Viral Temuan Tulang Belulang di Pesisir Aceh, Ini Kata Polisi

Berdasarkan keterangan perangkat desa, tulang belulang tersebut diduga merupakan sisa dari kawasan pemakaman lama.

Diterbitkan 01 September 2026, 17:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Polsek Peukan Bada, Polresta Banda Aceh, menelusuri temuan tulang belulang manusia di kawasan pesisir pantai Kabupaten Aceh Besar. Penemuan tersebut sebelumnya sempat menjadi perbincangan dan viral di media sosial.

"Berdasarkan penelusuran dan koordinasi dengan perangkat gampong, lokasi itu (tulang) berada di kawasan pantai Dusun Imuem Daud, Gampong Lamguron, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar," kata Kapolsek Peukan Bada, Iptu Suriyatno, dikutip dari Antara, Selasa (1/9/2026).

Suriyatno mengatakan, berdasarkan keterangan perangkat Gampong (desa) Lamguron, tulang belulang tersebut diduga merupakan sisa dari kawasan pemakaman lama.

Dahulu, kawasan tersebut merupakan daratan yang kemudian mengalami abrasi dan perubahan bentang alam pascabencana tsunami, hingga sebagian wilayahnya berubah menjadi kawasan perairan.

“Dari keterangan masyarakat dan perangkat gampong, tulang belulang yang ditemukan tersebut diduga berasal dari kawasan pemakaman lama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kawasan tersebut sebelumnya dikenal sebagai area perkebunan kelapa sekaligus lokasi pemakaman lama. Sebelum tsunami, keberadaan makam-makam lama di sepanjang kawasan tersebut masih terlihat.

“Menurut keterangan masyarakat, sebelum tsunami, kawasan tersebut merupakan daratan dan terdapat pemakaman lama di sepanjang garis pantai dengan panjang kurang lebih 800 meter,” katanya.

Suriyatno menambahkan, kondisi kawasan yang mengalami abrasi, terutama saat musim timur, dapat menyebabkan sejumlah bagian di dekatnya tergerus.

Diduga Tulang Manusia

Akibatnya, material dari kawasan pemakaman, termasuk tulang belulang yang diduga merupakan tulang manusia, dapat terlihat di permukaan, terutama saat air laut surut.

“Kemungkinan masih terdapat tulang belulang lain di kawasan tersebut yang dapat ditemukan kembali, khususnya saat kondisi air laut surut,” ujarnya.

Terkait temuan tersebut, Polsek Peukan Bada mengapresiasi masyarakat maupun pengunggah video yang telah menyampaikan informasi mengenai kondisi di kawasan pesisir tersebut.

Kapolsek juga mengimbau masyarakat yang menemukan sesuatu yang berkaitan dengan dugaan sisa pemakaman atau temuan lainnya di wilayah gampong untuk terlebih dahulu berkoordinasi dengan perangkat desa atau kepolisian.

"Langkah ini penting untuk memastikan informasi mengenai lokasi temuan, sekaligus menghindari kesalahpahaman terkait batas wilayah administrasi antar gampong," demikian Suriyatno.