Kemnaker Genjot PTDI Jadi Pusat SDM Aviasi Bersertifikat Internasional

Menaker Yassierli menuturkan, model center of excellence di PT DI juga akan diterapkan di sektor tambang, migas hingga teknologi informasi.

Diterbitkan 29 Agustus 2026, 22:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mendorong sumber daya manusia (SDM) tidak hanya memiliki sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) tetapi juga sertifikat keahliaan yang dapat pengakuan internasional (global recognition).

Seiring hal itu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memprediksi PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menjadi pusat unggulan atau center of excellence di bidang kedirgantaraan nasional yang difokuskan menyuplai tenaga ahli bersertifikat ke pasar global.

"Tantangan ke depan tidak hanya Indonesia, tapi hampir semua negara, yaitu pelatihan untuk penyiapan SDM yang kompeten, certification, serta global recognition. Kementerian sedang membangun beberapa titik center of excellence dan PTDI untuk bidang kedirgantaraan," ujar Yassierli, Sabtu, (29/8/2026), dikutip dari Antara.

Langkah ini, menurut Yassierli, seiring dengan target nasional pemerintah 2026 yang membidik 150.000 peserta program magang nasional dan 300.000 peserta pelatihan vokasi nasional sebagaimana diinstruksikan Presiden Prabowo.

Kemenaker dan PTDI menyepakati kuota program magang sebanyak 500 orang dan pelatihan vokasi sebanyak 1.000 orang pada 2026.

Untuk program vokasi, Yassierli menuturkan, akan diintegrasikan antara PTDI dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung yang ditargetkan menghasilkan lulusan yang mengantongi sertifikasi nasional BNSP dan sertifikat keahlian yang dapat pengakuan internasional (global recognition).

"Ini agenda kita ke depan itu tadi, globally recognition. Jadi kita sudah mulai mengarahkan SDM Indonesia itu mereka tidak hanya memiliki sertifikasi dari BNSP, tapi kita mengarah kepada global recognition," kata dia.

Yassierli menuturkan, model center of excellence serupa PTDI ini, juga akan dikembangkan di rumpun industri pertambangan, minyak dan gas (migas), hingga teknologi informasi (IT).

 

Training Center PT DI

Sementara itu, Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan menuturkan, Training Center PTDI fokus mencetak SDM bersertifikat untuk kebutuhan pada pasar tier kedua industri aviasi, operator, hingga pemeliharaan pesawat (maintenance, repair, and overhaul/MRO).

PTDI tercatat telah menyelesaikan pelatihan puluhan tenaga ahli spesialisasi manufaktur dan telah berangkat ke industri kedirgantaraan Korea Selatan.

"Terakhir, KAI (Korea Aerospace Industries) itu kami yang mensuplai, sudah mensuplai sebanyak 60 orang. Jadi dia meminta, 'Saya ingin welding, saya ingin metal forming dan lain sebagainya', itu sudah pesan dan berapa jumlahnya, dan kita kerjakan," ujar dia.

Gita mengungkapkan selain Korea Selatan, PTDI kini tengah menjajaki ekspansi pemenuhan kebutuhan SDM untuk industri MRO di Uni Emirat Arab (UAE).

Dari target 500 kuota magang berdurasi enam bulan di tahun ini, PTDI telah menyelesaikan 150 peserta dan siap menuntaskan 350 peserta sisanya memanfaatkan fasilitas training center yang baru diresmikan.

Sementara, untuk program pelatihan vokasi berdurasi di bawah dua bulan, PTDI bersinergi dengan BBPVP Bandung, Universitas Nurtanio (UNUR), serta Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk menggembleng 1.000 peserta pelatihan dasar hingga tingkat lanjut (advance) yang siap disalurkan ke industri aviasi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6