Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran melanda Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ryacudu Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, Lampung, Minggu (30/8/2026) malam. Api membakar bangunan yang digunakan sebagai gudang Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPSRS).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Kobaran api sempat terlihat dari area rumah sakit hingga menarik perhatian warga yang berdatangan ke sekitar lokasi.
Dalam rekaman video amatir yang diterima Liputan6.com, sempat terdengar suara ledakan dari dalam gedung rumah sakit yang terbakar.
Advertisement
Setelah mendengar suara ledakan, warga yang sedang menyaksikan kebakaran pun langsung lari berhamburan menyelamatkan diri.
Petugas gabungan dari Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), TNI, serta Polri langsung dikerahkan untuk melakukan pemadaman.
Area di sekitar lokasi juga disterilkan guna memudahkan petugas bekerja sekaligus menjaga keselamatan pasien dan masyarakat.
Kasatreskrim Polres Lampung Utara, AKP Ivan Roland Cristofel membenarkan peristiwa kebakaran tersebut.
"Api sudah padam. Personel Polres Lampung Utara bersama Damkarmat telah melakukan pemadaman. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.30 WIB," kata Ivan, Minggu (30/8).
Menurut dia, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran. Petugas juga tengah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna mengetahui kronologi kejadian.
"Saat ini penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan karena tim masih mengumpulkan keterangan sejumlah saksi terkait kronologi kebakaran," ujarnya.
Â
Tak Ada Korban Jiwa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336077/original/085433200_1788103473-1001614238.jpg)
Ivan memastikan sejauh ini tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Bangunan yang terbakar diketahui merupakan gudang, sehingga tidak berkaitan langsung dengan ruang perawatan pasien.
"Untuk korban jiwa sementara nihil. Yang terbakar gudang," ungkapnya.
Hingga kini, polisi masih melakukan pendataan terkait dampak serta kerugian akibat kebakaran tersebut. Penyebab pasti munculnya api juga masih menunggu hasil penyelidikan petugas.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481050/original/073182400_1769075263-Gubernur_Jawa_Barat_Dedi_Mulyadi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299928/original/085453400_1784279402-cek_fakta_dana_hibah_prabowo_-_purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334325/original/020353700_1787832097-cek_fakta_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335137/original/038803100_1787912353-cek_fakta_-_bantuan_bibit_ayam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336078/original/030506400_1788103474-1001614242.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335851/original/007617900_1788070760-1001612823.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335594/original/051360000_1788001267-f88a50f6-f3e5-4260-8d0d-80e85f511f82.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4016804/original/046265400_1652067919-KPK_4.jpeg)