Status Sinabung Naik Usai Erupsi

Gunung Sinabung mengalami erupsi, muntahkan abu setinggi Naik 3.500 meter.

Diterbitkan 31 Agustus 2026, 15:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gunung Sinabung yang terletak di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, mengalami peningkatan aktivitas vulkanik. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan tingkat aktivitas gunung api aktif tersebut dari Level II (Waspada) menjadi Level III (SIAGA) terhitung mulai tanggal 31 Agustus 2026 pukul 12.30 WIB.

Kenaikan status ini dipicu oleh terjadinya erupsi, Senin (31/8/2026) pukul 10.17 WIB. Erupsi tersebut memuntahkan kolom abu berwarna hitam pekat dengan intensitas tebal yang membumbung tinggi sekitar 3.500 meter di atas puncak atau mencapai kurang lebih 5.960 meter di atas permukaan laut, dengan kecondongan angin mengarah ke timur dan tenggara. Peristiwa ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 120 mm.

Berdasarkan analisis Badan Geologi, erupsi ini didahului oleh rentetan kegempaan yang cukup intens pada pagi hari yang meliputi 85 kali gempa vulkanik, 1 kali gempa hembusan, serta 1 kali tremor harmonik.

Sebelum erupsi ini terjadi, Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Sinabung di Desa Ndokum Siroga mencatat peningkatan aktivitas visual dan instrumental sepanjang periode 1 hingga 30 Agustus 2026. Asap kawah utama teramati keluar dengan warna putih hingga kelabu berintensitas tipis hingga tebal, disertai fenomena pengeringan vegetasi di lereng bagian timur.

Rekaman kegempaan selama sebulan penuh juga menunjukkan tingginya aktivitas magma di dalam perut bumi, termasuk ratusan gempa vulkanik dalam dan tektonik. Badan Geologi menegaskan bahwa erupsi hari ini merupakan erupsi awal, sehingga potensi terjadinya erupsi susulan yang lebih besar masih dapat terjadi.

Menyusul ditetapkannya Status Siaga (Level III), sejumlah rekomendasi keselamatan penting telah dikeluarkan bagi masyarakat dan wisatawan. Warga dilarang keras melakukan aktivitas di desa-desa yang telah direlokasi, serta di dalam radius radial 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung dan radius sektoral sejauh 6 kilometer untuk arah selatan-timur.

 

Masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya lahar.

Masyarakat diimbau agar tetap tenang, tidak mudah terpancing oleh isu-isu atau berita bohong seputar aktivitas gunung api, serta senantiasa mengikuti arahan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara dan Kabupaten Karo.

Pemerintah Daerah bersama instansi terkait diminta untuk terus berkoordinasi secara aktif dengan Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung. Perkembangan situasi terbaru dapat dipantau secara berkala melalui aplikasi resmi MAGMA Indonesia atau laman web PVMBG.

Sebelumnya, Petugas Pos Pemantauan Gunung Api (PGA) Sinabung, Armen Putra, mengonfirmasi situasi terkini di lapangan dan mengimbau agar masyarakat tetap tenang namun waspada menghadapi dinamika aktivitas gunung tersebut.

"Selamat siang, sekarang tanggal 31 Agustus 2026 terjadi erupsi Gunung Api Sinabung pada jam 10.17 tadi dengan ketinggian lebih kurang 3.500 meter dari arah puncak, di atas puncak, dan saat ini erupsi berupa abu yang mengarah ke arah timur dan tenggara, dan kita sampai saat ini masih memantau masih terjadi erupsi sampai saat ini di jam 11.14 masih keluar abu di sekitaran puncak Gunung Api Sinabung, diharapkan warga jangan terlalu panik, ini hujan abu yang mengarah ke arah timur dan tenggara, diharapkan kepada warga dan wisatawan harus mengikuti rekomendasi kami, terima kasih," ujar Armen.