Prabowo Targetkan Bursa Mineral Beroperasi 2027, Pengawasan Dipercayakan kepada OJK

Prabowo menargetkan bursa mineral beroperasi 2027 dengan pengawasan OJK untuk memperkuat transparansi dan tata kelola perdagangan mineral.

Diterbitkan 14 Agustus 2026, 19:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menargetkan pendirian Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Indonesia mulai beroperasi pada 1 Januari 2027. Bursa ini disiapkan sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan komoditas sekaligus membangun harga referensi nasional.

Rencana pendirian tersebut telah dibahas bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), lembaga yang dipercaya sebagai pengawas dari Bursa Mineral dan Komoditas Strategis ini. 

“Hari ini saya mengumumkan tahap lanjutan kebijakan ekspor satu pintu kita. Kita telah membahas bersama OJK bahwa kita ingin segera mendirikan bursa mineral dan komoditas strategis,” ujar  Prabowo dalam pidato penyampaian Keterangan Pemerintah atas RAPBN 2027 dan Nota Keuangan di DPR RI, Jumat (14/8/2026).

Prabowo sebelumnya menyoroti posisi Indonesia sebagai salah satu produsen besar berbagai komoditas strategis dunia selama puluhan tahun. Mulai dari kelapa sawit, nikel, timah, batu bara, emas, kopi, karet, serta sejumlah komoditas penting lainnya.

Namun, menurut Prabowo, persoalan yang perlu segera dibenahi adalah posisi Indonesia dalam pembentukan harga komoditas. Selama ini, harga masih banyak mengacu pada pasar atau bursa komoditas di luar negeri.

“Mereka yang tidak punya komoditas ini, masa mereka menentukan berapa harga komoditas itu? Ini tidak masuk akal. Saya tidak mengerti di mana diajarkan ilmu ekonomi semacam ini,” tanya Prabowo.

Meski demikian, Prabowo menegaskan kebijakan tersebut tetap memperhatikan mekanisme pasar. Pemerintah tidak ingin menetapkan harga secara sepihak, tetapi ingin memastikan Indonesia memiliki infrastruktur pasar sendiri untuk memperkuat posisi tawar dalam perdagangan komoditas global.

OJK Dipercaya Awasi Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

Dalam rencana tersebut, OJK akan memegang peran penting dalam pengaturan dan pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis. Bahkan dia menyampaikan keyakinan terhadap kemampuan OJK dalam menjalankan fungsi pengawasan guna memastikan bursa berjalan secara kredibel, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Kita akan segera operasionalkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan. Rencana kita apabila OJK bekerja dengan baik, dan saya yakin OJK bekerja dengan baik, ini emak-emak yang menguasai ekonomi kita sekarang," jelas Prabowo.

Dengan adanya bursa komoditas nasional, pemerintah ingin membangun pasar komoditas yang lebih transparan dan terpercaya. Di mana, produsen, petani, eksportir, pembeli, dan investor bertemu dalam satu sistem perdagangan yang transparan dan diawasi.

“Dengan data transaksi yang lebih terang, dan ruang penipuan yang semakin sempit. Dalam upaya membangun bursa yang kredibel, Otoritas Jasa Keuangan juga telah melakukan reformasi terbesar dalam sejarah bursa saham kita,” tambah dia.

Untuk mengejar target operasional pada 1 Januari 2027, pemerintah meminta dukungan DPR RI agar ketentuan penyelenggaraan bursa segera dibahas dan diterbitkan.

“Saya terima kasih, sekarang sudah ada kerja sama yang sangat sinergis antara pemerintah dan DPR. Ini tidak berarti bahwa tidak ada demokrasi. Kita harus ada demokrasi, kita harus diawasi, kita harus dikritik,” dia menandaskan.

 

(*)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6