bank sentral. Para pedagang meningkatkan spekulasi mengenai kenaikan suku bunga September setelah komentar Warsh tersebut.

Data dari FedWatch Tool milik CME menunjukkan para pedagang kini memperkirakan adanya peluang sebesar 68% untuk kenaikan suku bunga bulan ini. Para investor kini menantikan laporan ketenagakerjaan ADP pada hari Rabu dan data non-farm payrolls pada Jumat untuk mendapatkan petunjuk baru mengenai kebijakan ekonomi.

"Saat ini, arah pergerakan yang paling mungkin terjadi di pasar emas dalam jangka pendek adalah mendatar (sideways) atau mendatar dengan kecenderungan turun. Hal yang sama juga berlaku untuk perak," Wyckoff menambahkan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6