9 Bulan Berlalu, Pembunuhan Guru SD Depok Masih Misterius

Guru SD ditemukan tewas dengan tangan terikat, kasusnya belum terungkap.

Diterbitkan 01 September 2026, 05:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kasus tewasnya guru SD swasta asal Depok, Arifianti, dengan tangan terikat telah berlalu sembilan bulan. Hingga kini, polisi masih kesulitan melacak keberadaan terduga pelaku.

Jenazah Arifianti ditemukan tergeletak di kawasan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (6/12/2025) malam. Polres Bogor yang menangani kasus tersebut masih berupaya mengidentifikasi dan menangkap terduga pelaku.

"Masih dilakukan, dicari (terduga pelaku)," ujar Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Anggi Eko Prasetyo, Senin (31/8/2026).

Polres Bogor masih melakukan penyelidikan dan berupaya menangkap terduga pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Polisi menyebut identitas terduga pelaku telah dikantongi.

"Upaya-upaya masih kami lakukan," singkatnya.

Sebelumnya, Kapolsek Gunung Putri saat itu, Kompol Aulia Robby Kartika Putra, mengatakan polisi telah memeriksa sejumlah saksi. Salah satu saksi melihat korban dibonceng sepeda motor dalam kondisi tangan terikat sebelum ditemukan tewas di jalan.

"Korban terlihat dibonceng menggunakan motor Honda Vario hitam, kondisi tangan terikat tali dan kaki terseret di aspal," ujar Robby, Minggu (7/12/2025).

Saksi yang melihat korban secara sekilas sempat menegur pengemudi yang membawa korban. Namun, teguran tersebut diabaikan oleh terduga pelaku.

Berdasarkan keterangan saksi dan kondisi saat korban ditemukan, polisi menduga telah terjadi tindak pidana pembunuhan.

"Kalau dugaan, iya (korban pembunuhan)," jelas Robby.

 

Identifikasi Terduga Pelaku

Polsek Gunung Putri kemudian mengidentifikasi terduga pelaku yang diduga merupakan teman sesama profesi korban dan seorang guru di sekolah swasta di Kota Depok. Polisi sempat mengirimkan surat panggilan kepada terduga pelaku, tetapi tidak mendapat respons.

"Surat pemanggilan sudah diberikan sebanyak tiga kali, ternyata (terduga pelaku) sudah tidak ada di rumah sejak kasus ini viral," terang Robby.

Polsek Gunung Putri bersama Polres Bogor kemudian menetapkan terduga pelaku sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Terduga pelaku diduga teman dekat korban, kini statusnya DPO," pungkas Robby.