Liputan6.com, Jakarta - Tingkat desil atau pengelompokan kesejahteraan masyarakat ternyata diperbaharui setiap tiga bulan sekali. Pembaharuan desil itu juga bukan hanya dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS).
Demikian disampaikan Kepala BPS Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan di Denpasar, Bali, dikutip dari Antara, Selasa (1/9/2026).
"Pembaruan terkait Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) itu dilakukan tiga bulan sekali dan yang mempengaruhi bukan BPS saja, melainkan dari berbagai sumber data,” ujar Agus Gede.
Advertisement
Agus Gede menuturkan, hal itu untuk menjawab kekhawatiran masyarakat yang masuk ke dalam kelompok desil tinggi padahal merasa kondisi ekonomi belum sejahtera secara absolut.
Ia menuturkan, perhitungan desil berbeda dengan angka kemiskinan absolut.
Penentuan desil dilakukan dengan membagi tingkat kesejahteraan penduduk ke dalam 10 kelompok sama besar, sehingga posisinya sangat tergantung pada perbandingan kondisi ekonomi antar-penduduk.
“Kalau kemiskinan Bali sekarang 3,4%, ketika ekonomi kita bagus itu kemiskinan bisa nol karena 3,4% itu bisa jadi dia tidak miskin lagi, tapi kalau desil selamanya itu desil 1 pasti ada,” tutur dia.
“Misalnya pendapatan saya Rp 1 miliar, tapi orang lain di Bali itu pendapatannya Rp 2 miliar, maka saya akan ada di desil yang di bawahnya meski pendapatan saya tinggi,” ia menambahkan.
Pembaruan data DTKS diolah setiap tiga bulan dari berbagai sumber terintegrasi, beberapa seperti Data Pokok Pendidikan (Dapodik) untuk status siswa, data PLN untuk penggunaan daya listrik, Survei Sosial Ekonomi Nasional BPS, hingga pendataan periodik dari pendamping Program Keluarga Harapan.
Mengenai indikator penilaian, BPS menegaskan, penetapan desil tidak hanya mengacu pada satu aspek seperti daya listrik atau kondisi fisik rumah semata, melainkan diukur secara komprehensif melalui 41 indikator penimbang.
"Indikatornya sangat komprehensif, mencakup kepemilikan aset hingga kondisi perumahan, sering kali masyarakat hanya melihat satu indikator lalu membandingkan dengan tetangga, padahal indikator-indikator lainnya menunjukkan hasil berbeda," ujar Agus Gede.
Struktur Desil Penduduk Bali
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3558735/original/068383700_1630557866-20210902-Kemiskinan-Bali-1.jpg)
Saat ini struktur desil penduduk Bali secara umum cenderung berkumpul pada kelompok desil 1 hingga 5 dengan perbedaan antar-individu yang sangat tipis.
Sebaliknya, penduduk yang masuk pada kelompok desil 10 (kelompok teratas), rentang kesenjangan pendapatan dan pengeluaran antar-individu sangat lebar.
Jika dikatakan penduduk dengan desil 5 ke atas berpotensi tidak mendapat bantuan sosial, BPS Bali menyebut itu bukan kewenangan mereka, melainkan keputusan lembaga pemberi bantuan sosial.
Dengan perhitungan khusus pada penetapan desil, Agus Gede juga menepis kekhawatiran masyarakat mengenai dampak kenaikan harga atau inflasi terhadap desil secara umum.
Advertisement
Sensus Ekonomi Tidak Serta Merta Ubah Desil
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3558737/original/092845500_1630557868-20210902-Kemiskinan-Bali-3.jpg)
Kenaikan inflasi pada komoditas tertentu seperti tiket pesawat dipastikan tidak akan signifikan mengubah desil kelompok bawah karena jarang dikonsumsi desil 1, kecuali jika kenaikan harga terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau.
Selain itu, sensus ekonomi yang sedang dijalankan BPS Bali juga dipastikan tidak berkaitan dengan status desil masyarakat.
“Banyak orang yang takut di sensus ekonomi, berulang kali kami sampaikan bahwa sensus ekonomi tidak serta merta mengubah desil karena sensusnya sekarang sedangkan besok desilnya bisa berubah, sensus ini agar pemerintah punya data yang akurat terkait kondisi ekonomi penduduk maupun ekonomi wilayah,” kata Agus Gede.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337309/original/008779100_1788240212-cek_fakta_-_pinjol_ojk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7961905/original/013698500_1780798434-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-07T090929.694.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337193/original/082818200_1788236451-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-01T111508.347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3552918/original/093561000_1630045352-cek_fakta_kpk_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3558741/original/034177500_1630557873-20210902-Kemiskinan-Bali-7.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337494/original/017234100_1788247802-1001619241.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1719928/original/028906100_1506330286-20170925-Harga-Beras-di-Pasar-Induk-Cipinang-Juga-Sudah-Ikuti-Aturan-Mendag-Angga-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4883223/original/030233500_1720093649-20240704-IHSG-ANG_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3484415/original/045108700_1623842085-20210616-NERACA-DAGANG-RI-SURPLUS-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5103467/original/057047800_1737457741-20250121-Jaga_Inflasi-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3428886/original/028155000_1618405013-20210414-Daging-Ayam-Potong-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336769/original/083998400_1788176127-IMG_4211.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335412/original/064958900_1787980826-Screenshot__1011_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8630198/original/059442900_1782628026-WhatsApp_Image_2026-06-28_at_12.58.05.jpeg)